Sedih Dan Cinta

Sedih Dan Cinta
Chaft. 15 { Pertemuan ayah elisha }


__ADS_3

Chafter 15


Selesai sholat subuh. Hamdan buru-buru menggedor pintu kamar adiknya dan meminta mereka untuk bangun dan bersiap-siap untuk mengantarnya kerumah Mira. Irma yang kesal dengan kepanikan kakaknya, memutuskan untuk tidak ikut.


Di sepanjang perjalanan kota Bandung. Hamdan memandang keluar jendela. Sesekali ia memandang beberapa anak jalanan yang sedang mengamen.


“ Apa masih jauh?” Tanya Hamdan.


“ Sebentar lagi. Setelah belokan ini ada gang besar.” Jelas Bondan.


Vianka yang duduk di belakang seketika mengerutkan dahinya. Ada perasaan aneh ketika ayahnya membelokan mobil dan masuk ke dalam gang besar. Jalanan yang ia rasa tidak begitu asing, membuatnya berbicara sendiri.


“ Bukannya semalam kita melewati jalan ini.”


Mendengar perkataan putrinya, Bondan Cuma diam. Ia tidak berniat bertanya untuk mengetahui maksud putrinya.


“ om Hamdan, ingatkan. Inikan jalan menuju rumah gadis yang bernama Elisha itu.” Kata Vianka lagi.


Bondan sedikit terkejut mendengar nama Elisha. Seingat Bondan, ia pernah membayar orang untuk mencari tahu tentang putrinya Mira.


Dari data yang di beritahukan. Nama Putri Mira bernama Elisha Ramadhani.


“ Mungkin Cuma kebetulan.” Gumam Bondan dalam hati.


Ketika mobil sudah memasuki gang besar, mobil pun tiba-tiba berhenti tepat di depan rumah bercat warna biru. Hamdan langsung menatap Bondan dan bertanya.


“ Kamu yakin ini rumahnya?”


Bondan mengangguk.


Lalu, Hamdan menceritakan pertemuannya dengan gadis bernama Elisha. Bondan sedikit penasaran. Tapi, ia memutuskan untuk turun dan membuktikannya langsung.


Di dalam rumah. Mira terbaring di sofa. Entah jam berapa ia pulang dari cafe. Yang jelas ketika aku terbangun. Tante Mira atau ibu ku, sudah tertidur di atas sofa.


Aku menghampirinya, melepaskan sepatunya dan menyelimutinya. Dan ketika aku hendak meninggalkannya. Ia menarik tanganku.


“ Maaf.” Katanya.


Aku kembali duduk di sisinya. Dan tersenyum kecil.


“ Maafkan ibu, yang tidak pernah mengasuhmu.”


Mira menarik tubuh putrinya dan memeluknya. Bau alkohol tercium sangat pekat di tubuhnya. Air mataku menetes. Aku sungguh tak menyangka jika ia adalah ibu kandungku.


Aku masih ingat ketika pertama kali aku bertemu dengannya. Wajahnya yang cantik dan lesung pipinya yang manis membuatku kagum akan kecantikannya. Tapi, sesekali ketika aku keluar rumah. Orang sekitarku bilang, jika wajahku mirip sekali dengan tanteku. Aku pikir ini Cuma kebetulan. Aku tidak pernah menduga, jika ia adalah ibu kandungku.


“ Sekarang.” Ujarnya sembari melepaskan pelukannya. “ Tinggallah bersamaku. “

__ADS_1


“ Tapi, Tante. Maksudku ibu.”


“ Ada apa?” tanyanya. Ia mengusap air mataku.


“ Aku di keluarkan dari sekolah. Apakah aku bisa melanjutkan sekolahku lagi?”


Mira tersenyum. Dan berkata dengan lembut. “ Aku akan mencari cara untuk bisa membuatmu sekolah lagi.”


“ Apakah ibu, maksudku ibunya Bilqis sudah cerita tentang keluarga Mandala.”


Mira mengangguk.


“ Apa ibu marah kepadaku?” tanyaku lagi.


“ Tidak. “ jawab mira. “ Ibu tidak akan marah. Malah ibu kesal dengan sikap Bilqis. Selain itu, keluarga Mandala itu. Keluarga konglomerat. Kita Cuma rakyat biasa. Jika kau mau mengenal pria. Jangan mencarinya dari kalangan atas. Yang biasa saja, agar kau bahagia. Jangan seperti ibu. Gara-gara pria itu, ia menghancurkan semua masa depan ibu.”


“ Apakah ayah ku sejahat itu dengan ibu.”


Mira mengusap air matanya. Jika harus mengingat pria yang telah menghamilinya. Mungkin perasaan pahit ini akan bertambah perih. Dengan perasaan sedih dan kesal ia menceritakan sebuah cerita di masa lalu.


Di balik pintu yang tidak terkunci. Hamdan mendengar semua cerita yang di katakan Mira.


Pertanyaan ku saat itu hanya satu.


“ Mengapa ibu tidak memberitahu ayah, jika ibu hamil.”


“ Aku ingin memberitahunya. Tapi, ibu Hamdan melarangku. Ia mengancamku. Dan juga mengancam ibuku. Di saat itu aku dan nenekmu tidak memiliki kekuatan. Ayah Hamdan memang doyan kawin. Anehnya Ibu Hamdan tidak pernah melarang. Tapi, di balik semua itu. Ayah Hamdan memiliki perjanjian dengan istrinya. Aku mengetahui itu ketika aku dan nenekmu pergi dari rumah ayahmu.”


“ Apakah ini Cuma kebetulan.” Gumamku.


