
Tanpa menjawab Ara langsung menarik tangan suaminya untuk masuk kedalam rumah Aki.
Di Dalam Rumah Aki lebih tepatnya di ruang keluarga
"assalamualaikum, ucap Akmal dan Ara namun Ara salam nya dengan cemberut.
"waalaikumussalam, ucap mereka serentak.
"loh sayang kamu ke sini kok nggak ngomong sama Mama?, tanya Mama Ara.
"emang Ara nggak boleh kesini?, tanya Ara balik sambil cemberut.
Semua keluarga pun tersenyum mendengar ocehan Ara.
Sedangkan Mama Ara tertawa mendengar ocehan anak nya itu.
Uma yang mendengar cucu kesayangan nya mengoceh sambil cemberut pun langsung berdiri menghampiri cucu nya.
"Ara nggak boleh ngomong gitu, rumah Aki dan Uma itu rumah kalian juga, jadi Ara nggak boleh ngomong gitu, sahut Uma sambil memeluk cucu kesayangan nya.
"tapi kok ngumpul nya nggak ngajak Ara sih, ucap Ara dengan masih cemberut.
"gimana mau ngabarin orang di telfon aja nggak di angkat, sahut Abang Fakhri.
"masak sih, ucap Ara sambil melihat ponsel nya yang berada di dalam kantong celananya.
"upss sorry baterai ponsel Ara lowbat, ucap Ara pelan namun masih bisa di dengar oleh keluarga nya.
"pantes aja nggak nyambung dari tadi, sahut Abang Fikri.
Ara pun hanya tersenyum kaku karena malu.
"udah aht sayang kamu tuh ngambekan aja, malu lah orang udah punya suami jugak, ucap Mama Ara.
"biarin, sahut Ara sambil bergelayut manja di lengan kekar suaminya.
" sudah salim dulu sana sama Paman dan Bibi, suruh Mama Ara pada Ara karena tadi Akmal sudah saling menyapa dengan Paman dan Bibi Ara.
Tanpa pikir panjang Ara pun langsung bersalaman pada Paman dan Bibi nya.
__ADS_1
Setelah acara salam salaman selesai Ara dan Akmal pun ikut duduk di antara mereka.
"oh iya kapan nih Papa sama Mama di kasih cucu sama kalian?, tanya Papa Ara.
"secepatnya Pa, do'a in kita saja semoga semua lancar, jawab Akmal sambil tersenyum sedangkan Ara hanya bergelayut manja di lengan suami nya untuk menutupi rasa malunya.
"eh Ara kamu tuh nempel nempel muluk dari tadi sama suami mu, ucap Kak Faish.
"yeee biarin orang suami suami Ara kenapa Kakak yang repot, Kakak iri sama Ara?, tanya Ara.
"nggak, jawab Kak Faish singkat padat jelas.
"oh iya masak sampai sekarang Kak Faish sama Abang Fakhri dan Abang Fikri belum punya calon istri sih, kan Ara pengen punya Kakak perempuan, ucap Ara sambil cemberut.
"iya kapan kalian akan mengenal kan perempuan ke kami, sahut Aki.
"secepatnya, ucap mereka bersamaan.
"secepatnya itu kapan, umur kita tidak muda lagi kita mau mengendong cucu dari kalian berempat, ucap Uma.
"iya nanti kita cari, ucap mereka bersamaan lagi.
"iya, sahut mereka serentak.
Setelah itu mereka pun melanjutkan mengobrol nya sampai pada akhirnya Ara.
"semuanya Ara sama mas Akmal ke kamar dulu ya, pamit Ara kepada seluruh keluarga nya.
"wah wah makin nempel nih, ucap Abang Fikri.
"apanya yang makin nempel orang Ara sama mas Akmal mau beres beres baju Ara, sahut Ara.
"loh Ara jadi mau tinggal sama nak Akmal?, tanya Aki.
"iya Aki Ara mau tinggal sama mas Akmal, jawab Ara.
Lalu mereka semua pun mengangguk mengerti.
Setelah itu Ara dan Akmal pun pergi ke kamar Ara untuk membereskan barang-barang yang akan ia bawa.
__ADS_1
Sesaat kemudian
Ara dan Akmal pun keluar dari kamar setelah selesai sholat Isya untuk makan malam.
Ruang Makan
"sini duduk nak ayo makan malam bersama, ucap Mama Ara.
"iya Ma, jawab mereka serentak.
Setelah itu Ara dan Akmal pun duduk, Ara pun langsung melayani suaminya yaitu mengambilkan makanan untuk suami nya.
Setelah selesai makan mereka pun langsung berbincang bincang di ruang keluarga.
Ruang keluarga
Setelah semua berkumpul di ruang keluarga mereka semua pun berbincang bincang.
Perbincangan mereka terhenti saat Uma.
"apa kalian berdua tidak menginap di sini saja dulu baru pulang besok, ini kan sudah malam, ucap Uma.
"iya Ara nak Akmal mending kalian malam ini menginap di sini, lanjut Mama Ara.
Setelah mendengar ucapan itu pun Ara menunduk sedih.
"pasti mas Akmal nggak mau menginap di sini, ucap Ara dalam hati sambil menunduk.
"iya Uma Mama kita berdua malam ini menginap di sini, mungkin Ara masih kangen dengan keluarga, jawab Akmal sambil tersenyum dan memegang pundak Ara.
Ara yang mendengar jawaban itu pun langsung mendongak kan kepalanya menghadap ke suaminya yang sedang tersenyum.
"ternyata mas Akmal mau menginap di sini, ku pikir nggak mau, ucap Ara dalam hati lagi sambil tersenyum ke arah Akmal.
Setelah itu mereka pun berbincang bincang ringan sampai pukul 9 malam dan pada akhirnya mereka pun memutuskan untuk istirahat.
Jangan lupa tinggalkan vote, comen and like 🤗
Saya Shofia makasih banyak untuk semua ðŸ˜ðŸ’–
__ADS_1