Sedih Dan Cinta

Sedih Dan Cinta
chafter 39 ( Akhirnya bertemu )END


__ADS_3

Chafter 39


Hujan turun begitu deras ketika aku tiba di stasiun kereta Jakarta. Kareana, hujan belum juga berhenti. Akhirnya aku memutuskan untuk duduk menunggu hujan reda. Sudah hampir setengah jam. Hujan belum juga berhenti. Aku berpikir tidak ada waktu untuk terus menunggu lebih lama lagi.


“ Sebaiknya aku segera mencari gocar biar tidak kebasahan sampai rumah. “ Gumam ku sembari menekan aplikasi gocar di ponselku.


“ Duh kenapa lelet sih signal.” Keluhku.


Aku beranjak dari tempat duduk dan mencoba menjunjung ponselku.


“ Semoga dapat signal. “ ujarku lagi sambil berjalan. Tanpa aku sadari, arah langkahku berjalan kearah yang tidak sesuai arah. Aku tidak melihat jika ada seseorang yang berjalan di depanku.


Bruk...


Aku menabrak seseorang hingga jatuh menindih tubuhnya.


“ Maaf.” Kataku sembari bangkit dari tubuhnya.


“ Hey “ kata seseorang yang kini berdiri di depanku. “ Termos air panasku pecah. Apa kau ingin berkata jika ini semua salahku.” Sambungnya lagi.


Aku terdiam sambil menatap lekat pria yang tidak asing dan begitu sangat ku rindukan itu.


“ Apa kamu tak ingin menjawab, kalau kau akan mengganti nya.” Katanya lagi.


Air mataku seketika menetes. Perasaan yang tak sanggup ku bendung seolah membuatku menangis sejadi-jadinya. Pria itu melangkah, mendekat dan menggapai tubuhku. Lalu memelukku dengan perasaan yang tak bisa ia ungkapkan.


“ Mengapa kau tak mencari ku?” tanyaku.


“ Banyak hal yang tak bisa ku jelaskan.”


Aku melepaskan pelukannya.


“ Karena ayahku kan.” Kataku lagi.


Dia hanya diam.


“ Jawab dokter raiyan. Jawab!” desakku sedikit bernada tinggi.


“ Sudahlah, tidak usah di bahas. Yang terpenting aku bisa bertemu denganmu. Itu sudah cukup. “ jawabnya.

__ADS_1


“ Darimana dokter tahu aku di sini.”


“ Dari Hazwan. Dia di beritahu oleh Bilqis, jika kamu dalam perjalanan pulang.”


Aku hanya mengangguk dan kembali memeluk nya.


“ Dokter raiyan, bawa aku pergi dari sini. Aku ingin pulang.”


“ Baik tuan putri. “


Sikaf raiyan sedikit berubah. Ia lebih lembut dan tak terlihat memaksa seperti dulu.


“ Tapi.” Kata raiyan.


“ tapi apa? “ Tanyaku bingung.


“ Tapi, ...”


Raiyan tersenyum. Senyum yang membuat dadaku berdegup dengan kencang.


Deg...


Aku tersenyum dan raiyan pun sebaliknya.


***


Kannika Jane sengaja membuat janji dengan Hamdan,mira dan juga anggara.


“ Aku paham jika kau tidak menyukai putraku. Tapi, aku mohon jangan seperti ini. Tidak cukupkah kau melihatku menderita. Hampir 24 tahun Mandala mengurungku. Apa masih terasa kurang. Dan sekarang kau ingin membuat putraku menderita.” Ujar Kannika Jane.


“ Aku sebagai ayah nya raiyan. Memohon kepada sahabatku. Anggap saja persetujuanku adalah bukti dari persahabatan kita selama ini.” Tambah Anggara.


Hamdan diam sejenak. Ia memandang kedua sahabatnya. Dan pada akhirnya Hamdan tertawa lepas. Anggara dan Kannika bingung. Mereka saling pandang.


“ Putriku.” Kata Hamdan mengalihkan pandangannya kearah Mira. “ putriku memang keras kepala seperti ibunya.”


Mira cemberut dan berkata. “ Apa an sih kamu mas.”


Hamdan meraih tangan Mira dan menggenggamnya.

__ADS_1


“ Hari ini, keputusan mu adalah keputusan ku. Jadi, ... Jawaban istriku adalah jawabanku.”


Hamdan mengalihkan tatapannya kembali kearah Kannika Jane.


“ Bagaimana Mira. Apakah kamu merestui putraku untuk bersama putrimu?” tanya Kannika yang seolah sedikit berhati-hati dengan ucapannya.


“ Aku bukan ibu yang egois.” Ujar mira. “ Meski aku melarang putriku, dia tetap akan berlari kepelukan putramu.”


“ Jadi! “ potong Anggara.


“ Kami merestuinya.” Jawab Mira dan Hamdan berbarengan.


“ Selain itu, bilang kepada putramu.” Tambah Hamdan. “ Jika ia ingin menikahi putriku. Tolong pulangkan putriku lebih dulu sebelum restunya di batalkan.” Sambung hamdan.


Kannika Jane, Anggara dan Mira tertawa mendengar ucapan Hamdan.


Memang benar. Sedari awal raiyan menjemput ku distasiun kereta. Raiyan tidak langsung mengantarku pulang. Ia malah membawaku kerumah barunya. Rumah yang sengaja dia beli untukku. Aku berlari ketika raiyan ingin membalas siraman air dari keran yang sengaja ku buka.


Di taman yang luas dan indah. Raiyan dan aku saling mencari senyum dan kebahagian. Aku beberapa kali menghindar ketika ia ingin menyiramku.


“ Hentikan raiyan.” Kataku sambil mendorongnya .


Raiyan jatuh dengan menarik tanganku. Kami berdua jatuh ketanah dan saling berpandangan.


“ Elisha.” Panggilnya.


“ Ya. “ kataku dengan memandangnya.


“ Aku bukan pria yang romantis.”


Mataku sedikit ku sipitkan, seolah tidak mengerti maksud yang ingin ia katakan.


“ Will You Merry me.”


Aku tersenyum.


“ Yes.” Jawabku.


Raiyan langsung menarik ku dan menenggelamkanku kedalam ciumannya yang hangat.

__ADS_1


END.


__ADS_2