
Ara yang masih berdiri di depan cermin yang ada di dalam kamar mandi terus memikirkan ucapan Akmal yang terngiang-ngiang di dalam otak nya.
Ara gelisah, ia tak enak hati untuk bertemu dengan Akmal.
"Apakah benar Pak Akmal adalah suami ku?" tanya Ara pada dirinya sendiri.
"Tidak itu pasti hanya persamaan nama nya saja" ucap Ara.
"Tapi mengapa aku selalu memikirkan ucapan nya" ucap nya lagi.
"Tidak itu tidak mungkin, Ara ayo semangat" ucap Ara sambil menghapus sisa air mata yang ada di pipi nya.
Setelah itu Ara pun keluar dari kamar mandi, seperti biasanya Ara mengeluarkan wajah dingin nya pada semua karyawan yang lewat.
Setiap kali lewat ia selalu di sapa dengan para karyawan dan ia hanya mengangguk kan kepalanya dan tersenyum sedikit, walaupun hanya sedikit namun masih terlihat manis.
Setelah sampai di depan pintu ruangan nya ia melirik sedikit ruangan yang di tempati oleh Akmal, setelah selesai melirik nya sebentar lalu Ara masuk ke dalam ruangan nya.
Setelah berada di dalam ruangan nya ia lupa kalo belum memberi tahu hal yang harus ia katakan pada Akmal.
Lalu Ara menenangkan diri nya setelah itu ia pun berjalan menuju ruangan Akmal.
Setelah sampai di depan pintu Ara pun mengetuk nya.
Tok tok tok.
"Masuk" ucap Akmal dari dalam.
Perempuan itu pun memandangi wajah tampan Akmal dan tanpa sadar ia tersenyum walaupun Akmal tidak tahu ia pun segera mengubah wajah nya.
"Pak saya hanya ingin mengatakan kalo nanti siang ada rapat penting dengan rekan bisnis bapak yang berasal dari Amerika" ucap Ara dengan nada dingin nya.
Akmal yang mendengar suara Ara pun langsung mendongak kan kepalanya menatap wajah cantik Ara sambil tersenyum.
Ara yang mendapat kan tatapan seperti itu dari Akmal pun mengalihkan pandangannya kelain tempat.
Beberapa detik kemudian.
Karena merasa ucapan nya tidak di respon dengan bos nya Ara pun memutuskan untuk kembali ke ruangan nya.
"Karena saya sudah memberi tahu bapak, jadi saya kembali ke ruangan saya permisi" ucap Ara.
Suara Akmal menghentikan langkah Ara.
"Ara kamu kenapa?" tanya Akmal yang pura pura tidak tahu.
"Saya tidak apa-apa pak kalo begitu saya permisi dulu" ucap Ara karena ia sudah tidak tahan lagi melihat wajah tampan Akmal.
Beberapa Jam kemudian.
__ADS_1
Jam menunjukkan pukul 5 sore jadi mereka boleh pulang ke rumah masing-masing.
Setelah Ara membereskan barang-barang nya ia pun langsung berlari keluar ruangan nya agar tidak bertemu dengan Akmal.
Akmal yang baru keluar dari ruangan nya melihat tingkah Ara yang berubah pun bingung.
Setelah Ara sampai di bawah Ara pun langsung mencari taksi agar ia cepat sampai di rumah.
Beberapa menit menunggu namun tidak ada yang lewat akhirnya Ara pun memesan taksi online.
Akmal yang baru melihat Ara di depan kantor yang sedang menunggu taksi pun berhenti di depan Ara.
Akmal pun menurunkan kaca mobil nya.
"Ara kamu belum pulang?" tanya Akmal basa basi agar bisa lebih lama melihat wajah Ara.
Ara yang mendengar ada yang berbicara pada nya pun menoleh pada sumber suara.
Setelah menoleh Ara pun menunduk.
"Iya pak saya belum pulang, tapi ini baru menunggu jemputan" jawab Ara.
"Oh begitu, bagaimana kalo kamu saya saja yang mengantar nya ke rumah" ucap Akmal.
Ara dengan cepat menggelengkan kepalanya dan menjawab.
"Tidak usah pak nanti merepotkan bapak" ucap Ara.
"Maaf pak tapi saya tidak bisa" ucap Ara.
Akmal yang melihat tingkah laku Ara yang semakin berbeda hanya diam saja.
"Kalo begitu saya permisi pak, maaf saya tidak bisa ikut bapak, assalamualaikum" ucap Ara.
"Waalaikumussalam" ucap Akmal.
Setelah Ara mengucapkan salam Ara pun segera menuju mobil yang ia pesan dan sebelum masuk mobil Ara melihat mobil Akmal sebentar lalu Ara pun masuk kedalam mobil tersebut.
Akmal yang melihat itu hanya diam tanpa ekspresi.
Dia bingung harus berbuat apa, toh Ara belum tahu siapa Akmal sebenarnya.
Setelah itu Akmal pun melajukan mobilnya menuju rumah nya.
Beberapa menit kemudian Ara pun sampai di rumah nya.
"Assalamualaikum" ucap Ara.
"Waalaikumussalam" ucap orang yang ada di dalam rumah Aki nya itu.
__ADS_1
"Loh Ara udah pulang" ucap Mama nya.
"Iya ma,ya udah kalo gitu Ara masuk ke dalam kamar dulu ya ma Ara capek" ucap Ara dan di angguki oleh Mama nya.
Setelah sampai di dalam kamar Ara pun langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Dan bergumam sendiri.
"Kenapa sikap ku bisa seperti ini saat bertemu dengan Kak Akmal, apa aku suka sama dia" ucap Ara.
"Astaghfirullah Ara kamu nggak boleh kayak gitu, kamu tuh udah punya suami nggak boleh suka sama orang lain" ucap Ara sendiri.
"Kenapa aku bisa kayak gini, huh dari pada aku berpikir ini terus mending aku mandi setelah itu makan ke bawah" ucap Ara sendiri lagi.
Beberapa menit kemudian Ara pun telah selesai dan turun ke bawah dengan wajah segar nya tanpa memakai hijab.
Setelah sampai di bawah pun Ara segera duduk di kursi meja makan.
"Sudah selesai mandi nya nak?" tanya Uma.
"Udah Uma" ucap Ara.
"Oh iya Uma Mama mana?" tanya Ara.
"Ini Mama di sini, ada apa nak?" tanya Mama Ara yang tiba-tiba muncul dari belakang Ara.
"Ma Ara mau curhat sama Mama dan Uma" ucap Ara.
"Cepet cerita nak" ucap Mama.
Setelah itu Ara pun bercerita.
"Gini ma Ara nggak tahu apa dari perusahaan Ara saat ini tapi Ara nggak mau suka sama bos Ara" ucap Ara sedih.
Mama dan Uma nya yang sudah tahu siapa bos Ara pun hanya pura pura tidak tahu saja.
"Loh memang kenapa?" tanya mereka bersamaan.
"Apa Mama sama Uma lupa kalo Ara sudah menikah" jawab Ara cemberut.
Mereka pun hanya tertawa.
"Mengapa menertawakan Ara, Ara malu" jawab Ara.
"Ya sudah lah Ara kau simpan saja rasa suka mu pada suami mu, jangan sampai kau suka dengan bos mu" ucap Uma.
Ara pun menangis.
"Hiks hiks hiks, Ara tidak tahu kenapa Ara bisa seperti ini Uma Mama, tiba tiba saja Ara tidak mau jauh dari bos Ara" ucap Ara sambil terus menangis.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan vote dan like 😋