Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
98


__ADS_3

Azka yang mendengar ucapan tersebut pun hanya mengangguk malu-malu.


Entah angin dari mana, tiba-tiba tidak ada jarak lagi di antara mereka berdua.


Tanpa aba-aba Faish mendekat kan wajah nya ke wajah calon istri nya yang cantik nan anggun tersebut.


Tanpa di duga Azka pun merespon nya, dan sekarang mereka sedang berhadapan dengan saling mendekatkan wajahnya ke wajah yang lain.


Tiba-tiba


"Astaghfirullah......


_________


"Astaghfirullah Kakak, jerit Ara.


Dan seketika calon suami istri itu pun langsung menoleh kan kepalanya.


"Kakak inget belum muhrim, mau main cium-cium aja, ucap Ara lagi sambil mengelus perut nya yang agak sedikit menonjol tersebut.


Dan seketika Azka pun malu dengan penuturan calon adik iparnya tersebut.


Sedangkan Faish hanya diam saja tanpa dosa, dia sekarang sedang menggerutu tidak jelas karena adik nya menganggu dia.


"Ngeselin, nggak tau aja aku lagi pendekatan sama calon Kakak ipar nya, malah di ganggu, gumam Faish dalam hati sambil menampilkan wajah masam nya.


Sedangkan Di Tempat Lain


Akmal yang sedang mengobrol dengan Papa mertua nya pun langsung menghentikan obrolannya dengan sang Papa mertua karena mendengar jeritan sang istri.


Karena takut sang istri tercinta kenapa-napa pun langsung izin menyusul sang istri kepada Papa mertua nya.

__ADS_1


Setelah sampai di taman belakang tempat sang istri menjerit pun langsung menghampiri istri tercinta nya.


"Ada apa sayang, kok teriak-teriak begitu?, tanya Akmal halus sambil melihat taman sekitar yang terdapat Kakak ipar dan calon Kakak iparnya sekilas.


"Itu by, Kakak-, belum sempet Ara menyelesaikan pembicaraan nya langsung di potong dengan sang kakak.


"Akmal, ada yang ingin saya sampaikan ke kamu, ucap Kakak Faish.


Akmal yang mendengar ucapan kakak iparnya pun langsung melihat ke arah kakak iparnya.


"Oh iya, mari Kak, sahut Akmal.


Sebelum pergi meninggalkan Ara, Akmal pun meminta izin terlebih dahulu kepada sang istri.


"Sayang, Hubby mau membicarakan sesuatu dulu dengan Kakak Faish, kamu di sini dulu ya, tunggu Hubby selesai berbincang dulu ya dengan Kak Faish, setelah selesai nanti kita akan kembali ke hotel bersama, ucap Akmal.


"Iyaa My Hubby ku sayang, sahut Ara sambil mencium pipi kanan Akmal.


Tinggal lah Azka dan Ara di taman itu.


Ara yang pun melihat ke arah Azka.


Azka yang merasa di perhatikan pun menjadi salah tingkah.


"Ehem, duduk sini Ra, ucap Azka sambil menunjuk tempat duduk di sebelah nya yang kosong, tempat duduk Kakak Faish tadi.


Ara yang mendengar itu pun langsung mengangguk.


"Iya, jawab Ara.


Setelah duduk Ara pun mulai pembicaraan nya, dengan menggoda sedikit calon kakak iparnya.

__ADS_1


"Hayo tadi mau apa?, goda Ara sambil menunjuk-nunjuk arah bibir nya. Wkwkw.


"Ihh, apaan sih Ara, ucap Azka sambil tersenyum malu-malu dengan pipi yang sudah berubah warna menjadi kuning eh salah maksudnya merah-merah muda bak kepiting rebus.


"Kalo tadi aku nggak dateng pasti tadi udah nempel deh, sahut Ara sambil mencolek-colek lengan calon Kakak iparnya.


"Kamu apaan sih Ara, tadi aku hanya terbawa suasana saja, kalo nggak juga nggak lah, ucap Azka masih sambil mesam-mesem. Nggak jelas.


"Dih dih, jawaban apaan tuh kalo nggak juga nggak, sahut Ara dengan tatapan menggoda nya.


"Ih jangan goda aku terus ah, mau ikut nggak?, tawar Azka, yang mau lari dari godaan Ara.


"Kemana??.....


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak yaaaaaaaa


__ADS_2