Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
99


__ADS_3

"Kamu apaan sih Ara, tadi aku hanya terbawa suasana saja, kalo nggak juga nggak lah, ucap Azka masih sambil mesam-mesem. Nggak jelas.


"Dih dih, jawaban apaan tuh kalo nggak juga nggak, sahut Ara dengan tatapan menggoda nya.


"Ih jangan goda aku terus ah, mau ikut nggak?, tawar Azka, yang mau lari dari godaan Ara.


"Kemana??.....


_______________


"Kemana?, tanya Ara.


"Ke kebun, mau nggak?, tanya balik Azka.


"Mau, jawab Ara.


Lalu mereka pun berjalan menuju kebun yang lumayan dekat dengan taman, tempat mereka duduk tadi.


Pada saat sedang berjalan Ara pun bertanya kepada Azka.


"Tapi mau ngapain ke kebun?, tanya Ara.


"Mau lihat-lihat buah yang udah mateng aja, kalo udah mateng kan bisa di petik, terus di makan sama-sama nanti sama Mas Faish, kamu dan suami kamu, jawab Azka sekenanya.


"Ada berapa banyak pohon buah yang kamu tanam Ka? tanya Ara lagi.


"Emm, entah lah, itu yang nanam Mama dan Papa ku pada saat kita masih kuliah dulu, jadi aku nggak tau berapa banyak nya Mama dan Papa tanam, jawab Azka.


"Liat aja nanti, ucap Azka lagi.


Ara pun mengangguk.


Beberapa saat kemudian mereka pun telah sampai di depan kebun tersebut.


Terlihat beberapa buah-buahan dan sayur-sayuran segar yang tertanam rapi dan indah di sini.


Netra mata Ara melihat buah-buahan dan sayur-sayuran, yang beberapa di tanam di pot dan ada juga yang langsung di dasaran.

__ADS_1


Ada strawberry yang di tanam di pot dengan indah.



Ada juga tomat yang di tanam di pot.



Jeruk Katsuri pun ada.



Jambu biji juga ada.



Dan yang terakhir yang di lihat oleh Ara adalah, buah semangka yang di tanam langsung di dasaran.



Ara yang melihat banyaknya tanaman di sana pun dengan semangat empat lima nya menyuruh Azka untuk mengajar nya cara memetik buah dan sayuran di kebun indah nan asri tersebut.


"Haaa, kamu yakin mau memetik nya?, tanya Azka.


"Ya yakin lah, emang kenapa?, tanya balik Ara.


"Ya gapapa si, jawab Azka.


"Ya sudah ayo kita memetik nya sekarang, ucap Azka.


"Tapi aku ambil gunting nya dulu ya, kamu tunggu sini aja, kalo kamu ngikutin aku nanti malah kecapean lagi, ucap Azka dengan mode cerewet on nya yang hanya di tanggapi Ara dengan senyuman nya.


"Iya-iya bawel banget sih, sahut Ara sambil tersenyum.


Beberapa saat kemudian Azka pun kembali ke kebun dengan sudah membawa dua buah gunting di tangan nya.


"Ayo Azka cepetan dong, rengek Ara.

__ADS_1


"Iya-iya bawel banget sih kamu Ra, ucap Azka sambil tersenyum.


"Padahal kamu pendiem loh dulu, nggak secerewet ini, apa hamil kamu ini berpengaruh dengan ke cerewetan mu ya?, tanya Azka sambil berjalan menuju pot buah yang akan mereka petik.


"Iya kalik, semenjak aku hamil ada beberapa sikap ku yang berubah, jawab Ara sambil mengikuti langkah kaki Azka dari samping nya.


"Kan anak kamu kembar tuh, kamu udah tau jenis kelamin nya belum?, tanya Azka sambil masih berjalan beriringan dengan Ara.


"Ya belum lah, usia kandungan aku aja baru jalan tiga bulan dua Minggu, masih muda banget, jawab Ara.


"Oh ya mana tau, hehehe, sahut Azka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak yaaaaaaaa


__ADS_2