Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
Rencana?


__ADS_3

"gapapa sayang, jawab Akmal.


"ih kasih alasan dong By, pinta Ara mendesak.


Akmal yang mendengar itu pun hanya tersenyum seraya mengangguk kan kepalanya.


"alasan dari tadi Mas diam adalah, ucap Akmal menggantung.


"apa By, jangan gantung gitu dong, komen Ara tidak yang sabaran itu.


"Mas ngambek sama kamu sayang, ucap Akmal sambil cemberut.


"kenapa gitu By?, tanya Ara.


"ya Mas kesal sama kamu sayang karena kamu itu dengan santainya lari lari gitu buat ketemu sama Papa dan Aki, sampai lupa tentang baby twins kita yang ada di perut kamu, jawab Akmal.


"maaf By, Ara khilaf, sumpah deh By Ara lupa kalo di perut Ara yang kecil ini ada baby nya, ucap Ara.


"maafin Ara ya By, mohon Ara sambil mengelus roti sobek milik suaminya itu.


"sayang jangan elus perut Mas kayak gitu, perintah Akmal tegas.


"nggak mau pokoknya Hubby maafin Ara dulu, ucap Ara lagi dengan kelakuan nya yang masih sama.


"ya udah Mas maafin tapi harus ada imbalan nya dulu dong sayang, sahut Akmal sambil tersenyum tersenyum genit ke arah istri nya yang sudah di tarik menghadap ke arah nya.


"ih Hubby selalu aja deh, ucap Ara sambil cemberut.


"kenapa?, tanya Akmal.


"Genit, teriak Ara.


"hussss ibu hamil nggak boleh kayak gitu, tegur Akmal sambil tersenyum.


"upss maaf, lagian kamu sih By yang mulai duluan, sahut Ara.


"dipikir pikir panggilan Hubby untuk Mas bagus juga, sahut Ara lagi.


"iya ya, Hubby, Byby, bagus juga lah, ucap Akmal.


"berarti mulai detik ini Mas mau sayang manggil Mas Hubby, perintah Akmal.


"siap laksanakan Hubby ku cinta, sahut Ara sambil mengedipkan sebelah matanya spontan Akmal langsung mengangkat ke gendong nya.


"aaaaa apa apaan sih By, ngagetin Ara aja, protes Ara.


"ingat sayang, IMBALAN, ucap Akmal penuh penekanan.


"ihh selalu deh mulai, sahut Ara.


Lalu mereka pun melakukan apapun yang haru di lakukan oleh mereka, mungkin semacam olahraga lompat tali atau olahraga rol depan rol belakang, yang pasti sangat menguras tenaga mereka namun mendapatkan pahala wkwkwk.

__ADS_1


Beberapa Jam Kemudian


Adzan Isya pun terdengar di telinga mereka, Akmal dan Ara yang telah usai membersihkan badannya pun langsung menunaikan ibadah sholat nya.


Setelah selesai mereka pun langsung turun ke bawah untuk makan malam bersama keluarga nya.


Skip


Makan malam pun telah usai sekarang mereka sedang ada di ruang keluarga untuk berbincang bincang ringan masalah apapun.


Ruang Keluarga


"sudah berapa Minggu usia kandungan mu nak?, tanya Aki.


"Alhamdulillah sudah mau berjalan 5 mingguan Ki, jawab Ara sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, sahut mereka serentak.


"oh iya bagaimana pekerjaan mu nak Akmal?, tanya Papa.


"Alhamdulillah lancar Pa, mungkin untuk hari hari ini pulang nya agak terlambat sedikit karena ada sedikit kendala di bagian pegawai nya, jawab Akmal.


Papa pun hanya mengangguk.


Hening


Hening


Hening


"iya sayang Kak Faish untuk bulan ini sibuk banget belum bisa dia ninggalin pekerjaan nya di Jakarta, jawab Mama.


"yah padahal Ara kangen banget loh sama Kak Faish, ucap Ara sambil cemberut.


"sabar sayang nanti kita pasti akan ketemu sama Kak Faish, sahut Akmal sambil mengusap puncak kepala istrinya.


"tapi Ara kangen banget By, rengek Ara pada suami nya sambil mengusap manja lengan suami nya.


"sampai segitunya kah kangen nya?, tanya Aki.


"iya Ki, jawab Ara sambil cemberut.


"ya sudah nanti kalo ada waktu luang kita ke Jakarta tengok Kak Faish, sekalian liat kondisi rumah, ucap Papa.


"beneran Pa?, tanya Ara binar.


Papa pun hanya mengangguk sambil tersenyum.


Sesaat Kemudian


"Akmal Ara ini kan sudah malam jadi sana kalian istirahat pasti kalian lelah seharian ini, perintah Uma.

__ADS_1


"memang Ara lelah kenapa Bu?, tanya Papa.


"lelah makan, sama ngerengek ngerengek minta makan, jawab Uma sedikit menggoda istri kecil Akmal itu.


"beneran sayang?, tanya Akmal.


"cuma dikit kok By, itu juga keinginan baby nya, jawab Ara sambil tersenyum malu.


"hahahaha, tawa mereka bersamaan.


Sedangkan Ara hanya malu sambil menutupi mukanya.


"ya sudah Ara sama Mas Akmal ke atas dulu, kalo lama lama disini bisa di bully terus sana semua nya, pamit Ara sambil menarik tangan suaminya.


Sedangkan Akmal hanya tersenyum ke arah keluarga Ara.


Setelah itu Ara dan Akmal naik ke atas, tubuh nya pun mulai menghilang dari pandangan mereka semua dan saat itu juga Mama Ara mulai berbicara.


"Pa gimana dengan Faish?, tanya Mama.


"Papa sama Ayah udah ada rencana Ma, jawab Papa.


"rencana apa Pa?, tanya Mama.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Rencana apa ya?.

__ADS_1


Yuk komen, like, and vote biar author tambah semangat bikin novel nya 🥰


__ADS_2