
Chafter 27.
Jam pulang sekolah tiba. Aku berjalan keluar menuju parkiran. Biasanya pak Asep sudah menungguku. Tapi, ketika ku lihat. Pak Asep dan mobil yang biasanya menjemputku, tidak ada di tempat seperti biasanya.
“ Mungkin dokter Raiyan sudah izin ke ayah. Jadinya pak Asep tidak menjemputku. “ gumamku.
“ Hallo nona manis.”
Suara Fandi terdengar dari belakangku. Aku menoleh dan kudapati senyum sumringah nya yang nampak konyol.
“ Menurut ilmu kedokteran. Jika seorang gadis suka ngomong sendiri. Itu tanda-tanda mendekati kegilaan.” Jelas Fandi.
Mendengar penjelasannya, aku Langsung manyun.
“ Ilmu ke dokteran dari mana itu.” Tanyaku.
“ Dariku.” Jawabnya dengan di susul tawa.
Aku menghela napas. Fandi memang suka bercanda. Tapi, aku tersadar ketika melihat dokter Raiyan menungguku diluar pagar sekolah.
“ Cakep ya cowok itu.” Kata seorang gadis yang satu sekolah denganku.
“ Wih, blesteran kali.” Kata temannya lagi.
Entah mengapa, ketika mendengar dokter Raiyan di puji. Perasaan tidak suka seolah membuatku kesal. Aku langsung cemberut melihat gadis yang memujinya.
__ADS_1
Fandi yang tiba-tiba diam ketika melihat kehadiran Raiyan. Menarik tanganku.
Aku sedikit terkejut dan menepisnya pelan.
“ Rupanya kamu mengetahui jika dia datang ke sini.”
Suara Fandi terdengar serius. Baru kali ini aku melihat ekspresi wajahnya seperti itu.
“ Sekarang kamu diam di sini. Biar aku yang urus dia.” Kata Fandi.
“ Maaf, Fandi. Aku rasa itu tidak perlu.” Kataku.
Fandi bingung, ia sempat mengerutkan kedua alisnya.
“ Aku tidak bisa menjelaskannya. Tapi, dokter Raiyan sudah minta izin dengan ayahku. “
Aku terkejut dengan membalas tatapannya.
“ Kamu menyukainya atau tidak ?”
Pertanyaannya membuat mulutku sedikit terbuka.
Fandi tertawa kecil.
“ Kau pasti menyukai kakak ku.”
__ADS_1
Kakak!
Cerita ayah tentang Kannika Jane sepertinya bukan rahasia lagi. Fandi pun mengetahuinya. Tapi, apakah Raiyan juga mengetahuinya?. Sesaat aku berpikir. Jika cerita Kannika Jane itu bukan kebohongan. Wanita itu memang benar ibu dari Raiyan dan Anggara adalah ayah kandung Raiyan. Sedangkan Fandi ? Tentu saja adiknya Raiyan.
“ Kamu kaget. Jika aku mengetahui siapa sebenarnya Raiyan Mandala.” Kata Fandi. “ Sekarang apakah aku boleh melarangmu untuk pergi bersama kakakku.” Kata Fandi lagi.
Aku tersenyum memandang Fandi. Dan kemudian, sejenak mataku mengarah ke tempat Raiyan yang sedang menungguku.
“ Maafkan aku, Fandi. Maaf.” Kataku sembari melepas genggaman tangannya dan kemudian pergi.
“ Kau mencintainya kan.”
Suara Fandi menghentikan ku. Aku menoleh kearahnya dan tersenyum.
“ Jika aku mengatakan sesuatu. Maukah kamu mendengarnya.” Kata Fandi lagi.
“ Apa yang ingin kamu katakan?” tanyaku.
“ Aku menyukaimu.”
Kejutan yang tidak aku sangka. Fandi menyukaiku. Suka seperti apa? Aku pun belum mengerti. Tapi, aku memutuskan tidak menjawab dan pergi meninggalkannya.
Fandi yang sendirian, seolah menyadari satu hal. Jika Elisha menyukai kakaknya. Dalam kebisuannya, ada hal yang ingin ia perjuangkan. Yaitu Cinta dari Elisha.
Note. Terima kasih untuk pembaca setiaku. dukung selalu karyaku. ya ya...ya
__ADS_1
x