Sedih Dan Cinta

Sedih Dan Cinta
Chaft. 16 { Bondan dan Mandala }


__ADS_3

Chafter 16.


Mandala Pramono terkenal dengan pembisnis yang suka main belakang. Beberapa investor mengetahui cara licik bisnisnya. Terutama sahabatnya yang baru-baru ini di undang untuk menghadiri acara pembukaan perusahaan barunya yang berada dikawasan Kim.


“ Apa kabarmu Bondan.” Tanya Mandala.


“ Tentu saja, baik.” Jawab Bondan.


“ Bagaimana, apa kamu berhasil membujuk pak Hamdan untuk ikut menginvestasikan modalnya di perusahaan baruku.”


Bondan tahu betul jika kakak iparnya adalah pembisnis yang jujur. Sulit baginya untuk membujuk kakak iparnya untuk ikut berinvestasi dalam bisnis Mandala.


“ Mengapa? Dia tidak mau atau kamu yang belum berbicara dengannya.” Kata Mandala lagi.


“ Bukan seperti itu. Hanya saja, akhir-akhir ini kak Hamdan terlalu sibuk.”


“ Apakah sibuk mencari wanita yang telah di hamilnya.” Potong Mandala.


“ Ternyata gosip itu cepat juga menyebar. “ ujar Bondan.


“ Bagaimana tidak cepat menyebar. Jika sekarang mantan istrinya Hamdan adalah adik ipar ku. Aku tahu dari dia. Menurut cerita, Hamdan memiliki seorang anak dari wanita itu. Apa itu benar?”


Bondan diam sejenak. Ia sebenarnya tak ingin menceritakan aib keluarganya. Tapi, karena Mandala sahabatnya sewaktu sekolah dulu. Ia pun akhirnya memutuskan percaya dan menceritakan tentang Hamdan yang bertemu dengan wanita yang di hamilinya beserta putrinya.


“ Seorang putri. Berapa usianya?”


“ Jika tidak salah, 17 tahun. Dulu aku dengar dia tinggal di Karawang.”


“ Wah, suatu kebetulan. Coba saja sedari awal kamu meminta bantuan ku. Mungkin aku akan menemukan putrinya. “


“ Dan pada akhirnya kak Hamdan tidak bisa menolak untuk ikut investasi di perusahan mu. Seperti itu maksudmukan?” potong Bondan dengan menebak maksud sahabatnya.


Mandala tertawa.


“ Lalu, apa yang dilakukan Hamdan setelah bertemu wanita itu dan putrinya.”


Bondan mengingat kejadian dua hari yang lalu. Ketika Mira jatuh pingsan. Hamdan langsung menelpon asistennya yang berada di Jakarta. Ia memintanya menyiapkan mobil dan pesawat pribadi.

__ADS_1


“ Tunggu om Hamdan.” Kataku ketika om Hamdan ingin menggendong ibu ke dalam mobil.


“ Ada apa?” tanyanya.


“ Ibu mau di bawa kemana?”


“ Ke rumah sakit di Jakarta. “


“ Tidak bisa seperti itu. Ibu akan marah. Aku mohon biarkanlah ibu yang memutuskannya.”


Setelah membaringkan mira ke dalam mobil. Hamdan melangkah ke arahku, aku sedikit takut. Kakiku berlahan mundur dengan mata menatap kearahnya.


“ Maukah Elisha memaafkan ayah.”


Ayah!


Dia mengatakan kata ayah. Getir sekali perasaanku. Bertahun-tahun aku tidak pernah berharap jika bakal memiliki seorang ayah. Ini kenyataan, pria di depanku adalah ayah kandungku. Apakah aku bisa memaafkannya. Ada hal yang membuat ku teringat. Ketika di kereta aku pernah mengatakan; ' Jika aku menjadi anak anda yang di perlakukan seperti itu. Mungkin aku tidak akan memaafkan anda.'


Hamdan pun masih mengingat perkataan ku sewaktu kami masih di dalam kereta. Ia tersenyum sambil berkata.


“ Aku memang egois. Tapi, aku mohon. Berikan aku kesempatan untuk memperbaiki segalanya. Menjadi seorang ayah dan juga suami ibumu. Sekali ini saja.”


Aku menyambut tangannya dan memeluknya. Dalam pelukan seorang ayah, aku mengatakan sesuatu.


“ Buatlah ibuku bahagia,om.”


“ Bukan om. Tapi, ayah.” Ujarnya.


“ Ya, Ayah.” Kataku.


**


Bondan mengakhiri ceritanya di depan Mandala. Mandala menghembuskan nafas seolah merasakan sesuatu yang berat.


“ Aku jadi teringat.” Kata Mandala.


“ Teringat apa?” tanya Bondan.

__ADS_1


Mandala menceritakan putra sulungnya yang membuat video viral beberapa pekan lalu.


“ Apakah anakmu akan melakukan operasi plastik? Goresan di wajahnya pasti akan membekas.” Tanya Bondan.


“ Raiyan tidak mau melakukan operasi plastik. Dia malah membiarkan bekas lukanya terlihat. Aku sebagai ayahnya sangat khawatir. “


“ Tapi, aku rasa itu bagus.”


“ Bagus. “ Kata Mandala bingung.” Bagus bagaimana. Bekas luka itu terlihat jelas di pipinya. Itu akan memalukan aku di depan umum.”


“ Kamu malu jika anakmu cacat.”


“ Bukan begitu Bondan. “ ujar Mandala. Ia mengambil segelas minuman dan meminumnya. “ Aku hanya ingin ia kembali bersemangat. Menjadi seorang dokter adalah cita-citanya. Meskipun sebenarnya aku tidak setuju. Dan sekarang gara-gara wanita itu anakku harus mengalami hal seperti ini. Belum lagi ia membuat putra keduaku menuruti kemauannya. Gadis itu bagiku sungguh mengerikan.”


“ Jangan sudzhon dulu. Siapa tau dia berubah.”


Mandala diam saja. Ia malah ingin mencari cara untuk menyingkirkan Bilqis dari kehidupan putranya.


“ Soal perjodohan itu. Putriku tidak menyetujuinya.“ tutur Bondan di dalam keheningan Mandala.


“ Mengapa? Apa karena bekas luka di wajah Raiyan.”


“ Bukan seperti itu. Vianka sudah memiliki pacar.”


“ Kamukan bisa memaksanya.”


“ Mandala, aku bukan ayah yang suka memaksa kehendak putriku. Tapi, jika kau mau. Kau boleh menjodohkannya dengan putri dari kak Hamdan.”


“ Diakan masih terlalu muda.”


“ Itu tidak akan menjadi masalah. “ jawab Bondan.” Selain itu, ini adalah cara yang bagus untuk membuat kak Hamdan menyetujui untuk menjadi investor mu.”


Ide Bondan ada benarnya, pikir Mandala.


“ Bagaimana caranya aku menjodohkan putraku ke putrinya Hamdan.”


“ Kak hamdan pasti akan mengumumkan status putrinya dan juga status Mira. Dan ketika ia mengadakan pesta dan syukuran. Aku akan mengundangmu dan keluargamu. “

__ADS_1


“ Apa kau yakin.”


Bondan mengangguk. Mandala percaya jika Bondan akan membantunya.


__ADS_2