
keesokan harinya Ara sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah baru nya.
Ia mengenakan pakaian yang santai saja dan memakai makeup yang natural.
Beberapa menit kemudian setelah Ara selesai bersiap Ara pun langsung turun ke bawah untuk sarapan.
"Pagi semua" ucap Ara.
"Pagi" jawab mereka serentak.
"Ayo nak kita sarapan bersama" ucap Mama Ara.
"Iya ma" jawab Ara, lalu ia mengambil 2 lembar roti tawar, mengambil selai coklat dan keju karena itu makanan favorit Ara saat sedang sarapan, beda halnya jika Ara sarapan di kantin sekolah nya.
Beberapa menit kemudian mereka pun sudah selesai sarapan dan melanjutkan aktivitas nya masing-masing.
"Ara kamu hari ini berangkat sama siapa?" tanya Mama Ara.
"Sendiri ma" jawab Ara sambil mengambil tas nya.
"Kamu hari ini berangkat sama Papa saja ya nak, Mama khawatir kalo kamu berangkat sendirian" ucap Mama.
"Loh ma emang Papa mau kerja?" tanya Ara.
"Iya dong sayang" jawab Ara.
"Loh bukannya perusahaan Papa cuma ada di Jakarta, Surakarta, Papa, sama Kalimantan aja ya ma?" tanya Ara.
"Kamu beneran nggak tau sayang?" tanya Mama nya balik dan di jawab geleng kepala oleh anaknya itu.
"Papa kan punya perusahaan di Bandung juga sayang masak kamu nggak tau si" jawab Mama nya.
Ara hanya diam saja tidak menjawab ucapan Mama nya.
Setelah itu Ara pun langsung berpamitan dengan Mama Uma Aki dan Kak nya.
Setelah berpamitan Ara pun langsung masuk ke dalam mobil Papa nya.
Di dalam mobil Papa Ara bertanya pada Ara.
"Ara" panggil Papa.
"Iya pa" ucap Ara sambil menengok ke arah Papa nya.
"Parkiran Ara lulus kuliah berapa tahun?" tanya Papa Ara.
"Em kalo perkiraan Ara sih dua tiga tahunan pa, emang kenapa pa?" jawab Ara plus tanya Ara pada Papa nya.
"Em kalo misalnya cuma satu tahun bisa?" tanya Papa nya lagi tanpa menjawab pertanyaan anaknya.
"Insyaallah bisa si pa, emang kenapa si?" tanya Ara lagi.
"Tidak apa-apa Papa hanya memastikan saja" ucap Papa.
Namun Ara hanya diam berfikir mengapa Papa nya bertanya seperti itu.
"Oh iya setelah lulus kuliah Ara mau melanjutkan kerja di mana?" tanya nya lagi.
__ADS_1
"Mau kerja di perusahaan" ucap Ara.
"Di perusahaan Papa ya nak yang ada di Bandung, kamu bisa jadi sekertaris Papa" ucap Papa.
"Ara nggak mau pa" jawab Ara.
"Loh memang kenapa, kamu tenang saja nak Papa pasti mengaji mu seperti karyawan biasa" ucap Papa.
"Bukan begitu pa, Ara hanya ingin mencari pengalaman saja di luar sana, jadi Ara boleh kan pa tidak kerja di perusahaan Papa?" tanya Ara memohon.
"Em ya sudah tidak apa-apa" ucap sang Papa Ara pun langsung memeluk Papa nya.
Beberapa menit kemudian Ara pun sampai di depan gerbang kampus nya.
Lalu Ara berpamitan dengan Papa nya.
Setelah berpamitan Ara langsung masuk ke dalam kampus baru nya dan bertemu dengan teman teman nya pula.
Ara pun segera masuk kelas dengan kedua temannya karena mereka bertiga memiliki tujuan yang sama yaitu memilih perkuliahan tentang bisnis.
Beberapa Jam memulai pelajaran nya mereka pun langsung pergi ke kantin karena jam pelajaran telah usai.
Setelah itu mereka pun langsung memesan makanan di kantin.
Karena menunggu makanan yang cukup lama mereka pun berbincang bincang terlebih dahulu.
"Oh iya Ara kamu setelah lulus ini mau lanjut kerja di mana?" tanya Azka.
"Di perusahaan si rencananya" jawab Ara.
"Di perusahaan Papa kamu?" tanya Azizah.
"Terus" ucap mereka berdua serempak.
"Ya aku mau cari kerja di tempat lain aja, pokoknya diluar dari perusahaan Papa aku" ucap Ara.
"Oh gitu" jawab mereka serentak.
