
Chafter 25.
Kannika Jane ! Gadis keturunan Thailand yang tinggal di Indonesia sejak berusia 15 tahun. Kannika adalah anak tunggal dari Mureur Pase. Mureur Pase bersahabat dengan kartono, ayah kandung Anggara Kartono.
Awalnya Mureur Pase ke Indonesia hanya untuk investasi modal di perusahaan Kartono. Mureur seorang duda beranak satu. Di hari opening perusahaan terbaru Kartono, Mureur dan putrinya Kannika Jane datang berkunjung. Kedatangannya membuat Anggara tak bisa melepaskan matanya dari gadis berusia 15 tahun itu.
Tinggi, modis, berkulit putih bersih, dan memiliki paras cantik seperti seorang model yang berjalan di catwalk .
“ Ang....gara” kata Anggara gugup.
“ Kannika Jane.” Ujarnya memperkenalkan diri sambil tersenyum manis.
Dada Anggara seolah berdebar. Ia mengagumi gadis belia yang berbeda usia 6 tahun dari usianya.
Hamdan yang baru datang datang dalam acara tersebut. Ikut memperhatikan sahabatnya yang terlihat grogi. Ia mengenal sekali sifat Anggara yang suka malu-malu jika di depan gadis yang disukainya. Dengan usil Hamdan ikut bergabung.
“ Hai.” Sapa Hamdan kearah Kannika Jane. “ Apa Khabar mu kannika?.” Kata Hamdan lagi.
Kannika yang sudah lama mengenal Hamdan. Tersenyum lebar.
“ Khabar ku baik. “ jawab Kannika.
Hamdan dan kannika sudah lama saling mengenal. Mereka di pertemukan sewaktu ayah Hamdan menikahi Tante dari Kannika . Sejak perkenalan itu, Hamdan dan kannika menjadi akrab. Bukan seperti saudara. Tapi, seperti seorang sahabat.
“ Ayo ikut aku.” Kata Anggara.
Dengan Buru-buru ia menarik paksa Hamdan. Lalu, mengajaknya untung berbincang di lobi.
“ Kannika cantik, baik, dan gadis yang ramah. ” Kata Hamdan ketika mengawali pembicaraan.
“ Diakan putri sahabat ayahku.” Jelas Anggara.
“ Tapi, Kannika adalah sahabatku.”
Hamdan memperjelas hubungannya dengan Kannika.
Anggara menyunggingkan senyum. Lalu, berkata.” Kannika masih belia. Bersahabat dengan yang lebih muda, bukankah itu hal yang licik.”
Hamdan mengerutkan dahinya, seolah tidak mengerti.
Anggara masih diam. Ia mengambil sebatang rokok di kantong celananya dan menghidupkannya.
“ Tapi, tidak bisa kamu pungkiri. Jika kamu menyukainyakan.” tebak Hamdan kemudian.
__ADS_1
“ Suka! Aku menyukainya. Dia gadis paling cantik. Tapi,...”
Anggara menghentikan perkataannya. Ia memandang kosong ke depan.
“ Tapi apa?” tanya Hamdan penasaran.
“ Tapi, ayahku tidak akan mengijinkannya.”
Hamdan bingung. Ia menepuk pundak Anggara dan berkata.
“ Sampai kapan, kamu harus tunduk dengan perintah ayahmu. “
Anggara menggigit bibirnya. Perasaan takut kepada ayahnya membuatnya seperti laki-laki pecundang. Ketika Kannika Jane berusia 20 tahun, Kannika tetaplah menjadi orang lain bagi Anggara. Meski Kannika membantu menjalankan bisnis ayahnya. Tetap saja, Anggara berpura-pura menutupi perasaannya. Tapi, Kannika yang mulai dewasa. Mengetahui perasaan Anggara.
“ Can rak Khun.” ( aku suka kamu) kata khannika dalam bahasa Thailand.
Anggara yang juga Paseh dalam bahasa Thailand mengerti maksud Kannika. Tapi, ia teringat akan pesan dari ayahnya.
“ Kita orang indonesia. Jika bisa menikahlah dengan sesama orang Indonesia. Paham .”
“ iya, ayah.” Jawab Anggara.
Meski membohongi perasaan sendiri. Tapi, Kannika tetap mengetahui perasaan Anggara. Malam itu, ketika ayah Kannika meminta Anggara mengantar putrinya ke bandara. Kannika sedikit memaksa Anggara untuk menuruti kemauannya. Anggara menolak, dan menurunkan Kannika di tengah jalan.
Jalan yang sepi, perasaan sakit membuat Kannika duduk di tepi jalan. Beberapa kali ia membuka ponselnya.
“ Ayo masuk.” Ajak Anggara.
Kannika menolak dengan menepis tangan Anggara.
“ Ayo Kannika. Nanti kamu ketinggalan pesawat.”
