Sedih Dan Cinta

Sedih Dan Cinta
chaft. 2 { Antara kakak dan adik }


__ADS_3

Chapter 2


Lampu indikator ruang operasi menyala. Pertanda operasi sudah selesai. Raiyan keluar dari ruang operasi. Ia kemudian menghampiri kelurga pasien dan menjelaskan jika operasinya telah berhasil.


“ Dokter Raiyan.”


Panggil suster AIDA. Ia sedikit buru-buru melangkahkan kakinya dan menghampiri Raiyan yang sengaja menunggunya.


“ Ini nomor telpon Elisha dan ruangan tempat ibunya di rawat.” Jelas suster AIDA. Raiyan mengerutkan dahinya seolah tidak mengerti maksud dari suster AIDA.


“ Elisha !”


Suster AIDA mengangguk.


“ Siapa Elisha ?” tanya Raiyan lagi.


“ Dokter lupa ya. Kalau pagi ini, dokter menabrak seorang gadis di depan koridor rumah sakit. “


“ MasyaAllah. Aku lupa.”


“ Lupa, apa emang sengaja lupa.” Potong seorang pria yang tiba-tiba datang . Pria itu tidak begitu asing. Raiyan mengenalinya dan tersenyum menyambut kedatangannya.


“ Maaf mengganggu suster AIDA. Tapi, aku pinjam dulu dokter Raiyan. Dia sekarang ada tamu spesial. So, permisi.”


Pria itu langsung merangkul pundak Raiyan dan menariknya pergi. Suster AIDA ingin sekali menahannya. Tapi, niatnya itu ia urungkan. Nomor telpon, beserta ruangan tempat ibunya Elisha di rawat masih di pegangnya. Ia berpikir, mungkin ini tidak penting. Kemudian ia pun membuang secarik kertas itu di tong sampah.


Sementara Raiyan dan pria bertubuh agak pendek darinya, masih merangkul nya sambil berkata.


“ Kenapa terus menolak nya sih. Toh Bilqis gadis manis dan imut. Body nya juga W...O... W alias wow.”

__ADS_1


“ Hazwan, kau tuh adikku. Aku tidak mungkin menyukai gadis yang disukai adikku.”


Hazwan terdiam. Ia melepas rangkulannya.


“ Tidak usah membodohi ku. Aku sudah bisa membaca apa yang kau rasakan selama ini.” Kata Raiyan lagi.


“ Bilqis menyukaimu, kak Raiyan. Di matanya aku hanyalah teman. Teman sekelas yang selalu membantunya mengejar cinta kakakku sendiri.”


“ Mengapa tidak kau beranikan untuk berterus terang. Bukankah hal itu akan membuatmu lega. “ potong Raiyan.


Hazwan terdiam. Ia berhenti dan mengajak kakaknya untuk berbicara sebentar.


“ Aku ingin jujur. Tapi, aku takut ia menjaga jarak denganku. 4 tahun ia mengejar kak Raiyan dan 4 tahun itu juga aku berusaha memalingkan perasaanku untuk berhenti mencintainya.”


“ Dasar bodoh.”


Pukul Raiyan sambil menjentikkan jarinya ke jidat adiknya.


Raiyan tertawa melihat tingkah kesal adiknya.


“ Lalu.” Kata Hazwan lagi.


“ Lalu apa? “ tanya Raiyan dengan sengaja pura-pura bingung.


“ Bilqis ada di mobil. Mungkin ia perlu bicara sesuatu. Atau...” Hazwan tak berani melanjutkan kata-katanya. Ia menggigit bibirnya seolah tidak ingin membicarakannya.


“ Antar Bilqis pulang. Aku masih banyak kerjaan. Dan...”


“ Dan apa?” tanya Hazwan.

__ADS_1


“ Beritahu dia jika aku sudah memiliki pacar.”


“ Kak Raiyan, Bilqis itu bukan cewek bodoh.”


“ Jika dia bukan cewek bodoh. Mengapa masih mengejar cintaku? Padahal dari pertama kali ia mengungkapkan perasaannya, aku sudah menolaknya. Dan 4 tahun bukan waktu sebentar. Dalam 4 tahun 4 kali juga aku menolaknya.”


“Coba kak Raiyan jelaskan, mengapa kakak tidak menyukai Bilqis?”


Pertanyaan Hazwan membuatnya menghela napas.


“ Hazwan, Bilqis anak yang baik dan lembut. Tapi, aku tidak menyukainya karena hal itu. Aku juga tidak membencinya. Hanya saja, aku benar-benar tidak bisa membalas perasaannya.”


Hazwan diam. Ia memandang kepergian kakaknya. Dengan tubuh yang masih tersender di dinding, seketika ia memikirkan suatu ide.


“ Tunggu.” Cegah Hazwan.


Raiyan berbalik mendengar Hazwan memanggilnya.


“ Apa lagi?”


“ Bagaiman jika Minggu depan kita double date. Aku dan Bilqis, kakak dan pacarnya. Setuju!”


Raiyan diam. Ia bingung, kebohongannya tentang memiliki pacar hanya membuatnya jadi semakin banyak berbohong.


“ Baiklah. Aku anggap kak Raiyan setuju. “ jawab Hazwan ketika melihat reaksi kakaknya hanya diam mematung.


Setelah itu Hazwan pergi meninggalkan Raiyan. Raiyan kemudian melangkahkan kakinya yang terasa berat. Ia bingung tentang ajakan adiknya. Pacar ! Siapa yang akan menjadi pacarnya di double date Minggu depan. Tidak mungkin jika harus membayar pacar bohongan. Ini lebih berat lagi ketimbang ia harus berhadapan di meja operasi. Dengan menghela nafas ia teringat satu nama yang di sebut oleh suster AIDA .


Elisha !

__ADS_1



__ADS_2