Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
Lelah


__ADS_3

Beberapa hari kemudian Ara pun masih sama berkerja sebagai sekertaris seorang CEO.


Dan banyak yang iri dengan nya sebab Ara lah yang mungkin paling cantik di kantor tersebut karena kecantikan nya natural, walaupun di sana banyak gadis gadis yang cantik namun kecantikan nya karena makeup.


Hari ini Ara harus berangkat lebih awal karena hari ini Akmal harus bertemu dengan rekan bisnis nya karena Ara harus profesional maka Ara harus mengikuti kemana pun bos nya pergi.


Setelah selesai bersiap Ara pun segera turun ke bawah untuk berpamitan dengan orang rumah.


"Pagi" ucap Ara.


"Pagi" jawab mereka serentak.


"Ma Pa Aki Uma Kak Ara berangkat kerja dulu ya" ucap Ara.


"Kok berangkat nya pagi gini sih?" tanya Mama Ara.


"Iya ma soalnya hari ini ada perte dengan rekan bisnis Kak Akmal jadi Ara harus ikut" ucap Ara.


Mereka yang mendengar itu pun langsung tersenyum.


Setelah berpamitan Ara pun langsung bergegas ke kantor.


Setelah sampai kantor Ara pun langsung masuk ke ruang nya untuk mempersiapkan keperluan nya selama meeting berlangsung.


Beberapa Jam kemudian semua nya pun telah siap lalu Ara bergegas menuju ke ruangan Akmal.


Setelah mengetuk pintu Ara pun langsung masuk ruangan Akmal.


"Selamat pagi pak" ucap Ara.


"Pagi Ara" jawab Akmal sambil tersenyum dan terus memandangi wajah cantik istri nya.


"Hari ini jadwal bapak cukup padat karena hari ini bapak harus bertemu dengan beberapa rekan bisnis bapak yang dari luar negeri" ucap Ara.


Bukan nya menuju semua yang di katakan oleh Ara Akmal malah melihat bibir Ara yang sedang berbicara itu sambil terus tersenyum.


"Andai saja aku bisa mencium bibir nya pasti rasanya manis sekali" ucap Akmal dalam hati sambil tersenyum.


Karena merasa ucapan nya tidak di gubris Ara pun langsung memanggil bos nya itu.


"Pak" ucap Ara namun tetap tidak di dengar.


"Pak" ucap Ara sekali lagi dan tetap tidak di dengar, lalu Ara memutuskan mendekati bos nya dan mengecek bos nya apakah bos nya baik baik saja.


Setelah mendekati Akmal, Akmal pun baru sadar.


"Kamu mau apa?" tanya Akmal yang sudah gugup.


"Saya mau mengecek bapak, apakah bapak baik baik saja atau ada yang sakit pak?" tanya Ara khawatir.

__ADS_1


Akmal yang melihat kekhawatiran istri nya pun langsung tersenyum.


"Saya baik baik saja" ucap Akmal sambil tersenyum.


Lalu Ara pun hanya mengangguk.


"Oh iya pak, bapak bisa mengecek lagi jadwal bapak hari ini siapa tahu bapak mau meneliti nya" ucap Ara sambil memberikan tablet yang ada di tangan nya, setelah ia letakkan di depan Akmal ia pun mau pergi ke ruangan nya.


"Ya sudah kalo begitu saya permisi dulu pak" ucap Ara.


Akmal pun hanya mengangguk dan tersenyum saraya memperhatikan punggung Ara yang semakin menghilang.


Di dalam hati Akmal sangat sedih karena ia tidak dapat memeluk istrinya nya dan mencium istrinya seperti orang orang pada umumnya.


Beberapa saat kemudian mereka pun melaksanakan meeting dengan rekan bisnis nya.


Akmal yang melihat Ara yang sedang menerangkan hasil laporan itu tampak takjub pada istrinya sendiri, ia melihat istrinya tanpa berkedip.


Setelah selesai meeting mereka pun kembali ke ruangan masing masing.


_____________


Di ruangan Akmal ia masih terbayang bayang wajah cantik istri nya dan tanpa ia sadari ia mengungkapkan.


"Andai saja Ara sudah mau tinggal dengan ku saat ini sudah ku pastikan Ara akan selalu aku peluk dan aku cium setiap hari" ucap Akmal.


*Flashback On


Ara yang sedang mengerjakan laporan hasil meeting teringat akan hal yang harus ia sampaikan pada Akmal.


Tanpa pikir panjang Ara pun langsung berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ruangan Akmal.


Setelah sampai ruangan Akmal ia mau mengetuk pintu namun suara Akmal yang mengungkapkan sesuatu sampai luar ruangan membuat Ara penasaran dan membuka sedikit pintu nya.


Setelah mendengar kata-kata dari Akmal Ara jantung Ara pun berdetak cepat dan dia tidak bisa mengontrol diri nya saat ini juga.


Flashback off*.


Setelah itu Akmal pun melanjutkan kata-katanya.


"Semoga saja Ara mau menerima ku sebagai suami nya" ucap Akmal tidak sadar.


Deg jantung Ara berdetak dua kali lebih cepat.


Dan Ara sudah tidak tahan untuk mengeluarkan air mata nya.


Karena sudah tidak tahan ingin mengeluarkan air mata nya Ara pun langsung berlari menuju kamar mandi dan tanpa ia sadari ada orang di depan nya.


Brukk..

__ADS_1


"Aduh" Ucap mereka bersamaan.


"Maaf kan saya sekertaris Ara saya tidak sengaja" ucap seorang laki laki yang mau ke tempat Akmal.


"Tidak apa-apa saya yang salah" ucap Ara.


"Sekertaris Ara kenapa?" tanya laki laki itu bingung dengan wajah Ara yang sudah memerah menunduk.


"Saya tidak apa-apa, maaf saya permisi" ucap Ara lalu berlari ke dalam kamar mandi.


Setelah melihat punggung Ara menghilang ia pun berkata.


"Aneh sekali sekertaris Ara" ucap laki laki itu dan langsung masuk ke ruangan Akmal.


Tok tok tok.


"Masuk" ucap Akmal.


"Pak permisi saya mau memberikan laporan kepada bapak" ucap Ari (anggap saja namanya itu ya).


"Bawa ke sini laporan nya saya mau melihat nya" ucap Akmal.


Ari pun memberikan hasil laporan nya.


Karena ia sangat kepo dengan keadaan Ara ia pun bertanya pada Akmal.


"Maaf pak saya mau bertanya" ucap Ari.


"Silahkan" jawab Akmal.


"Apakah tadi sekertaris Ara ke sini pak?" tanya Ari pada bos nya.


Saat mendengar kata-kata Ara ia pun langsung mendongak kan kepalanya.


"Sekertaris Ara tidak ke sini memang nya kenapa?" tanya Akmal.


"Tadi saya melihat sekertaris Ara membuka sedikit pintu ruangan bapak, setelah membuka pintu nya sekertaris Ara menangis pak" ucap Ari.


Akmal pun hanya terdiam memikirkan ucapan nya tadi.


Setelah berfikir keras Akmal pun mulai mengingat ucapan nya dan ia pun merasa khawatir dengan kondisi istri kecil nya itu.


Setelah selesai mengecek laporan Ari pun di suruh keluar oleh Akmal.


**Jangan lupa tinggalkan vote dan like.


Plus beri komentar ya buat kelanjutan cerita aku enak nya kek gimana.


Makasih untuk sebelum 😉**

__ADS_1


__ADS_2