Sedih Dan Cinta

Sedih Dan Cinta
chaft. 8 { keluarga Mandala }


__ADS_3

Chafter 8


Bilqis marah. Ia melempari aku dengan barang yang ada di rumah. Ibu yang tertidur di kamar. Terbangun, ia keluar dan mendapati Bilqis yang mengamuk kapadaku.


“ Masih kecil sudah seperti pelakor.”


Aku hanya menangis. Bukan aku tidak berani melawan kak Bilqis. Tapi, karena aku menyayanginya. Masa kecil yang indah. Kakak yang selalu melindungi ku. Bagaimana pun ia adalah kakakku. Jika aku melawannya. Itu sama saja membuatnya kehilangan kendali.


Melihat sikap Bilqis. Ibu menarik Bilqis dan menyuruhnya menghentikan sikapnya kepadaku. Tapi, Bilqis tidak peduli. Dan pada akhirnya, sebuah tamparan melayang kearah Bilqis.


Plak...!


Bilqis mundur. Ia duduk di lantai sambil menyender. Lalu, suara mulai terdengar. Ia menangis sekeras-kerasnya.


“ Bisakah salah satu dari kalian menjelaskan, apa yang terjadi?” kata ibu.


Aku diam. Kak Bilqis juga begitu.


“ Baiklah. Jika tidak ada yang mau menjelaskannya.” Kata ibu lagi. “ aku akan menelpon Hazwan. Aku rasa dia tahu apa yang terjadi.”


Bilqis tetap diam saja. Begitu juga aku.


Ibu masuk kekamar dan menelpon Hazwan. Ketika sambungan telepon tersambung. Suara dari seberang telephon pun terdengar.


“ Iya Tante. Ada apa ya?” tanya Hazwan.


“ Apa kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu tentang Bilqis.”


“ Maksud Tante apa?” Hazwan pura -pura bingung.


“ Aku tahu, jika kamu mengerti maksudku.”


Hazwan sejenak terdiam. Dan tak lama ia pun memutuskan untuk menceritakan kejadian yang terjadi tadi siang.


“ Saya minta maaf.” Kata Hazwan. “ Ini salah saya dan juga kakak saya.” Sesal Hazwan.


“ Benar-benar suatu kebetulan. Aku tidak pernah menduga, jika kedua putriku mencintai satu pria. Cobaan apa lagi ini.”

__ADS_1


Suara ibu terdengar sesak. Hazwan sedikit khawatir. Ia berteriak memanggil ibuku.


Ibu mematikan telephon dan tak mempedulikan panggilan hazwan. Dengan tubuh terasa lemas, Ia menangis mengingat apa yang terjadi kepada kedua putrinya.


Mendengar suara isakan tangis ibu. Aku langsung masuk kekamar. Dan memeluknya.


“ Maafkan aku, ibu. “ ujarku seolah menyesali perbuatanku.


“ Jika tidak keberatan.”


Ibu sedikit ragu ingin mengatakan sesuatu kepadaku. Ia membelai rambutku dan kembali berkata. “ Maukah kamu pergi ke Bandung. Dan tinggallah bersama Tante Mira.”


Aku menangis mendengar permintaan ibu. Hal yang tidak ingin aku lakukan, harus aku lakukan. Mengapa ibu selalu membedakan aku dengan kak Bilqis. Setiap aku melakukan kesalahan, ibu selalu menghukumku. Sedangkan kak Bilqis, tidak pernah di minta untuk pergi ke Bandung.


“ Aku tidak mau kebandung, Bu. Aku tidak mau tinggal dengan Tante Mira.” Tolak ku.” Tante mira suka membawa teman laki-lakinya kedalam rumah. Aku takut Bu.”


“ Kau takut pada ibumu sendiri.”


Kata-kata ibu membuat aku bingung.


“ Sepertinya, aku tidak bisa menutupinya lagi. “ ujar ibu. Ia menarikku dan memintaku duduk di sisinya.” Mira adalah ibu kandungmu.”


“ Untuk kebaikanmu. Mira memintaku untuk mengasuhmu.”


Air mataku seolah tiba-tiba menetes. Kenyataan jika aku bukan anak ibu sungguh menyakitkan.


