
Setelah itu mereka pun melanjutkan perbincangan nya dan sampai akhirnya.
Ara yang sudah rindu dengan suami nya pun langsung bertanya pada Umi nya.
"Umi Kak Akmal belum pulang kerja ya?" tanya Ara.
"Siapa bilang orang suami mu itu udah ada di kamar dari siang tadi malah mungkin ini masih tidur" ucap Umi sambil menggoda menantu nya yang masih gadis ini.
Ara yang merasa sudah di goda pun hanya tersenyum.
"Loh kenapa Kak Akmal pulang nya lebih pagi dari biasanya Umi?" tanya Ara.
"Ya mau bagaimana lagi, katanya tidak ada penyemangat nya di kantor jadi dia malas di kantor" ucap Umi yang melanjutkan godaan nya.
Ara pun hanya mengangguk pertanda mengerti.
Karena merasa menantu nya sudah rindu dengan suami nya pun langsung menyuruh menantunya untuk masuk ke dalam kamar anaknya itu.
"Ara pasti rindu ya dengan Akmal?" tanya Umi pada menantu nya.
Ara pun hanya mengangguk sambil menunduk malu.
"Ya sudah sana masuk aja Ara" ucap Umi.
"Emang boleh Umi?" tanya Ara pada Umi.
"Ya boleh dong masak nggak sih, kalian kan udah menikah" ucap Umi.
"Ya sudah kalo gitu Ara ke kamar Kak Akmal dulu ya Umi" ucap Ara sambil berdiri setelah berdiri Ara pun duduk lagi.
Karena merasa aneh dengan menantu nya Umi pun bertanya.
"Ada apa sayang?" tanya Umi.
Ara pun tersenyum.
"Hehehe Ara tidak tahu kamar Kak Akmal Umi" jawab Ara.
Umi pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Setelah di beri tahu oleh Umi pun Ara langsung bergegas menuju kamar suami nya.
Setelah sampai di depan pintu kamar sang suami Ara pun langsung mengetuk pintu kamar suaminya.
Tok tok tok.
Cklek.
Dan muncul lah seorang laki laki tampan yang sangat ia rindukan untuk beberapa jam lalu.
Setelah itu Ara pun langsung memandangi orang yang ada di depan nya.
Itu pun sebaliknya Akmal sangat terpukau dengan penampilan istri nya yang bebeda hari ini.
"Ara ada apa?" tanya Akmal.
Ara yang mendengar suara suaminya pun mata nya langsung berkaca kaca.
Setelah itu Ara pun langsung memeluk suaminya tanpa malu.
"Kak maafin Ara, nggak seharusnya Ara bersikap kayak gini ke Kakak" ucap Ara sambil terus menangis dan memeluk tubuh kekar suaminya.
Akmal hanya terdiam melihat tingkah Ara yang langsung memeluk nya.
__ADS_1
Akmal pun bertanya apakah Ara sudah tahu sebenarnya.
"Ara apakah kamu sudah tahu semua nya?" tanya Akmal.
Ara pun hanya mengangguk.
Setelah itu Akmal pun mengangkat tubuh istrinya untuk masuk ke dalam kamar nya dan ia tidak lupa mengunci pintu kamar nya.
Ara yang sudah di duduk kan di atas ranjang oleh suami nya pun hanya menunduk malu karena selalu di perhatikan oleh suaminya.
Karena Akmal tidak bisa melihat wajah cantik istri nya ia pun memegang dagu istri nya agar istri nya bisa melihat nya.
Setelah memegang dagu istri nya ia pun melihat wajah cantik Ara dengan sangat jelas.
"Apakah istri ku merindu kan suami nya?" tanya Akmal pada Ara.
Ara pun hanya mengangguk malu melihat wajah suaminya.
"Wajah mu masih pucat istri ku apakah kamu masih sakit?" tanya Akmal.
Dengan cepat Ara pun menggelengkan kepalanya dan berkata.
"Ara udah sembuh kok" ucap Ara sambil tersenyum.
"Tapi mengapa wajah cantik istri ku pucat?" tanya Akmal.
Ara yang mendengar itu pun hanya malu sambil terus menunduk.
Karena Ara ingin sekali memeluk suaminya Ara pun meminta izin kepada suami nya.
"Kak apakah Ara boleh memeluk Kakak?" tanya Ara.
Tanpa menjawab Akmal langsung mendekap tubuh istrinya.
Ara pun hanya mengangguk.
Setelah itu Akmal pun mencium kening istrinya.
Setelah itu Ara pun langsung duduk ke tempat nya lagi.
