
Villa mutia !
Villa mutia memiliki jalan rahasia. Villa ini di bangun oleh mureur Pase untuk putrinya Kannika Jane. Sebelum Kannika Jane mengetahui villa mutia. Mureur Pase sempat mengasingkan dirinya di villa mutia. Dan selama masa pengasingan nya. Tersirat ide untuk membangun lorong rahasia untuk kepentingan pribadinya sendiri. Lorong rahasia ini di sebut thang dein lab.
Thang dein lab memiliki dua lorong yang berbeda arah. Jika dari villa, lorong yang mengarah ke Utara akan tembus pada jalan besar di luar kawasan villa. Dan yang satunya lagi, lorong yang mengarah ke barat. Lorong yang akan mempertemukan kita ke dasar got pembuangan air. Mureur Pase hanya sekali saja ke lorong itu. Karena lorong tersebut selalu mengeluarkan bau tak sedap.
Raiyan selalu mengingat pesan kakeknya tentang thang dein lab. Ia langsung berhenti di jalan besar. Sejenak ia memperhatikan kearah sekeliling jalan yang mulai gelap dan tak memiliki lampu jalan. Raiyan turun dan berjalan dengan terburu-buru melintasi pepohonan yang rindang dan tak terurus.
Tidak lama ia berjalan. Ia menemukan sumur tua yang tertutup dengan dedaunan. Dalam keheningan dan suara detak jantung yang terdengar berdegup dengan kencang. Ia menggapai dedaunan dan menyapunya dengan lengan. Dan kini terlihatlah daun pintu yang menutup lingkaran sumur itu.
“ Tunggu aku Elisha.” Gumamnya dalam hati.
Dengan sedikit tenaga ia menarik pintu yang terlihat mulai berkarat karena tidak terurus. Dan pintu pun terbuka. Raiyan tidak banyak berpikir. Ia langsung menaiki dinding sumur dan menjuntai kan kakinya. Di dalam sumur, terlihat jelas anak tangga yang cukup gelap jika tidak menggunakan cahaya. Raiyan mengambil center yang sudah di persiapkan ya. Dengan hati-hati ia menuruni anak tangga. Di dasar anak tangga, ia mulai mengingat jalan yang pernah di ceritakan oleh kakeknya.
“ Jika dari sumur. Kau Cuma cukup berjalan lurus. Dan jika kau menemukan jalan membentuk dua arah. Kau harus memilih jalan kekanan. Karena, jika jalan keliru yang kau pilih. Itu akan membahayakanmu.” Jelas mureur fase.
Raiyan mengikuti petunjuk dari kakeknya. Ia mengambil arah ke kanan dan terus masuk ke lorong yang mulai terasa sempit. Tidak begitu lama akhirnya ia menemukan sebuah pintu besi. Berlahan raiyan mendorong pintu tersebut dan pintu pun terbuka.
Sebuah kamar yang sudah lama tak dikunjungi nya. Dan sebuah kamar yang tidak asing baginya. Kamar itu adalah kamar kakeknya. Ia kemudian masuk dan berjalan mengendap-endap.
__ADS_1
“ Aku harus mencari keberadaan Elisha. “ gumam raiyan lagi.
Tapi, ketika raiyan ingin membuka pintu kamar. Terdengar suara Mandala yang berteriak ke seseorang.
“ Jika bocah itu tidak datang. Aku akan benar-benar menghabisi gadis itu. Dan kalian dengar. Aku belum menemukan tempat rahasia mureur Pase. Jika bocah itu sampai menerobos lorong rahasia itu. Kalian semua akan ku tembak. Sekarang cepat awasi setiap tempat dan cari lorong itu. “
Perintah Mandala membuat beberapa ajudannya bergegas membagi tugas. Raiyan yang masih bersembunyi di kamar kakeknya mencoba menyusun rencana.
“ Coba kamu cek gadis itu di gudang.” Kata salah seorang pria bertubuh besar.
Raiyan menangkap pembicaraan itu di balik pintu yang masih tertutup.
“ Sudah aku duga. Pasti pria tua itu menempatkan Elisha di gudang.” Ucapnya dengan berbicara kepada dirinya sendiri.
“ Elisha.”
Kata raiyan.
Suara yang memanggilku membuat aku menaikkan kepalaku. Aku tersadar jika sebelum raiyan datang, Mandala membangunkan ku dengan menyiramkan air ke seluruh tubuhku.
__ADS_1
“ Dengarkan aku anak manis.” Ketus Mandala. “ Jika hari ini kau akan melihat aku akan menghabisi pacarmu itu. Aku tahu, jika dia akan datang dan menyerahkan sahamnya. Tapi, jika Cuma menyerahkan. Aku khawatir dia akan melakukan serangan balik. Dan pada akhirnya akulah yang kalah.” Jelasnya sambil menarikku untuk duduk.
“ Mengapa om begitu jahat dengan anak om sendiri.”
“ Anak.”
Mandala tertawa.
“ Raiyan bukan anakku. Tapi, itu tidak penting. Sekarang aku akan memasang perangkap untuknya. Aku tahu jika raiyan akan memutuskan untuk melewati lorong rahasia kakeknya. Tapi, itu tidak akan mudah. Aku sudah memasang cctv di setiap ruang dan dia akan masuk ke perangkap ku.”
Ketika aku mengingat perkataan Mandala. Aku mencoba menahan raiyan dengan suara yang tak jelas. Kain yang menyimpan mulutku seolah menahanku. Aku berusaha menggelengkan kepala kearah raiyan. Tapi raiyan tetap masuk dan...
Dor...!
Suara tembakan mengenai tepat di kaki raiyan.
Akh....!
Raiyan berteriak kesakitan. Ia jatuh dan berusaha menahan rasa sakit dari peluru yang bersarang di kakinya.
__ADS_1
“ Oh..oh...”
Suara Mandala terdengar mengejek. Ia keluar dari tempat persembunyiannya. Dengan wajah yang tersenyum bahagia, Mandala menarik tubuh raiyan dan menodongkan pistol di kepala raiyan.