Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
90


__ADS_3

"Kak Faish nggak ikut?, tanya Ara pada Kakak nya.


"Nggak dek, mungkin besok atau lusa, hari ini Kakak ada meeting penting, beruntung orang nya ada di Solo jadi Kakak nggak perlu balik ke Jogjakarta, jawab Faish.


"Yah sepi dong cuma kita bertiga doang, ucap Ara sambil cemberut.


"Siapa bilang kita cuma bertiga, sahut Papa sambil tersenyum.


"Emang sama siapa lagi Pa?, tanya Ara.


Papa pun hanya diam.


Menu sarapan Ara dan keluarga pagi hari ini.



Ada Sego Liwet Pasar Gede.


Mungkin enak si, author juga kagak tau soalnya author bukan dari Solo, mungkin para pembaca yang dari Solo bisa rekomendasiin buat author makanan terenak di Solo hehehe, bar bisa coba nanti ke Solo.


Kalo kata Ayah sama bunda othorrrrrrrrrr si enak. Tapi nggak tau deh heheh.



Ada Juga nih.


Nasi Langgi Worawari.


Itulah menu makan sarapan mereka saat ini, Solo banget gitu. Wajarlah orang bobo di Solo, jadi makan nya juga makanan Solo lah heheh.


______


Setelah sarapan pagi mereka pun langsung membersihkan badan dan diri mereka, karena setelah itu mereka akan pergi ke Mall untuk belanja.


Yeeeeeee belanja.

__ADS_1


Saat tengah asik berdandan karena mood calon Mama muda itu baru baik tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu kamar nya.


Dan saat di buka pintunya.


"Permisi apakah dengan ibu Ara Nabila Basyir?, tanya seorang kurir penghantar barang tersebut.


"Iya saya sendiri, ada apa ya Mas?, tanya balik Ara.


"Ini ada titipan bunga dari seseorang untuk ibu, jawab kurir penghantar barang tersebut, sambil memberikan buket bunga mawar.



"Dari siapa ya Mas?, tanya Ara sambil menerima buket bunga tersebut.


"Orang tersebut bilang, ia adalah orang spesial dalam hidup ibu, jawab kurir tersebut.


"Ibu juga bisa membaca surat yang di selipkan di antara beberapa tangkai bunga tersebut, ucap nya lagi.


"Maaf bu tolong tanda tangani kertas penerimaan nya, pinta kurir tersebut, yang seketika menyadarkan Ara dari lamunannya.


"Oh iya Mas, maaf saya melamun, ucap Ara dan seketika mendapatkan senyuman dari si kurir tersebut.


Setelah selesai menandatangani kertas tersebut kurirnya pun pergi.


"Dari siapa ya?, tanya Ara pada dirinya sendiri sebelum masuk ke dalam kamar lagi.


Karena kepo akhirnya Ara pun segera masuk kamar dan langsung mencari dimana letak surat yang Mas kurirnya tadi bilang.


Beberapa saat kemudian Ara pun menemukan nya.


Ia pun membacanya.


Isi dalam kertas itu adalah.


Sayang aku merindukan mu.

__ADS_1


Dandan lah yang cantik untuk ku.


...- Mr. A...


Seperti itu lah tulisannya.


"Siapa ya?, tanya Ara dalam hati.


"Apakah Hubby?, tapi mana mungkin, ucap nya lagi.


"Tapi bisa saja, Mr. A, siapa lagi kalo itu bukan Mr, Akmal, ucap nya lagi tapi kali ini dengan senyuman yang begitu manis.


"Hahahahah, lucu sekali kamu by, gumam Ara lagi.


Di Tempat Lain


"Tunggu lah aku sayang, gumam seseorang dari balik pintu.


Sedangkan di tempat Ara.


Ara yang sedang mendempul sedikit wajah nya tiba-tiba ada seseorang dari balik pintu yang sedang mengetuk pintu nya.


Tok tok tok tok


Beberapa kali suara ketukan pintu itu terdengar di gendang telinga Ara.


Ceklek


"Mama, ucap Ara.


"Iya nak, ayo kita berangkat sekarang ke Mall nya, udah di tunggu Papa dari tadi, sahut Mama.


"Oh iya Ma, ini Ara juga udah selesai kok, ucap Ara.


"Oh ya sudah ayo kita berangkat sekarang saja, sahut Mama.

__ADS_1


"Ayo, ucap Ara lalu segera mengambil tas dan ponsel yang tertinggal di atas ranjang.


Lanjut 🖤


__ADS_2