Sekedar Pengganti

Sekedar Pengganti
Chapter 37


__ADS_3

"Mau jalan-jalan nggak? Kayaknya kita butuh liburan," ujar Raka selesai dengan ritual melepas rindunya.


"Jalan-jalan? Ke mana?" tanya Shanum dengan wajah merona dan senyum malu-malu.


"Hhmm ... ke mana, ya? Bali? Lombok? Terserah, deh, ke mana aja. Yang penting kamu seneng." Raka merangkul bahu istrinya, setelah melewati masalah mereka terlihat semakin mesra.


"Mmm ... ke mana, ya? Kita berdua aja?" Shanum menoleh pada suaminya. Jelas terlihat binar di kedua mata itu.


"Kamu maunya gimana?" Raka menyelipkan rambut sang istri ke belakang telinga. Dalam hati tak henti mengagumi kecantikan wanita yang ia nikahi enam bulan lalu itu.


"Aku pengennya ajak semua karyawan liburan. Udah lama mereka nggak pergi ke mana-mana. Kasihan kerja terus," ucap Shanum begitu perhatian kepada semua karyawannya.


"Ok. Nggak masalah. Ke mana, dan kapan kita pergi?" Raka mendekatkan wajah pada pipi Shanum.


"Mmm ... ke mana, ya? Ke Bali, deh. Nggak apa-apa, 'kan?" Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Shanum memutuskan. Ia menoleh dan tak sengaja bibir mereka beradu.


Hal itu tidak disia-siakan Raka untuk memagutnya dengan cepat. Shanum merona, dan Raka terkekeh penuh kemenangan. Wanita itu berpaling karena malu, tak menyangka akan ada adegan tak terduga.


"Kapan jadinya?" Raka mendekap tubuh sang istri dengan mesra.


"Sabtu sama Minggu, dua hari, ya. Nginep di sana," kata Shanum dengan senang.


"Siap!"


****

__ADS_1


"Teman-teman, Sabtu sama Minggu jangan terima orderan dulu, ya. Toko tutup selama dua hari karena Bos besar akan mengajak kita liburan ke Bali!" seru Shanum dengan riang gembira.


Kelima karyawan Shanum bersorak gembira. Melihat itu Shanum merasa bahagia, menjatuhkan kepala di bahu suaminya dengan manja. Semakin jatuh cinta pada laki-laki itu.


"Makasih, Bos! Tapi ngomong-ngomong kita boleh ajak keluarga nggak nih?" sambar salah satu karyawan penuh harap.


"Ya, boleh, tapi jajan ditanggung sendiri."


Mereka tergelak, senang bukan main. Sore itu, Shanum dan Raka kembali ke rumah bersama-sama. Keduanya sudah terlihat harmonis dan mesra. Tak lupa, mereka singgah di toko Raka untuk menyapa dua karyawan di sana.


"Kayaknya mereka udah akur." Doni berbisik kepada Irwan.


Keduanya menatap mobil Raka yang terparkir tepat di depan toko.


"Ya, maklum. Pengantin baru, ada masalah itu biasa." Irwan kembali berbisik merasa lebih berpengalaman.


"Wuih! Udah baikan ceritanya. Mesra banget, bikin iri para jomblo." Irwan melirik Doni. Pemuda itu mendengus, tersindir jiwa jomblonya.


Raka terkekeh, ia duduk di kursi depan toko tak berniat untuk masuk ke dalam.


"Sabtu sama Minggu libur dulu, ya." Raka memulai perbincangan.


"Lho? Kok, libur? Emangnya kenapa?" tanya Doni dengan bibir mengerucut ke depan.


"Kalo kamu mau kerja, ya nggak apa-apa. Kerja aja, tapi kalo nggak aku mau ajak kalian jalan-jalan. Dua hari ... Sabtu sama Minggu ... ke Bali." la mengangkat dua jari ke atas.

__ADS_1


"Serius ini?" Irwan membelalak senang.


"Serius, dong. Kalian juga boleh bawa pasangan. Itupun ... kalo ada." Raka melirik Doni, yang disindir senyumnya raib dan mendengus kesal.


"Wah, beneran ini? Istriku pasti seneng." Irwan terlihat tak sabar ingin memberitahu sang istri. Kabar baik bagi wanita hamil itu.


"Iya, biar nemenin aku juga di sana." Shanum menimpali.


"Eh, mana bisa? Kita berdua aja, aku mau habisin waktu sama kamu, kok." Raka menolak. Shanum dibuat merona olehnya, ia melirik tak enak pada Doni.


"Iya, iya. Yang mau bulan madu!" Irwan mengejek sambil menyenggol Doni. Sepupu Raka itu terlihat cemberut, sosok jomblonya tersinggung.


"Ya udah, kita pamit, ya." Raka dan Shanum pergi, mereka kembali lebih dulu.


Irwan terlihat sumringah, tak sabar ingin segera pulang ke rumah memberitahu kabar gembira kepada sang istri.


Shanum teringat pada Lia, sahabatnya yang juga berstatus jomblo sama seperti Doni.


"Kita ajak Lia, ya? Siapa tahu bisa cinlok sama Doni. Mereka, 'kan, sama-sama nggak punya pasangan," ujar Shanum berniat menjodohkan mereka berdua.


"Oh, iya. Kamu bener. Ya udah, ajak aja. Sabtu Minggu dia libur, 'kan?" sahut Raka setuju.


"Iya, Sabtu Minggu dia libur. Nanti aku kabarin kalo udah sampe di rumah."


Teringat masa-masa sebelum dia menikah, begitu sering menghabiskan waktu bersama Lia di akhir pekan. Ke mana saja, yang penting mereka senang dan menikmati waktu kebersamaan.

__ADS_1


Setibanya di rumah, mereka dikejutkan dengan kedatangan tamu di rumah mereka.


__ADS_2