Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
80


__ADS_3

"Ada yang lagi kangen nih sama Hubby nya, goda Kak Faish pada adiknya yang sudah duduk di samping nya sambil tersenyum menggoda.


"Apaan sih Kak, ucap Ara sambil memeluk pelan lengan Kakak nya.


"Sudah-sudah ayo kita makan bertengkar terus, sahut Papa melerai anak-anaknya.


"Abis Ara kesel banget sama Kak Faish Pa, dia selalu ngeledekin Ara terus, ucap Ara kesal.


"Eh inget ya Dek, kalo kamu kesel terus sama Kakak, bisa-bisa anak yang kamu kandung itu mukanya mirip lagi sama Kakak, sahut Kak Faish sambil tersenyum.


Seketika muka Ara bertambah kesal.


Sedangkan Kak Faish, Mama dan Papa tertawa renyah.


"Enak aja mukanya mirip Kak Faish, ucap Ara.


"Emang kenapa Dek kalo mukanya mirip Kakak?. Gini-gini Kakak kan mukanya lumayan lah ganteng, kayak idol Korea, sahut Kak Faish protes.


"Bikin nya lama tauk, masak Ara sama Hubby yang kerja mukanya mirip Kakak. Lagian walaupun muka Kakak seganteng apa pun tetep aja ganteng Hubby, wekkkk, ucap Ara sambil menjulurkan lidahnya ke Kakak kesayangan nya.


"Sudah-sudah jangan adu mulut terus aht, nggak baik berantem di depan makanan, ucap Mama.


"Iya Ma, jawab mereka serentak (Ara dan Kak Faish).

__ADS_1


"Ya sudah ayo kita makan sekarang, setelah makan Mama dan Papa mau membicarakan sesuatu pada kalian, sahut Papa.


Mereka semua pun mengangguk.


Di Sisi Lain


Akmal yang sedang membaca laporan yang dia dapat dari asistennya tiba-tiba merasakan perut yang bergejolak, namun masih Akmal tahan karena dia masih sibuk membaca laporan.


Tiba-tiba


Hooeekk


Hoeekkk


Setelah selesai.


"Sampai kapanpun aku memang tidak bisa jauh dari istri tercinta ku, efek nya benar-benar parah, gumam Akmal sambil melihat wajah nya yang tampan itu yang berubah menjadi pucat lewat pantulan kaca yang ada di kamar mandi.


Setelah mengatakan itu Akmal pun tersenyum.


"Alhamdulillah yang mengalami ini aku kalo sampai Ara yang mengalami nya ntah lah mungkin aku tidak tega melihat wajah nya yang selalu ceria berubah menjadi pucat dan lemas, gumam nya lagi.


Di Tempat Ara

__ADS_1


Setelah selesai makan bersama nya mereka pun langsung menuju ke ruang keluarga untuk berbicara tentang keberangkatan mereka ke rumah calon mantu keluarga tersebut.


"Faish kamu pasti sudah di kasih tau tentang rencana perjodohan kamu dengan anak rekan bisnis Papa dan Aki kan sama Ara, ucap Papa.


"Pa maksud nya apa dengan perjodohan ini?, tanya Kak Faish.


"Karena umur mu yang lama-kelamaan makin tua, kalo tidak orang tua yang bertindak bisa-bisa lama kamu nikahin anak orang, lihat Adek kamu malah udah di hamilin sama mantu Papa, terus kamu kapan nikahin anak orang habis itu ngehamilin nya?, tanya Papa. Ini adalah pertanyaan yang paling aneh.


"Papa apaan sih, kata-kata nya gitu banget, Ara kan masih kecil nggak baik tauk denger kata-kata yang vulgar itu, ucap Ara sambil masih memakan buah anggur yang amat ia sukai saat dia hamil ini.


"Anak kecil yang bisa buat anak kecil, sahut Kak Faish tersenyum meledek.


"Apaan sih Kak, ucap Ara kesal.


Sedangkan Mama dan Papa yang mendengar itu tertawa kecil.


"Udah-udah kok malah sampai sini sih ceritanya, kan kita lagi bahas tentang perjodohan Kak Faish, ucap Mama melerai.


"Ehem, jadi gimana Ish?. Kamu mau atau tidak di jodohkan oleh Papa dan Aki?, tanya Papa.


"Faish.........


Jangan lupa tinggalkan vote dan like 🤩

__ADS_1


__ADS_2