Tiba-tiba dari balik pintu yang tertutup tidak begitu rapat, terdengar seseorang masuk. Aku dan ibu memandang kearah pintu, dan kami lihat seseorang yang masuk dari pintu yang terbuka semakin lebar.


Ibu menarikku ketika mengetahui siapa yang datang.


“ Elisha. Masuk dan kunci kamarmu.” Perintah ibu.


Aku yang mengenali siapa yang datang langsung menjelaskan ke ibu siapa pria setengah baya itu.


“ Bu, dia teman seperjalanan ku di kereta tadi malam. Dia juga yang mengantarkan aku pulang. Namanya om Hamdan. “Ujarku menjelaskan.


“ kataku, masuk kekamar. Dan kunci pintunya.” Perintah ibu lagi. Ia terlihat kesal dengan kehadiran Hamdan.


Bondan dan vianka yang baru masuk ke dalam rumah, terlihat memandang kearah Mira yang hanya mengenakan celana jeans pendek dan blus putih polkadot.


Hamdan membuka jaketnya. Ia berjalan kearah Mira dan menutup tubuhnya yang terlihat menonjolkan tali bra-nya.


Mira menolak dan menepis niat baik Hamdan. Hamdan mengerti dengan sikap penolakannya.

__ADS_1


“ Elisha, ibu bilang masuk dan tutup kamarmu.” Perintah ibu lagi.


Aku menuruti perintah ibu. Tapi, Hamdan langsung menarikku dan berkata.


“ Apakah ini putriku?”


Aku terkejut ketika om Hamdan berkata seperti itu.


“ Akhirnya takdir mempertemukan kami. “


“ Aku menyesal takdir telah mempertemukan kita.” Ketus Mira. Mata nya yang penuh kebencian terlihat jelas kearah Hamdan.


“ Ku mohon Mira. Maafkan aku.” Pinta Hamdan ia sedikit memohon sambil memegang tanganku.


“ Demi putri kita.”


“ Putri kita.” Kata Mira seolah meremehkan perkataan Hamdan. “ Elisha putriku. Kau tidak perlu mengakuinya dan bertanggung jawab kepada putriku. Aku akan menjaganya dengan baik. Dan kamu tidak perlu repot untuk mengakuinya sebagai putrimu.”


Hamdan melepas tanganku. Ia langsung menarik Mira dan memeluknya. Mira yang berusaha melepaskan pelukan itu seolah tak mampu. Dengan memukul dada Hamdan, ia berusaha ingin melepaskan diri. Tapi, Hamdan tetap memeluknya dan berkata pelan di telinganya.


“ Bertahun-tahun aku mencarimu. Bertahun-tahun rasa sesal ini menghantuiku. Dan bertahun-tahun, aku tidak bisa melupakanmu. “


“ Permainan apalagi yang membuatmu berkata manis seperti itu. Aku ingatkan, aku ini seorang pelacur. Seorang pelacur sepertiku, sudah terbiasa mendengar manisnya mulut laki-laki. “


Hamdan melepaskan pelukannya. Ia tersenyum.


“ Pulanglah bersamaku ke Jakarta. Kita bertiga akan memulai hidup baru. Hidup yang lebih baik lagi.”


“ Semudah itu. Oh aku lupa, kau terbiasa berperan seperti ini. Kemunafikanmu Hamdan, tidak pernah berubah. Kau seenaknya datang dan seenaknya juga pergi. Seolah semua akan kembali seperti semula. Tapi, kali ini tidak. Aku ingatkan sekali lagi. Aku lebih baik selamanya menjadi pelacur dari pada bersama pria sampah sepertimu.”


“ ibu.” Kataku. Aku merasa ibu sudah berkata keterlaluan.


“ Mengapa elisha? Kamu terkejut. “


Ucapan ibu seolah membuat aku tidak ingin berkata lagi.


“ Pria ini adalah ayahmu. Hamdan Hermawan, seorang CEO dan pemegang saham paling besar di PT. Sektoral. Dan seorang pria duda yang di tinggal istrinya dengan pria lain. Lalu, ia mencari kita untuk sebagai pelengkap.”


“ Cukup.” Kata Bondan. Ia merasa muak dengan sikap Mira.


Hamdan melarang Bondan untuk ikut campur. Ia memberi isyarat kepada adik iparnya. Dalam situasi ini, Hamdan mengerti jika Mira akan sangat marah. Dengan sabar, Hamdan menjelaskan sesuatu.


“ Aku pikir kamu melupakan aku Mira. Ternyata kamu juga masih mencari tahu aku. Aku memang duda yang di tinggal istrinya selingkuh. Tapi, itu adalah kesalahanku. Aku menikah dengan mantan istriku karena di jodohkan ibuku. Dan ketika aku ingin menyentuhnya. Bayanganmu menghantuiku. Setahun aku menikah, aku tidak pernah menyentuh istriku. Wajar jika dia mencari pria lain. Dan akhirnya. Aku memutuskan untuk mencarimu dan ingin memperbaiki segalanya.”


Mira terdiam, kepalanya terasa mulai pusing. Pengaruh alkohol membuatnya tidak bisa mengontrol tubuhnya. Dan ketika matanya mulai berkunang-kunang. Ia pun jatuh pingsan .


Hamdan yang berada tak jauh dari Mira. Menangkap tubuhnya yang hampir jatuh ke lantai. Ia memeluk dan menggendongnya ke atas sofa.

__ADS_1


“ Kali ini, biarkan aku menjagamu.”


Kata-kata Hamdan, tentu saja tidak bisa di dengar oleh Mira. Hal ini membuatku sedih, air mataku masih membasahi pipiku. Aku tidak menyangka jika pria yang aku temui di kereta adalah ayah kandungku.


__ADS_2