
Setelah Ara keluar dari ruangan meeting Ara berpapasan dengan karyawan perempuan.
"sekertaris Ara, panggil karyawan tersebut.
"eh iya Nina, sahut Ara yang sudah membalikkan badannya.
"loh kok sekertaris Ara baru keluar dari ruangan meeting?, tanya Nina.
Ara yang mendapat pertanyaan seperti itu pun diam.
Hening
Hening
Beberapa detik setelah itu.
"Aht itu tadi aku ada urusan bentar sama pak Akmal, jadi baru keluar deh, jawab Ara.
"oh gitu, sahut Nina.
Lalu Akmal baru saja keluar dari ruangan meeting dan melihat ada Ara dan Nina.
Akmal yang melihat istrinya pun tersenyum namun Ara malu membalas nya, Ara pun hanya menunduk sedangkan Nina hanya di lihat sekilas oleh Akmal walaupun Nina sudah tersenyum namun Akmal tidak membalas senyuman itu.
"loh Ara kamu kok masih di sini?, tanya Akmal.
Ara pun gelagapan mendengar nya.
"em em itu pak saya baru ngobrol sebentar sama Nina, jawab Ara.
"sudah selesai ngobrol nya?, tanya Akmal pada Ara.
"sudah selesai dari tadi pak, jawab Nina dari belakang.
"ya sudah kalo begitu saya permisi pak Akmal dan sekertaris Ara, ucap Nina.
Lalu di angguki oleh mereka berdua setelah itu Nina pun langsung pergi dari situ.
Setelah Nina menghilang dari pandangan mereka Akmal pun memajukan tubuhnya agar bisa mebisikan sesuatu ke telinga istri nya.
"sayang kamu jangan terlalu lama di luar mas menunggu mu, ucap Akmal sambil berbisik setelah itu Akmal pun melanjutkan langkahnya menuju ruangan nya.
"iht nyebelin apaan sih kenapa bisikin nya kek gitu coba, aku kan malu denger nya, ucap Ara dalam hati sambil tersenyum lalu melangkah kan kaki nya menuju ruangan Akmal.
Beberapa menit kemudian Ara pun sampai di depan pintu ruangan Akmal tanpa pikir panjang Ara pun langsung masuk ke ruangan Akmal.
Setelah masuk Ara melihat suami nya yang sedang duduk di sofa sambil membaca laporan hasil meeting tadi.
Di dalam ruangan
Akmal yang sedang duduk di sofa sambil membaca laporan menoleh ke arah pintu yang sudah di buka oleh istri nya.
__ADS_1
Akmal yang melihat istrinya sudah berdiri di depan pintu pun langsung mengembangkan senyumnya.
"sayang kamu sudah sampai?, tanya Akmal pada Ara.
"sudah mas, jawab Ara sambil tersenyum.
"ya sudah sini duduk dekat mas, ucap Akmal.
Ara pun hanya mengiyakan saja lalu berjalan menuju sofa yang di tempati oleh Akmal lalu dia ikut duduk di samping Akmal.
Akmal yang sudah melihat istrinya duduk pun langsung memandang lekat wajah cantik istri nya sambil tersenyum dan sesekali mencium pipi, bibir dan kening istrinya.
"sayang apa kamu sudah siap?, tanya Akmal pada sang istri.
Ara yang ditanya seperti itu pun tidak mengerti.
"sudah siap apa mas?, tanya Ara balik.
Akmal yang mendapatkan pertanyaan seperti itu pun langsung tertawa dan menjawab.
"maksud mas apakah kamu sudah siap untuk membuat baby lagi?, tanya Akmal sambil tersenyum menggoda.
Ara yang mendapat kan jawaban dan pertanyaan seperti itu pun malu dan pipi nya bersemu merah.
"ih apaan sih mas, Ara malu tauk, jawab Ara.
Tanpa pikir panjang Akmal pun langsung mengendong tubuh langsing istrinya dan membawa nya ke kamar dalam ruangan Akmal.
Setelah sampai di dalam kamar Akmal langsung membuka baju nya dan hanya tersisa celana saja, setelah itu Akmal pun membukakan kerudung serta baju istrinya, namun saat Akmal akan membuka baju istrinya dia di hentikan oleh tangan istrinya yang menahan tangan kekar nya.
"ya sudah cepat lah sayang, sahut Akmal.
Setelah Ara sampai di dalam kamar mandi ia pun terkejut karena.
Hening
Hening
Hening
Hening
Akmal yang menunggu Ara di luar cukup lama pun akhirnya memanggil istrinya.
"sayang, panggil Akmal.
Hening
"iya mas, sahut Ara dengan tubuh yang bergetar.
"kamu kenapa lama sekali di dalam kamar mandi sayang?, tanya Akmal.
__ADS_1
Ara yang mendapat kan pertanyaan seperti itu pun langsung gelisah.
"bagaimana ini aku takut kalo mas Akmal akan kecewa sama aku jika aku memberitahu nya, ucap Ara dalam hati.
Lalu Ara pun keluar dari kamar mandi dengan menunduk kan kepalanya.
Akmal yang melihat istrinya gelisah pun langsung mendekati istrinya.
"ada apa sayang?, tanya Akmal.
"hiks hiks maaf mas, ucap Ara sambil menangis.
Akmal bingung dengan istri nya yang tiba-tiba menangis.
"maaf kenapa sayang?, tanya Akmal sambil memeluk tubuh istrinya.
"hiks hiks hiks maaf kan Ara mas, Ara sekarang datang bulan jadi tidak bisa membuat baby lagi, Jawa Ara dengan masih menangis di dalam pelukan suaminya.
Akmal yang mendapatkan jawaban seperti itu pun langsung sedih, karena Akmal sudah nanggung eh malah tidak jadi.
"tidak apa-apa sayang kan wajar bila perempuan datang bulan artinya kamu sehat, sahut Akmal sambil mencubit hidung istrinya.
"Ara pikir mas Akmal kecewa dengan Ara karena datang bulan tidak tempat dengan apa yang akan mas lakukan ke Ara, ucap Ara.
Kecewa pasti, pasti Akmal kecewa namun bagaimana lagi namanya perempuan pasti akan datang bulan pada saat 1 bulan sekali namun Akmal berusaha untuk menutupi kekecewaan nya di depan sang istri tercinta nya.
"mas sama sekali tidak kecewa dengan kamu, sudah ya berhenti nangis nya jelek tau nanti muka nya, ucap Akmal sambil mencium mata istrinya.
Ara yang mendapat perlakuan seperti itu pun hanya menunduk dan sesekali mengangguk kan kepalanya.
"ya sudah kalo begitu mas ke kamar mandi dulu ya. ucap Akmal.
"iya mas, sahut Ara sambil mengangguk kan kepalanya.
Beberapa menit kemudian
Akmal pun keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.
Ara yang melihat suami nya keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah pun langsung menatap kagum suami nya serta membatin.
"mas Akmal kalo rambut nya basah kelihatan lebih seksi yah, ucap Ara sambil dalam hati sambil senyum-senyum sendiri nggak jelas.
____________________
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan vote dan like.
Eits jangan lupa comen nya aku sayang kalian 💖