Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
89


__ADS_3

Azka yang mendengar nya pun hanya mengangguk sambil tersenyum dengan menundukkan kepalanya, karena malu.


Ia merasa itu bukan bos nya yang di kantor biasanya, yang bersifat dingin dan cuek.


Sedangkan Ara yang melihat serta mendengar itu pun hanya tersenyum, ia ikut merasakan bahagia dengan adanya Azka ia yakin hidup Kakak Faish kedepannya akan lebih berwarna.


_________


Dalam Mobil


"Gimana Ish, cantik kan jodoh pilihan Papa sama Aki?, tanya Papa sambil sedikit menggoda anaknya. Haha.


"Cantik Pa, jawab simpel Faish, karena dia malu jika mau mengatakan sebenarnya. Dasar, malu² buaya 𓃟.


"Aku yakin kalo Kakak Faish udah suka sama Azka, gumam Ara dalam diam sambil tersenyum.


"Pa kita pulang nya kapan, Ara udah kangen sama Hubby, rengek Ara.


"Ara kasihan sama Hubby, dia sering mual setiap pagi kalo nggak tidur sama Ara, rengek nya lagi. Sungguh menggemaskan.


"Apa benar nak Akmal yang sering mual ketika tidak sama kamu sayang?, tanya Mama tidak percaya.


"Eem Ma, jawab Ara sambil menengguk.


Sedangkan Papa hanya tersenyum penuh arti.


"Kita pulang nya kurang lebih satu dua mingguan lagi sayang, ucap Papa menjawab pertanyaan anaknya.


"Yah masih lama dong, Ara udah kangen banget sama Hubby, hikss hikss, tangis Ara sambil cemberut.


"Sabar ya sayang, mungkin nanti kamu bisa suruh suami kamu buat jemput kamu di sini, kan sekalian kita adain acara pernikahan plus resepsi Kak Faish biar nggak bolak balik Bandung Solo Bandung Solo, Mama takut kamu kecapean, ucap Mama menenangkan hati Ara.


Ara pun hanya mengangguk.


"Bucin banget tu bocah, apa aku kayak Ara nanti sama Azka?, gumam Faish sendiri.

__ADS_1


Hotel


Di depan kamar hotel Mama masih berusaha untuk menenangkan hati Ara.


Emang benar si ibu hamil masih muda lagi itu pasti kebanyakan drama kayak si Ara ini. Bercanda.


"Mama Ara kangen Hubby, ucap Ara sambil masih merengek.


"Sayang sabar ya pasti suami kamu akan menyusul kamu ke sini kok kalo kamu belum pulang ke Bandung, sahut Mama.


Dan masih banyak ocehan Ara lagi yang dengan sabar Mama tanggepi.


Untung anak perempuan cuma satu, pikir Mama.


"Udah ya kamu istirahat, kasian si kembar kalo Mama nya uring-uringan kayak gini, jadi nggak bisa tidur dengan pulas di dalam perut Mama nya, bujuk Mama.


"Iya Ma, jawab Ara sambil mengangguk.


Lalu Ara pun masuk ke kamar hotel nya yang mewah itu.


Di Balik Pintu


"Gemes sekali, gumam seseorang.


"Jadi pengen langsung bawa ke kamar, terus langsung peluk bawa tidur di atas ranjang, gumam nya lagi sambil tersenyum.


"Ingat Akmal kamu harus sabar, besok baru kamu bisa bertemu dengan nya, ucap nya lagi sambil mengusap dada nya.


Orang tersebut adalah Akmal.


Dia pemilik kamar hotel yang pas di depan kamar hotel milik istri tercinta nya.


Selama ini dia selalu melihat Ara dari lubang kecil yang menempel pada pintu.


Rindu, sangat rindu, tapi dia harus tahan, karena dia akan memberikan kejutan untuk istri nya Ara.

__ADS_1


Keesokan Paginya


"Ma Pa kita jadi ke Mall hari ini?, tanya Ara.


"Iya sayang kita harus beli keperluan kita selama di Solo, kan nggak mungkin kita balik lagi ke Bandung cuma buat ambil keperluan kita yang ketinggalan, jawab Mama.


"Ohhh gitu, ucap Ara sambil mengangguk kan kepalanya.


Mereka sekarang sedang sarapan bersama di tempat VVIP khusus keluarga pemilik hotel tersebut.


"Kak Faish nggak ikut?, tanya Ara pada Kakak nya.


"Nggak dek, mungkin besok atau lusa, hari ini Kakak ada meeting penting, beruntung orang nya ada di Solo jadi Kakak nggak perlu balik ke Jogjakarta, jawab Faish.


"Yah sepi dong cuma kita bertiga doang, ucap Ara sambil cemberut.


"Siapa bilang kita cuma bertiga, sahut Papa sambil tersenyum.


"Emang sama siapa lagi Pa?, tanya Ara.


.


.


.


.


.


.


.


Kepo ya, yuk selalu dukung author buat makin semangat nulis novel nya dengan cara Vote, like, and komen sebanyak banyaknya wkwkwk.

__ADS_1


__ADS_2