
"Bukan begitu nak Papa dan Mama akan menjodohkan kamu dengan anak temen bisnis Papa, ucap Papa.
"Jodohkan?, sahut Azka bingung.
"Iya nak, apakah kamu mau kita jodohkan?, tanya Papa.
"Azka-, ucap Azka terputus.
"Papa mohon kepada mu sayang, terimalah perjodohan ini, mohon Papa pada anak semata wayangnya.
"Iya sayang terimalah perjodohan ini, Mama dan Papa ingin sekali menimang cucu dari kamu, ucap Mama sedih.
"Huh kalo seperti ini sudah pasti aku yang terpojok kan, gumam Azka dalam hati.
"Mau bagaimana lagi alhasil aku harus terima juga kan, gumam nya lagi.
Lalu Azka pun menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafas nya dengan perlahan.
"Huh, hembusan nafas Azka terdengar di telinga Mama dan Papa nya.
"Baiklah Azka akan menerima perjodohan ini, ucap Azka pasrah.
Seketika wajah Papa dan Mama pun berbinar.
"Apakah benar sayang?, tanya Mama bahagia.
Sedangkan Azka pun hanya mengangguk pasrah.
"Memang Papa Mama sudah ada calon nya, untuk Azka?, tanya Azka.
"Sudah Sayang, jawab Papa sambil tersenyum.
"Apakah orang nya baik?, tanya Azka.
"Pasti sayang, tidak mungkin Papa dan Mama memberi mu calon yang tidak baik kan?, tanya Mama.
"Iya sih, Azka percaya sama Mama dan Papa, tidak mungkin orang tua menjerumuskan anak nya ke hal yang salah atau hal yang tidak baik, jawab Azka sambil tersenyum.
Lalu di jawab dengan senyuman dari Papa dan Mama nya.
"Ya sudah kalo begitu Azka mau ke kamar dulu ya Pa Ma, Azka udah mengantuk, pamit Azka.
"Iya sayang tidur lah, pasti kamu lelah, ucap Mama.
"Malam Ma Pa, sahut Azka.
"Malam sayang, ucap mereka serentak.
Lalu Azka pun pergi dari ruangan tersebut.
Setelah itu Azka pun langsung pergi ke kamar nya.
Sekarang Azka sedang merenungi nasibnya di dalam kamar.
"Apakah calon suami ku baik, seperti yang di ucapkan Papa dan Mama tadi?, tanya nya.
__ADS_1
"Apa jangan jangan calon suami ku hanya baik di depan Mama Papa lagi, tapi nanti setelah dia menikah dengan ku dia akan berbuat sesuatu lagi pada ku, gumam nya.
"Gimana nanti nasibku setelah menikah nanti ya?, tanya Azka pada dirinya sendiri.
"Aaaaa, kenapa sekarang aku jadi begini?, tanya nya lagi.
Semua pikiran negatif pun keluar di dalam benak Azka hingga Azka ketiduran di atas sofa.
Sedangkan Papa dan Mama yang sudah di dalam kamar pun.
"Alhamdulillah ya Ma akhirnya Azka mau juga di jodohkan dengan Faish, lebih tepatnya bos nya sendiri, hahaha, ucap Papa sambil tertawa geli.
"Iya Pa Alhamdulillah, tapi apakah nanti Azka akan terkejut sekali saat melihat siapa yang menjadi suami nya kelak, sahut Mama sambil tersenyum.
"Hahaha yang pasti Azka akan terkejut, sekaligus senang, Papa yakin kalo Azka pasti sudah ada rasa dengan Faish, begitu pun sebaliknya, tidak mungkin bukan jika Azka dan Faish yang sama-sama singel dan sering bertemu tidak ada sedikit ketertarikan sedikit saja, ucap Papa.
"Iya sih Pa, Mama yakni kelak mereka akan hidup dengan bahagia, sahut Mama.
Sedangkan Papa hanya tersenyum sambil memeluk pinggang istri nya di atas kasur.
"Semoga saja mereka akan selalu bersama hingga maut yang memisahkan mereka, do'a Mama.
"Amin, sahut Papa.
Tiba tiba
Drettt drettt
Suara dering ponsel Papa.
Setelah mengambil ponsel nya Papa pun langsung melihat siapa yang menelepon nya malam malam begini, pikir Papa.
"Siapa Pa?, tanya Mama sambil masih memeluk pinggang suami nya.
"Zaki Ma, jawab Papa.
"Kenapa Pak Zaki menlfon Papa malam malam begini?, tanya Mama bingung.
"Entahlah Ma, Papa juga tidak tau, jawab Papa.
"Ya sudah angkat saja Pa, siapa tau penting, ucap Mama.
Papa pun mengangguk, lalu Papa pun segera menerima panggilan tersebut.
"Assalamualaikum Ki, ucap Papa Azka.
"Waalaikumussalam Ri, sahut Papa Ara.
"Ada apa kok menlfon malam malam begini?, tanya Papa Azka bingung.
"Maaf Ri aku ganggu istirahat malam kamu sama istri kamu, aku hanya ingin menanyakan sesuatu pada mu, ucap Papa Ara.
"Tenang?, tanya Papa Azka.
"Perjodohan Faish dan Azka, jawab Papa Ara.
__ADS_1
"Oh tentang perjodohan, ucap Papa Azka.
"Iya Ri, apakah Azka sudah setuju?, tanya Papa Ara was was.
"Alhamdulillah Azka setuju Ki, jawab Papa Azka.
"Alhamdulillah, ucap Papa Ara.
"Apakah Faish sudah setuju dengan perjodohan ini?, tanya Papa Azka.
"Kalo tentang Faish itu urusan gampang, dia anak yang sangat penurut, jawab Papa Ara.
"Hahaha, Alhamdulillah kalo gitu, jadi tidak susah membujuk nya, ucap Papa Azka.
"Iya, lalu kapan Faish bisa melamar Azka untuk di jadikan istri nya?, tanya Papa Ara.
"Em bagaimana jika lusa, apakah kamu bisa ke Solo?, tanya Papa Azka.
"Insyaallah bisa, kalo kita akan berangkat, aku akan menghubungi mu dulu, ucap Papa Ara.
"Oh baiklah, sahut Papa Azka.
"Ya sudah kalo begitu aku tutup dulu telpon nya, Assalamualaikum, pamit Papa Ara.
"Iya, Waalaikumussalam, sahut Papa Azka.
Tut tut
panggilan pun terputus.
"Bagaimana Pa?, tanya Mama Azka pada suami nya.
"Insyaallah lusa keluarga Zaki akan berkunjung ke rumah kita untuk melamar anak kita Ma, jawab Papa Azka.
"Benarkah Pa?, Alhamdulillah, ucap Mama.
Papa pun hanya mengangguk.
Sedangkan di kamar Papa Zaki dan Mama Nada.
"Bagaimana Pa?, tanya Mama Ara.
"Insyaallah lusa kita akan kerumahnya Bakri untuk melamar Azka, jawab Papa Ara.
"Alhamdulillah, akhirnya anak laki-laki kita satu satunya akan segera menikah, ucap Mama Ara.
"Iya Ma Alhamdulillah, sahut Papa Ara.
"Ya sudah kalo begitu mari kita tidur ini sudah larut, besok kita akan membahas tentang masalah ini, ucap Papa.
Mama pun hanya mengangguk.
Lalu mereka pun tertidur dengan berpelukan layaknya pengantin baru.
Jangan lupa tinggalkan vote dan like 🤩
__ADS_1