“ Kembalilah ke ibumu. Dan hiduplah bersamanya. Aku tidak bisa menjagamu lagi.”


“ Ibu, maafkan aku. Jika aku salah. Hukum atau pukul saja aku. Kalau perlu. Aku akan meminta Raiyan untuk bersama kak Bilqis. Tapi, aku mohon. Jangan usir aku dan memintaku untuk tinggal dengan Tante Mira.”


Aku sangat memohon kepada ibu. Tapi, ibu diam saja.


**


Keluarga Mandala adalah keluarga yang cukup memiliki nama di kota ini. Selain cukup berpengaruh di kalangan masyarakat. Mandala Pramono adalah pigur seorang ayah yang baik. Ia memiliki dua putra dan satu anak perempuan. Raiyan sebagai putra pertamanya, memiliki perbedaan. Raiyan terlahir dari seorang ibu berketurunan orang thailand. Sedangkan Hazwan dan kanha, terlahir dari seorang ibu dari keturunan tanah Sunda.


Ibu Raiyan meninggal ketika melahirkan Raiyan dan 5 tahun setelah istrinya meninggal. Mandala memutuskan menikah dengan sahabatnya.

__ADS_1


Di kediaman keluarga Mandala. Suara teriakan seolah menggelegar. Suara Mandala yang mengecam perbuatan putra sulungnya seakan membuat seisi rumah ikut mendapatkan imbasnya.


“ Kamu putra pertamaku. Kamu itu pigur dari keluarga. Mengapa kamu mempermalukan ayah di depan umum. Coba kamu lihat video di youtube ini. Apa seperti ini pantas?”


Raiyan diam saja. Ia mengetahui isi dari YouTube yang di tunjukkan ayahnya. Video berdurasi 10 menit itu, menunjukkan seorang Raiyan Mandala mencium gadis ABG.


“ Ini memalukan. Bahkan aku khawatir jika dinas perlindungan anak akan menuntut mu. “ ujar ayah. Ia kembali duduk dan menaruh hp nya di sembarang tempat.


“ Apakah aku salah jika mencintainya?”


Pertanyaan Raiyan menambah geram ayahnya.


“ Tidak ada yang salah. “


Suara ayah masih terdengar lantang dan keras.


“ Yang salah itu tempat umum. Kamu paham tidak Raiyan. “


Raiyan masih diam. Ia menahan kesalnya.


“ Kau seorang dokter. Seorang kakak. Seorang ahli waris dan pemegang saham paling besar. Mengapa bisa seperti bocah kemarin sore.”


“ Perbuatanku ini, akan aku pertanggung jawabkan.” Potong Raiyan di sela amarah ayahnya.


“ Dengan cara apa? “ tanya Mandala, ayah Raiyan.


“ Aku akan menikahinya.”


“ Kau gila.” Timpal Hazwan .


“ Ya , aku memang sudah gila. “ jawab Raiyan lantang. “ Sebelum kegilaan ini tambah membuatku tidak waras. Aku akan melamarnya dan menjadikannya menantu di keluarga Mandala.”


“ Aku tidak setuju.” Protes Hazwan. “ Bagaimana dengan Bilqis.” Kata Hazwan lagi.


“ Untuk apa mempedulikan Bilqis. Yang ku suka Elisha. Bukan Bilqis. “


“ Kak, dengarkan aku.” Ujar Hazwan. “ Elisha masih berusia 17 tahun. Dia masih kelas 2 SMA . Apa kak Raiyan tahu itu.”

__ADS_1


“ Apa kamu paham maksud Hazwan. Jangan hanya memikirkan dirimu saja. Pikirkan gadis itu. Sekarang mungkin saja dia akan di skor dari sekolah. Dan mungkin juga, akan langsung di keluarkan. Atau kamu tidak peduli dengan nasib gadis itu.” Ujar mandala.


Raiyan tidak berpikir sejauh itu. Ketika mencium Elisha. Awalnya hanya ingin berpura-pura. Tapi, entah mengapa. Suasananya menjadi berubah. Dan ia pun mencium Elisha.


__ADS_2