Sedih Dan Cinta

Sedih Dan Cinta
Chaft. 7 { Kiss }


__ADS_3

Chafter 7.


Hazwan dan Bilqis lebih awal tiba di taman Mall KCP. Di depan taman Mall KCP. Terlihat air mancur yang bermain-main turun naik. Bilqis memperhatikan air terjun tersebut dengan kenangan masa kecilnya.


“ Elisha. Coba lihat air terjunnya bisa bermain sendiri.” Kata Bilqis ketika aku masih berusia 10 tahun.


“ Bagusnya.” Kataku. Aku memang menyukai air terjun. Bagiku air terjun itu airnya terlihat indah.


Bilqis tertawa sendiri. Dan ketika Hazwan menyadari hal tersebut. Ia langsung bertanya.


“ Apa ada hal yang lucu di air mancur itu ?”


Bilqis menggeleng.


“ Lalu, mengapa kamu tertawa.”


“ Elisha, paling suka dengan air terjun. “


“ Tapi, itu kan air mancur.”


“ Ya, aku tau. Cuma sepertinya aku merasa bersalah dengan Elisha.”


“ Salah.” Kata Hazwan bingung.


“ Ibuku masuk rumah sakit karena tekanannya tinggi.”


“ Mengapa kamu enggak kasih tahu aku.” Potong Hazwan.


“ Aku tidak mau ngerepotin kamu, Hazwan.” Kata Bilqis. “ Karena, aku sibuk kuliah dan sibuk mencari info kak Raiyan. Aku melupakan tanggung jawabku sebagai seorang kakak.”


“ Syukurlah jika kamu menyesalinya.”


“ Aku memang menyesalinya. Tapi, untuk mendapatkan kak Raiyan aku tetap nomor satukan.”

__ADS_1


Hazwan menarik nafas. Seolah ia merasa sudah tidak memiliki harapan. Ia berpikir jika Cintanya akan terus bertepuk sebelah tangan.


“ Aku mau ke toilet dulu. Jika kak Raiyan datang, khabari aku ya.” Kata Bilqis dan kemudian pergi meninggalkan Hazwan sendirian di taman.


Tidak lama, aku dan Raiyan tiba di taman. Raiyan sempat menarik ku dan menggandengku.


“ Kenapa seperti ini sih. “ kataku sembari menolaknya.


“ Dari tadi aku kan sudah bilang. Jika kamu menolak ku. Maka Sandiwara kita ini akan sia-sia.”


Tidak ada pilihan. Akhirnya aku membiarkannya menggandeng tanganku.


Dari balik kerumunan. Tanpa kami sadari, seseorang yang ingin kami temui. Melihat kehadiranku. Begitu juga Hazwan yang awalnya duduk di kursi taman, langsung berdiri melihat kakaknya yang berjalan kearahnya.


“ Elisha.”


Suara yang tidak asing memanggilku dari belakang. Aku menoleh dan siapa kah pemilik suara itu?


Kak Bilqis !


“ Kak Raiyan.” Kata Hazwan. Ia memang terlihat kaget, sama seperti Bilqis.


Tangan Raiyan yang masih menggenggam tanganku seolah menjadi pertanyaan untuk mereka berdua.


“ Ada apa ini? Mengapa ada kak Bilqis.” Tanyaku dalam hati.


“ kamu ngapain kesini?” tanya Bilqis. Ia sedikit menahan emosinya ketika melihat tangan Raiyan masih menggandeng tanganku.


“ Bukankah hari ini kita double date.” Jawab Raiyan.


Raiyan mengerti sekali situasinya kurang baik. Ia menarik tubuhku, dan mendekapku dalam pelukannya.


“ Aku perkenalkan. Ini Elisha Ramadhani. Kekasihku.”

__ADS_1


Hazwan yang sedari tadi bungkam akhirnya berkata lantang.


“ Kak Raiyan tahu, siapa Elisha ini.”


Raiyan tak menjawab.


“ Elisha adiknya Bilqis. Dan dia masih dibawah umur.” Jelas Hazwan.


“ Lalu kenapa jika Elisha masih di bawah umur. Aku menyukainya.”


“ ini tidak benar.” Potong Bilqis. “ Kamu pasti mengancam adikku. Dan memintanya untuk menjadi kekasihmu. Apa itu benar kak Raiyan ?”


“ Kalian ingin bukti apa lagi. Aku benar-benar pacaran dengan Elisha. Aku tulus menyukainya.”


“ Katakan padaku jika kamu diancam, Elisha.”


Suara keras Bilqis membuat pengunjung taman memperhatikan mereka.


Aku masih diam. Tanganku terasa gemetar. Raiyan menyadari rasa takutku. Lalu, tanpa bicara. Ia memalingkan tubuhku dan menatap mataku dengan lekat.


Bilqis masih diam di tempatnya. Sedangkan Hazwan hanya bisa mengamati apa yang akan di lakukan kakaknya.


Raiyan meraih daguku. Dan berlahan jemarinya menyentuh lembut bibirku. Aku terpaku dengan wajah yang mulai memerah. Tatapan matanya yang indah, senyumnya yang lembut membuat diriku melupakan keberadaanku. Aku terbuai ketika ia mulai mendekatkan bibirnya. Tapi, ketika bibirnya mendekat ia menutup bibirku dengan kedua jarinya. Aku sempat terkejut. Ia tidak benar-benar menciumku. Ini Cuma bohongan.


Wajahnya yang sangat dekat. Membuat jantungku berharmony indah. Apa yang harus aku lakukan? Itu yang terkilas di benakku. Ketika ia menarik bibirnya. Ia berbisik lembut.


“ Tutup matamu.”


Aku menuruti perintahnya. Dan sesuatu terasa mulai mendekat, bibirnya yang lembut seketika menyentuh bibirku. Tanganku mencengkeram belakang bajunya. Ada rasa takut dan rasa aneh menyentuh bibirku. Jantungku berdegup semakin kencang. Seolah tidak bisa senada.


Pengunjung taman semakin ramai ketika Raiyan menciumku. Bilqis yang tiba-tiba menarik ku, membuatku tersadar.


“ Cukup.”

__ADS_1


Teriaknya.


Bilqis kemudian menarikku dan menyeretku keluar dari mall.


__ADS_2