Sedih Dan Cinta

Sedih Dan Cinta
Chaft. 28 { Raiyan dan Elisha }


__ADS_3

Chafter 28.


Di sepanjang perjalanan. Raiyan hanya diam. Ia nampak serius mengemudikan mobilnya. Berlahan aku memandangnya sebentar. Wajah yang masih terlihat bekas goresan membuatku merasa bersalah. Andai saja, aku tidak bertemu dengannya. Mungkin dia tidak akan mengalami hal seperti ini. Tapi, hari ini. Aku ingin sekali bersamanya. Apakah aku boleh seperti itu? Mementingkan perasaanku dari pada mempedulikan kekhawatiran ibu.


“ Dokter Raiyan. “ panggilku.


Raiyan yang mendengar panggilanku, hanya memandangku sebentar. Lalu ia kembali fokus ke depan.


“ Boleh aku tahu, dokter mau bawa aku kemana?” tanyaku.


“ Jika aku mau membawa mu pergi jauh. Apakah kamu menyetujuinya? “


Aku diam mendengar jawabannya. Perasaan bingung menyelimutiku.


“ Aku Cuma bercanda.” Kata Raiyan ketika melihat ekspresi kebingunganku.


“ Jika aku menyetujui. “ Kataku ragu-ragu. “ Apakah kamu akan memberitahuku kemana kita akan pergi.” Sambungku lagi.

__ADS_1


Raiyan tidak menjawab.


“ Kalau kamu tidak memberitahuku. Lebih baik kamu mengantarku pulang.” Kataku lagi.


Raiyan tersenyum. Ia mengurangi kecepatan mobilnya dan menepi di pinggir jalan tol. Berlahan ia memandangku dan menggenggam kedua tanganku.


“ Elisha. “ kata Raiyan yang seketika membuat jantungku berdegup kencang. “ Maukah kamu ikut bersamaku ke Thailand.” Kata Raiyan kemudian.


Sebenarnya aku agak terkejut. Tapi, ...! Perasaan ingin bersamanya menuntutku.


“ Aku ingin memperkenalkanmu dengan kakekku. Beliau tinggal di Thailand.” Jelasnya.


“ Dua hari lagi. Aku akan menunggumu di bandara. “ Kata Raiyan sebelum ia kembali menghidupkan mobilnya. “ Jika kau tidak datang. Itu artinya kita tidak akan bertemu lagi. “


“ Maksud dokter apa?” tanyaku bingung.


“ Kakekku membuat sebuah rumah sakit yang akan aku kelola di Thailand. Dan aku memutuskan akan menetap tinggal selamanya di sana. “

__ADS_1


“ Tapi, mengapa kau malah mengajakku. Ini sama sekali tidak mungkin dan membuatku merasa bingung.”


Raiyan tersenyum lebar. Dengan lembut ia menarik tubuhku dan memelukku.


“ Maafkan aku, jika selama ini aku bersikap kasar. Aku hanya merasa bingung. Ketika aku melihatmu, aku ingin sekali menghindar. Tapi, hatiku menginginkanmu. Berapa hari aku memikirkan perasaanku. Dan beberapa hari aku mencoba menyakinkan kalau aku...” Raiyan menarik diri dan melepaskan pelukannya. Ia memandangku dengan lekat dan kembali berkata. “ Kalau aku menyukaimu, mencintaimu, dan ingin selalu melihatmu. “


Debaran jantungku semakin kencang. Aku tak sanggup mendengar pernyataan cinta dari pria yang aku suka. Di dalam kebisuannya, Raiyan berlahan mendekat. Wajahnya yang tampan, membuatku tak sadar jika jemariku menyentuh pipinya.


Sentuhan jariku, membuat Raiyan memberanikan diri mengecup bibirku. Ciuman yang lembut membuatku terbawa arus. Aku hampir lemas dan tak berdaya ketika Raiyan melumat bibirku dengan ganas. Tapi, tiba-tiba Raiyan menghentikannya. Ia langsung memelukku dan berkata.


“ Maaf, aku kelepasan.”


Aku tersenyum di dalam dekapannya. Perasaan bahagia ini, seolah membuatku melayang ke udara. Aku ingin selalu bersamanya. Bersama untuk Selamanya !


Note.


Maaf baru upload.

__ADS_1


sibuk banget. sekali lagi maaf ya.


makasih untuk coment nya. biar jadi masukkan buat saya.


__ADS_2