Sedih Dan Cinta

Sedih Dan Cinta
Chaft. 21 { Mengetahui perasaan putrinya }


__ADS_3

Chafter 21.


Aku menemukan sosok yang aku cari, dan kemudian aku menahan kepergiannya.


“ Dokter Raiyan.” Panggilku.


Raiyan menghentikan langkahnya dan menoleh ke arahku.


“ Bagaiman keadaanmu?” tanyaku.” Apakah lukanya sudah membaik?” tanyaku lagi.


Raiyan masih diam. Ia memandangku dengan wajah yang tak bisa di tebak.


“ Maaf.” Kataku sedikit takut ketika melihat ekspresinya yang dingin.


Mata kami saling beradu ketika ia berjalan melangkah kearah ku. Aku yang merasa tidak nyaman, melangkah mundur. Dan ketika langkahku terhenti, tersudut ke dinding. Aku diam dengan memandang kesempurnaan yang dimilikinya. Wajahnya yang tampan meski memiliki bekas goresan, tetap terlihat menawan dengan tubuh athletisnya.


Deg... Deg...


Dadaku berdetak semakin cepat. Raiyan yang berdiri terlalu dekat dan menyudutkan tubuhku ke dinding seolah membuat debaran jantungku tidak seirama. Mata kami masih saling beradu.


“ Siapa kamu?”


Pertanyaan Raiyan membuatku menggigit bibirku. Raut wajahnya seolah menunjukkan jika ia tidak ingin mengenalku.


‘Apakah semua akan berakhir seperti ini?'


Tatapannya yang tajam seolah menusukku. Ada kebencian yang terlihat di balik mata itu. Aku ketakutan, dengan pelan aku mendorong tubuhnya menjauh dariku. Dorongan itu ia tahan dengan menabrak tubuhku. Aku semakin tersudut ketika wajahnya semakin mendekat. Wajahku langsung terlihat memerah dengan tubuh yang gemetar.


“ Apa yang harus aku lakukan?” kataku dalam hati.


Wajah tampannya seolah terlihat membius ku. Berlahan aku membuang pandanganku kearah samping.


“ Bisakah kau tidak mendekatiku lagi.”


Perkataan raiyan seolah mengejutkanku. Aku membalikkan wajahku dan ingin menatapnya. Tapi, tiba-tiba bibirku tak sengaja bersentuhan dengan bibirnya. Kami diam dengan mata yang masih memandang. Sentuhan bibir kami seolah membuat perasaan kami tidak bisa berbicara sepatah kata pun.


Raiyan menarik dirinya dan melangkah pergi. Dalam keheningan. Aku menyentuh bibirku. Perasan bingung seolah membuatku memandang kepergiannya.


Rasa apa ini?

__ADS_1


Rasa yang begitu dalam.


Benci atau cinta.


Aku pun tak tahu.


Tapi, rasa ini seolah berkecamuk.


Cinta atau bukan.


Mungkin hanya aku yang merasakannya.


**


Mandala menceritakan segala yang terjadi ketika video ciuman putranya itu menjadi viral. Tidak ada cerita yang di tutupi oleh Mandala. Dari ia mengusir ibunya Bilqis dan juga Elisha.


Hamdan sebenarnya merasa kesal dengan sikap arogan Mandala. Dengan mengusir putrinya, ia menyimpulkan jika Mandala seorang yang suka seenaknya.


“ Menurutku.” Ucap Mandala. “ Sebaiknya putrimu dan putraku kita pertunangkan saja. Agar video viral ini tidak menjadi aib di masa depan.” Jelas Mandala.


“ Kurasa itu ide yang bagus.” Timpal Bondan.


Mandala hanya diam ketika Mira berkata seperti itu. Hamdan yang masih belum memiliki keputusan teringat akan sesuatu.


Ketika aku mengejar Raiyan. Ayah sempat menahan ku. Tapi, siapa sangka. Jika ayah melihat ku dari balik kaca yang tak terlihat dari luar.


Hamdan memandang putrinya dari jauh. Perasaan yang bingung membuatnya memutuskan.


“ Maafkan aku Mira.” Kata Hamdan. “ Mungkin ini untuk kebaikan Elisha. Jika boleh, aku ingin menyetujui pertunangan ini.” Ujar hamdan lagi.


Mira memandang calon suaminya dengan mata yang dingin. Perlahan ia memandang kearah putrinya yang sejak tadi hanya diam dan menunduk saja.


