
"Tapi setelah saya tau wanita itu adalah kamu, perjodohan yang berawal keterpaksaan dalam diri saya berubah menjadi rasa bahagia, karena wanita yang saya sukai adalah kamu Azka, ucap Faish lagi.
Azka yang mendengar ucapan dari bibir tebal Faish pun terkejut bukan main.
Kenapa bisa. Pikir Azka.
Tanpa di duga oleh gadis tersebut Faish tiba-tiba berlutut di hadapan nya sambil memegang kotak cincin yang berisikan cincin berlian indah nan elegan.
"Azka Fahima Sanusi Will you marry me?, ucap Faish dengan membuka kotak cincin berlian tersebut.
Astaghfirullah. Gumam Azka dalam hati.
"Yes, I want to, jawab Azka dengan hati yang berdegup kencang.
"Ini pakai lah, ucap Faish sambil menyodorkan kotak cincin tersebut.
"Maaf saya belum bisa memasang kan cincin ini untuk mu, karena kita belum menikah dan masih belum muhrim, ucap Faish lagi.
"Iya tidak apa-apa, saya faham kok, sahut Azka sambil tersenyum manis, lalu Azka pun mengambil cincin tersebut.
"Saya pakai ya, izin Azka.
Faish pun tersenyum lalu mengangguk.
Lalu Azka pun memakai cincin tersebut di jari manis nya.
"Huh, semoga ini menjadi awal yang baik, gumam Azka dalam hati.
__ADS_1
"Sejak kapan bapak suka dengan saya?, tanya Azka basa-basi.
"Sejak pertama kali bertemu dengan kamu, jawab Faish sekenanya.
Azka yang awalnya duduk di kursi taman sambil mengayunkan kaki nya dengan pandangan tertuju ke rumput bawah kaki nya pun langsung mendongak kan kepalanya.
"Kenapa bisa?, tiba-tiba pertanyaan aneh keluar dari mulut mungil nan indah milik Azka.
"Karena kamu memiliki daya tarik tersendiri dari beberapa wanita yang mengejar-ngejar saya, jawab Faish sambil melihat ke arah Azka.
"Kamu berbeda dari mereka, mereka yang selalu menggoda saya dengan pakaian minim nya agar busa mendapatkan hati saya, tapi kamu tidak, ucap Faish lagi.
Kata-kata tersebut mampu membuat Azka terharu, entah kenapa.
"Hanya kurang menghitung hari saja, kita akan menjadi suami istri, ucap Faish.
Azka yang awalnya menunduk pun dengan reflek langsung mendongak kan kepalanya.
"Pertanyaan apa pak?, tanya Azka.
"Apakah kamu juga sudah mencintai saya seperti saya mencintai kamu?, tanya Faish.
"Aku harus jawab apa?, gumam Azka dalam hati.
"Tidak mungkin aku mengungkap kan perasaan ku sekarang, gumam nya lagi.
"Ehem, deheman Azka untuk menetralkan detak jantungnya.
__ADS_1
"Boleh kah saya menjawab nya sewaktu kita sudah menjadi suami istri nanti?, tanya Azka agak takut.
Faish yang faham dengan cara dan omongan Azka pun hanya tersenyum.
"Tidak usah takut dengan saya, saya akan menunggu kamu sampai mencintai saya, ucap Faish.
"Terimakasih banyak Mas mau menunggu ku, sahut Azka dengan tersenyum malu-malu dengan panggilan barunya.
Faish yang mendengar panggilan baru dari calon istri untuk nya pun tampak senang.
"Jika kamu memanggil aku Mas, berarti aku boleh memanggil kamu Honey dong, ucap Faish sambil tersenyum geli dengan omongan nya sendiri.
Azka yang mendengar ucapan tersebut pun hanya mengangguk malu-malu.
Entah angin dari mana, tiba-tiba tidak ada jarak lagi di antara mereka berdua.
Tanpa aba-aba Faish mendekat kan wajah nya ke wajah calon istri nya yang cantik nan anggun tersebut.
Tanpa di duga Azka pun merespon nya, dan sekarang mereka sedang berhadapan dengan saling mendekatkan wajahnya ke wajah yang lain.
Tiba-tiba
"Astaghfirullah......
•Lah sapa ya yang ganggu calon suami istri tersebut.
entahlah author pun tidak tahu, wkwkw.
__ADS_1