Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
87


__ADS_3

"Ara........


Satu kata terucap dari bibir manis Azka.


Ia sangat ingat dengan temannya yang sudah tidak pernah jumpa beberapa tahun belakangan ini.


Rindu kata itu yang menghisai setiap jalan Azka, tanpa sahabat nya tidak akan mungkin ia akan berada titik teratas seperti saat ini.


Ara pun sama, pada saat Ara melihat siapa gadis yang baru saja menuruni anak tangga ia pun langsung berdiri dan mendekatkan diri nya ke arah sang teman lama nya.


"Azka, ucap Ara.


"Iya, sahut Azka sambil tersenyum.


Lalu mereka pun saling berpelukan dengan haru.


"Emmm kangen banget sama kamu Ra, ucap Azka.


"Aku juga Ka, kangen banget sama kamu, sahut Ara.


Saat sedang memeluk tubuh mungil Ara, Azka merasakan perut nya sangat dekat dengan perut Ara.


"Eh bentar, kok ada yang aneh ya, ucap Azka sambil memegang perutnya.


"Apa?, tanya Ara bingung.


Azka pun meraba perut sang teman, seketika raut wajahnya berubah.


"Kamu?, ucap Azka menggantung.

__ADS_1


Ara yang awalnya bingung pun seketika faham dengan apa yang di pikiran oleh sahabat nya.


Ara pun mengangguk kan kepalanya.


"Iya aku hamil, jawab Ara sambil tersenyum.


"Sama siapa?, tanya Azka kayak orang b*go.


"Ya sama suami aku lah, sama siapa lagi, aneh kamu ni, jawab Ara agak kesel.


"Waahhh selamat ya Ara, tapi kapan kamu nikah nya?, tanya Azka bingung.


"Tahun lalu, jawab Ara.


"Maaf ya nggak bisa ngundang kamu ke acara nikahan aku sama resepsi nya, soalnya nomor kontak kamu bener-bener hilang, ucap Ara menyesal.


"Udah nggak papa kok santai aja, yang penting kamu bahagia sekarang, sahut Azka.


"Haii ayo duduk sini kumpul bareng kita, jangan berdiri terus, kasian kan calon Mama muda nya, ucap Mama Azka sambil tersenyum-senyum.


Azka dan Ara pun segera duduk.


Pada saat akan duduk Azka melihat ke arah Faish dan...


"Loh Bapak kenapa di sini?, tanya Azka.


"Saya di sini berkunjung dengan keluarga saya, jawab Faish santai, padahal di balik itu semua gerogi nya nauzubillah.


"Berarti-, ucap Azka menggantung.

__ADS_1


"Iya jadi kamu sama nak Faish lah yang akan di jodohkan oleh Aki Basyir, sahut Papa Azka.


"Hah, ucap Azka kaget.


"Jadi Azka yang akan jadi Kakak ipar aku dong Ma, Pa?, tanya Ara memastikan.


Para orang tua pun hanya mengangguk.


"Jadi gimana Ish jadi tidak kamu menerima perjodohan ini?, tanya Papa sambil menggoda Kak Faish.


"Jadi lah Pa, jawab Kak Faish spontan, Wkwkw saking nervous nya.


"Aduhhh bahagia banget bisa berjodoh sama Pak Faish, gumam Azka dalam hati sambil menunduk kan kepalanya.


"Dari dulu aku selalu menepis perasaan ini agar tidak jatuh ke orang yang salah, tapi takdir berkata lain, gumam Azka lagi.


"Faish tanyain dong Azka nya, mau nggak nikah sama kamu, giliran kamu mau nanti malah dia nya yang nggak mau, ucap Mama Ara sambil tersenyum.


Dengan sekuat tenaga, Faish pun berusaha bertanya pada Azka.


"Ehem, deheman Faish menandakan kegerogian nya.


"Azka apakah kau mau menikah dan hidup bersama ku sampai maut memisahkan kita, ucap Faish gerogi.


Dengan dag dig dug Azka pun menjawab.


"Aku mau menikah dengan mu dan hidup bersama sampai maut memisahkan kita, sahut Azka sambil menunduk kan kepalanya malu wkwkw.


"Alhamdulillah, ucap mereka bersamaan.

__ADS_1


Nexttt💸


__ADS_2