“ Elisha.”


Panggilan ibu membuatku mengangkat kepalaku dan memandangnya.


“ Ibu ingin kau menjawab dengan jujur.” kata ibu yang membuatku seketika mengerutkan alis. “ Maukah kamu bertunangan dengan putra dari keluarga Mandala.” Sambung ibu lagi.


Perasaan bingung membuat diriku tak mampu menjawab. Aku diam bukan berarti aku menolak. Rasa ragu dan bingung semakin menyelimutiku. Di dalam kebingungan itu, wajah Raiyan muncul di depanku. Sikapnya yang dingin, membuat jantungku berdebar sendiri. Ada rasa dimana aku tidak mengerti. Rasa ini yang membuat aku bertanya.

__ADS_1


Cinta atau bukan.


“ Aku rasa.” Kata Mira setelah menunggu jawabanku. “ Segalanya harus di pertimbangkan.” Ujar Mira lagi. Ia memandang kearah Hamdan dengan memberi isyarat jika semua ini butuh proses.


Mandala tahu betul jika ini tidaklah mudah. Dengan meminta bantuan Bondan. Akhirnya Bondan ikut berbicara.


“ Bukan aku ikut campur, kak Hamdan. Tapi, mempertimbangkan Elisha dengan Raiyan hal yang baik. Karena, siapa pun tidak akan mempermasalahkan video itu jika mereka sudah bertunangan. Dan jika bertunangan, bukan berarti mereka berdua harus cepat menikah. Setidaknya Raiyan bisa belajar memiliki tanggung jawab kepada Elisha.” Jelas Bondan.


Sebenarnya penjelasan Bondan memang ada benarnya. Akan tetapi, Hamdan khawatir Mira akan marah. Hamdan meminta waktu sebentar ke Mandala dan Bondan. Ia membawa Mira kedalam ruang kerjanya.


“ Kamu ingin menyetujui pertunangan inikan.” Ujar Mira dengan nada bicaranya yang sedikit tinggi.


“ Bukan aku ingin menyetujui pertunangan ini. Aku hanya khawatir Mandala akan melakukan hal licik untuk menggunakan video tersebut. Dan pada akhirnya, Elisha akan di permalukan.” Jelas Hamdan.


Sebenarnya Hamdan ingin menceritakan apa yang dilihatnya. Menurut pengamatannya. Ketika ia melihat Raiyan menyudutkan putrinya, ia merasa diantara mereka berdua memiliki ikatan batin. Namun, mereka tidak menyadarinya.


“ Untuk apa Mandala melakukan itu.”


“ Investor.” Jawab Hamdan.


“ Jika kamu menyelamatkan putrimu. Mengapa kamu tidak menginvestasikan modalmu di perusahaan barunya dan tidak usah bawa putri kita di dalam dunia bisnis.”


Hamdan paham betul maksud Mira. Masalahnya bukan itu, jika saja Mira melihat Elisha yang bibirnya tak sengaja bersentuhan dengan Raiyan. Mungkin ia akan mengerti.


“ Ada hal yang tidak kamu mengerti.”


“ Maksudmu apa yang tidak aku mengerti.”


Hamdan awalnya ragu untuk menceritakannya. Dalam hal ini, Hamdan tidak memiliki pilihan. Berlahan ia menceritakan apa yang dilihatnya.


“ Maksudmu putra Mandala menyukai putri kita. Dan begitu juga sebaliknya dengan Elisha.”


Hamdan mengangguk dan berkata. “ Mungkin Elisha tidak memahami perasaannya. Begitu juga sebaliknya dengan putra Mandala. Meski pun aku melihat jika putra Mandala seolah ingin menghindari perasaannya. Tapi, aku yakin jika dia menyukai Elisha.”


“ Apa kau yakin ini masalah perasaan putri kita. Bukan masalah tentang bisnis.”


“ Kamu tidak perlu khawatir. Jika Mandala menginginkan lebih dari pertunangan. Aku akan membuat dia menyesal untuk merencanakan hal pertunangan ini.”


Mira memang tidak bisa menolak. Ia percaya jika Hamdan akan melindungi putrinya. Akan tetapi di balik pintu. Aku mendengar semuannya. Aku bertanya pada diriku. Apakah ini cinta? Ketika aku bertemu, mengapa hati ini ingin mendekat. Seolah aku ingin ia memandangku sebagai seorang wanita, bukan sebagai seorang gadis ABG.

__ADS_1


__ADS_2