Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
101


__ADS_3

Ya benar saja yang awalnya Akmal dan Ara duduk nya berjarak satu jengkal tangan sekarang tangan Ara sudah berada di atas dada bidang sang suami dengan kaki sebelah kanan sudah berada di atas kaki sebelah kanan sang suami dan tangan Akmal yang sekarang sudah berada di atas perut sang istri sambil mengelus perut tersebut dan dengan kaki sebelah kanan nya yang di buat tumpuan kaki sebelah kanan sang istri.


"Dih gini nih yang namanya orang-orang yang iri lihat orang lagi mesra-mesraan, cibir Ara.


"Kakak mah ganggu kita lagi mesra-mesraan aja ih, ucap Ara dengan kesal.


"Di gini nih orang nggak tau situasi dan kondisi, jawab cibiran Faish.


"Orang lagi di rumah orang juga mesra-mesraan gitu dih, ucap Faish lagi.


Sedangkan Ara hanya melengos kesal mendengar ucapan sang kakak.


"Sudah Sayang tidak baik berbicara seperti itu dengan kakak kamu sendiri, sahut Akmal sebagai penengah.


"Kak Faish dulu yang mulai by, ucap Ara sambil menunjuk sang kakak dan seketika jari nya di turunkan oleh Akmal, lalu Akmal menggelengkan kepalanya pertanda tidak boleh bicara seperti itu.


Ara yang melihat kode dari sang suami pun langsung paham ia pun langsung diam.

__ADS_1


Lalu Ara menarik nafas dalam dan mengeluarkan nya perlahan. Huh.


Jika Akmal sudah mengeluarkan kode-kode seperti itu, itu pertanda omongan Akmal tidak boleh di bantah, Akmal tau perdebatan antara Kakak dan adik tersebut tidak akan berakhir jika tidak ada penengah, karena mereka memang sama-sama tidak ada yang mau mengalah untuk berhenti berdebat terlebih dahulu.


Lalu mereka pun diam.


Tiba-tiba Azka datang dan langsung mengajak mereka untuk sholat bersama lalu setelah itu makan malam bersama karena sekarang sudah waktunya sholat Maghrib.


"Mau makan malam dulu atau sholat dulu?, tanya Azka pada semua orang yang berada di sana.


"Kalo mau makan dulu aku siapin dulu makan malam nya, ucap Azka lagi.


"Loh nggak makan malam dulu disini Ra?, tanya Azka.


"Nggak ah makasih, aku mau makan di luar aja, tolak Ara halus sambil sedikit tersenyum ke arah Azka.


Entah lah Ara tiba-tiba bad mood untuk berbicara, mood nya hancur karena bertemu dengan kakak nya, tidak tau karena apa.

__ADS_1


"Kita nggak sholat di sini dulu sayang?, bentar lagi kan mau Magrib, ucap Akmal pada Ara namun Ara hanya diam sambil melihat ke sembarang arah.


Mungkin Ara sedang ngambek atau sedang mogok bicara.


"Aku pamit dulu ya Ka, baiii, ucap Ara.


"Assalamualaikum, ucap nya lagi lalu pergi dari hadapan mereka semua.


"Kenapa tu bocah?, tanya Kak Faish pada Akmal.


"Biasa lah kak, bumil muda suka ngambek, nanti juga baikan sendiri, jawab Akmal sambil tersenyum ke arah sang kakak ipar.


"Ya udah kalo gitu Akmal nyusulin Ara dulu ya, takut tambah meledak-ledak nanti ngambek nya, pamit Akmal pada Kakak iparnya.


Lalu di angguki oleh sang Kakak ipar.


"Iya-iya cepetan kejar sana, keburu balik sendiri ke hotel nanti, sahut Kak Faish sambil tersenyum meledek.

__ADS_1


Lalu Akmal pun hanya tersenyum lalu mengangguk setelah itu Akmal pun menghilang dari pandangan dua pasang mata calon suami istri yang tinggal menghitung hari tersebut.


Next..........


__ADS_2