Mereka berdua pun hanya saling diam Ara masih setia menunduk sedangkan Akmal ia setia memandangi wajah istri nya yang menunduk.
"Sayang jangan menunduk terus aku tidak bisa melihat wajah cantik mu" ucap Akmal.
Ara pun dengan malu malu mendongak kan kepalanya sambil tersenyum.
Saat Akmal sedang melihat wajah cantik istri nya mata Akmal pun terkunci dengan bibir mungil, mulus dan berwarna pink muda milik istri nya.
Karena sudah tidak bisa menjaga iman ia pun langsung menyambar bibir itu.
Setelah selesai dengan aktivitas nya Akmal pun berhenti karena melihat istrinya yang sudah kehabisan oksigen.
Setelah itu Ara pun malu melihat wajah suaminya karena malu melihat wajah suaminya ia pun langsung memeluk tubuh suaminya dengan erat.
"Sayang jangan tutupi wajah cantik mu itu" ucap Akmal.
"Ara malu dengan Kakak Akmal" ucap Ara masih setia memeluk tubuh kekar suaminya.
"Kenapa harus malu, hari ini esok dan seterusnya istri ku tidak boleh malu lagi dengan suami nya" ucap Akmal.
"Karena cepat atau lambat suami mu ini akan melihat semua nya sayang" ucap Akmal sambil berbisik.
Karena mendengar kata-kata itu Ara pun langsung memeluk lengan kekar suaminya.
__ADS_1
"Ihh Kakak apaan sih Ara malu" ucap Ara sambil menutupi mukanya dengan kedua tangan nya.
Akmal pun hanya tertawa melihat kelakuan istri kecil nya itu.
Karena sekolah ia mempunyai istri kecil yang bisa setiap saat ia goda.
Beberapa detik kemudian mereka berdua merasakan canggung karena belum pernah sedekat ini.
Detik selanjutnya pun Ara baru teringat sesuatu.
"Kak" ucap Ara
"Iya sayang?" tanya Akmal sambil terus memandangi wajah istri nya.
Ara yang di pandangi terus oleh suami nya pun malu.
"Kak Akmal kalo ngeliatin Ara jangan kayak gitu dong" ucap Ara sambil manyun dan malu.
"Loh memang nya kenapa, hem?" tanya Akmal yang semakin mendekat kan tubuh nya ke Ara.
"Em em anu eh nggak jadi deh" ucap Ara sambil terus menunduk.
"Kok gitu" ucap Akmal sambil terus menggoda istri kecilnya.
"Gapapa kak, oh iya Ara cuma mau izin sama Kakak" ucap Ara.
"Izin apa sayang?" tanya Akmal yang sudah duduk di tempat nya kembali.
"Mau pulang kerumah Kak ini kan udah mau Magrib" ucap Ara.
"Kenapa tidak tidur sini dengan suami mu?" tanya Akmal yang penasaran.
"Maaf Kak tadi Ara izin nya ke keluarga mau cari angin nggak ke rumah Kak Akmal" jawab Ara yang menunduk.
"Kenapa begitu sayang?" tanya Akmal sambil memegang dagu istri nya.
"Em itu, kalo Ara bilang mau ke rumah Kak Akmal pasti semua pada ikut terus rencana Ara gagal buat ketemu sama suami Ara" jawab Ara sambil tersenyum lalu memeluk suaminya.
Akmal pun membalas pelukan istri kecilnya.
"Ya sudah kalo begitu Ara Kakak antara pulang ya" ucap Akmal.
"Tidak usah Kak, Kakak di rumah saja" jawab Ara sambil melihat wajah suaminya.
"Tidak apa-apa, suami mu ini tidak mau istri nya kenapa kenapa" jawab Akmal.
Ara pun hanya mengangguk dan langsung mengambil tasnya.
Lalu ia pun segera turun dari ranjang.
Saat Ara akan melanjutkan langkahnya ia pun langsung berhenti dan mendapatkan ide cemerlang.
"Mengapa berhenti sayang?" tanya Akmal yang melihat Ara berhenti mendadak.
"Kak Ara kan tidak pernah merasakan masa pacaran jadi kita sekarang pacaran ya Kak?" tanya Ara yang baru saja menembak suaminya.
Akmal yang mendengar itu pun tersenyum.
Karena Akmal pun sama tidak pernah merasakan yang namanya pacaran.
Lalu Akmal pun mendekat kan mulut nya ke telinga istri nya.
Jangan lupa tinggalkan vote dan like 😜
__ADS_1