Anggara sedikit memaksa. Tapi, Kannika tetap menolak dengan menepis tangan Anggara.
Anggara tak punya pilihan. Ia menarik paksa Kannika. Kannika merasa kesal. Dengan melayangkan tamparan ke wajah Anggara, akhirnya tangan yang menggenggam erat lengannya terlepas.
Anggara menatap tajam kearah Kannika. Kannika yang membalas tatapan Anggara seolah menantangnya.
“ Jangan pedulikan aku.” Kata Kannika.
Anggara masih diam. Entah ada apa? Tapi, amarahnya terlihat jelas dari wajahnya yang memerah karena tamparan.
“ Kamu tidak dengar apa yang aku katakan.” Kerus Kannika lagi.
__ADS_1
Anggara masih diam. Dan ketika Kannika ingin meninggalkan Anggara. Dengan buru-buru Anggara menarik Kannika dan menciumnya. Perasaan Anggara meluap. Ia sempat melepaskan sentuhan bibirnya. Dan memandang Kannika. Berlahan ia mulai mendekat dan melumat bibir Kannika.
Kannika yang memang lama menanti balasan cinta Anggara. Membalas ciuman itu dengan perasaan bahagia.
“ Can rak Khun.” Kata Anggara.
Kannika tersenyum.
Mungkin ini memang awal cinta mereka. Tapi, akhir bagi persahabatan Mureur Pase dan Kartono.
“ Mengapa harus berakhir.”
Pertanyaan ibu membuatku duduk. Aku memang belum mengerti banyak cerita ayah. Tapi, ketika ayah mulai melanjutkan ceritanya lagi. Akhirnya aku mengerti.
**
Cinta memang indah ketika masih bersemi. Seperti sekuncup bunga yang mekar dan harum semerbak. Anggara yang melupakan hal- hal yang dilarang agama, tidak bisa menahan hasratnya. Ia menyentuh Kannika tanpa memikirkan resikonya. Dan ketika berita ayah Kannika melarikan diri karena penyelewengan dana perusahaan. Kannika pun amill. Ia mengandung anak Anggara. Itu diketahui oleh Kartono ayah Anggara.
“ Pergilah.” Usir Kartono.” Aku tidak ingin memiliki menantu sepertimu. Meski pun didalam perutmu ada cucuku.” Kata Kartono lagi.
“ Ayah. Aku mohon ijinkan kami menikah . “ ucap Anggara dengan bersujud di depan ayahnya.
“ Perusahaanku bangkrut karena ayahnya. Kita jatuh miskin dan kamu mau menikah dengan anak dari orang yang membuat ayahmu bangkrut dan banyak hutang.” Teriak Kartono.
“ Tapi, ayah. Kannika tidak tahu menahu masalah penyelewengan dana ayahnya. Kami berdua sudah menjalankan perusahaan sesuai prosedur .” Jelas Anggara.
“ Sekali aku bilang tidak. TIDAK!.” Teriak Kartono semakin melengking.
Kannika mengerti dengan perasaan ayahnya Anggara. Ia memutuskan untuk pergi. Meski Anggara menahannya. Kannika tetap pergi. Anggara yang tidak tahu kemana perginya kannika, sempat prustasi. Tapi, ketika televisi menyiarkan Kannika Jane dan ayahnya membuka perusahaan baru dan juga mengumumkan tentang pertunangan Kannika dengan mandala. Anggara terkejut. Kartono sudah mengetahui berita itu dan berkata kepada putranya.
“ Kamu di manfaatkan. Dan sekarang apakah kamu masih ingin bersama Kannika.”
Anggara berpikir jika ayahnya salah menilai kannika. Ia kemudian menemui Kannika dan meminta penjelasannya.
“ Jelaskan jika semua itu bohong.” Kata Anggara
kannika memandang Anggara dengan datar.
“ Aku mengerti. “ kata Anggara.
Berlahan ia mundur dan menatap gadis yang sangat di cintainya.
“ Aku mengerti Kannika. Tapi, satu hal yang harus kamu tahu. Can rak Khun.”
__ADS_1
Air mata Kannika berjatuhan. Anggara mengerti mengapa kannika memutuskan menikah dengan Mandala. Setahu Anggara, Mandala hanyalah anak tukang kebun di rumahnya. Ia pernah beberapa kali bertemu. Tapi, pertunangannya dengan Mandala hanyalah untuk menutup aib kehamilan Kannika. Sebagian sahabat, kerabat, mengetahui cerita ini. Jika Raiyan Mandala adalah anak Anggara.
Ketika bertemu di acara yang di adakan Hamdan. Anggara sebenarnya ingin sekali memeluk putranya. Tapi, hal itu tidak mungkin ia lakukan. Dan Mandala juga tahu betul jika Raiyan adalah putra pertama Anggara dan kannika.