Setelah itu makanan pun datang, setelah makanan datang mereka pun melanjutkan aktivitas makan nya.
Beberapa menit kemudian setelah selesai makan mereka pun langsung masuk ke kelas karena ada satu mata kuliah yang belum ia masuki.
Setelah mata kuliah selesai mereka pun langsung keluar dari kampus dan pulang kerumahnya masing masing.
Namun setelah Ara keluar dari kampus ia belum di jemput.
Dan saat akan membuka tas dan ingin mengambil ponsel nya ternyata ponsel nya mati dan dia terpaksa menunggu taksi lewat.
Beberapa menit menunggu namun tetap tidak kunjung ada yang lewat, jalanan pun sepi.
Dan di saat yang bersamaan Akmal kebetulan kalo sore dia selalu lewat sana karena jalur untuk pulang ke rumah nya itu selalu lewat depan universitas Bandung itu.
Disaat itu Akmal sedang melihat ke arah seorang gadis yang sedang jongkok di depan, Akmal yang awalnya mengendarai mobil dengan cepat sekarang sangat pelan dan dia sekarang sedang melihat ke arah gadis itu dan ternyata gadis itu adalah Ara seorang gadis yang ia cintai selama bertahun-tahun sampai sekarang.
Dan mobil Akmal pun berhenti di depan Ara kaca mobil Akmal pun turun dan terpampang jelas wajah cantik Ara.
Beberapa detik kemudian mata mereka saling bertemu dan terkunci satu sama lain.
__ADS_1
Ara yang telah sadar bahwa ada Akmal di depan nya pun langsung berdiri.
"Assalamualaikum Kak Akmal" ucap Ara.
Akmal pun terkejut dan langsung menjawab salam gadis kecil itu.
"Waalaikumussalam" jawab Akmal.
"Loh Kak Akmal ngapain di sini?" tanya Ara.
"Loh seharusnya saya yang nanya, Ara kamu ngapain di sini?" tanya Akmal.
Ara pun membalas ucapan Akmal dengan senyuman yang begitu manis dan terpampang dua lesung pipi nya.
Di dalam hati Akmal pun menjerit.
"Astaghfirullah HALASIM maaf kan hamba ya Allah, hamba tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, hamba akan segera menikahi gadis ini ya Allah.
Tunggu kedatangan ku sayang" ucap Akmal dalam hati dan tersenyum.
"Eh Ara di sini nungguin taksi lewat Kak tapi dari tadi nggak ada yang lewat, kaki Ara sampai kram nih" ucap Ara sambil manyun Akmal yang melihat bibir Ara yang maju ke depan pun nampak tergoda dan terus beristighfar dalam hati berkali kali.
"Ya sudah ayo kamu ikut saya nanti kamu saya antar sampai rumah" ucap Akmal.
Ara yang awalnya tidak terlalu jauh dengan mobil Akmal pun sekarang tengah berjalan menuju pintu dan di berkata.
"Emang Ara nggak ngerepotin Kakak nih, Kakak kan baru pulang dari kerja" ucap Ara.
"Udah nggak apa-apa, kalo udah jam segini nggak bakal ada taksi yang lewat lagi" ucap Akmal.
"Ya udah lah, Ara ikut Kak Akmal aja" jawab Ara.
Akmal pun tersenyum setelah Ara mengiyakan ajakan nya.
Setelah Ara masuk ke dalam mobil Akmal pun langsung melanjutkan perjalanan nya menuju rumah Aki Ara.
"Kamu sudah berapa jam menunggu taksi?" tanya Akmal.
"Udah 1 jam lebihan Kak" jawab Ara sambil memijati kaki nya yang kram itu.
Akmal yang melihat kekasih hati nya merasa pegal pun tidak tega tapi mau bagaimana lagi andai saja kalo dia sudah menikahi gadis itu sudah pasti dia akan membantu memijat kaki nya yang pegal.
Beberapa menit kemudian mereka pun sudah sampai di depan rumah Aki.
"Terimakasih Kak" ucap Ara.
Dan di jawab Akmal dengan anggukan saja.
"Oh iya Kak Akmal mau mampir dulu?" tanya Ara.
"Maaf saya sudah di tunggu oleh Umi" ucap Akmal.
"Oh gitu ya sudah Ara pamit dulu ya Kak, sama satu lagi titip salam buat Umi dan bilang sama Umi kalo Ara kangen banget sama Umi" ucap Ara.
Akmal yang mendengar perkataan itu pun hanya tersenyum.
Setelah itu Ara pun turun dan segera masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan vote dan like 🤩