Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
Hari Pernikahan


__ADS_3

Keesokan harinya Ara tetap terdiam di dalam kamar tanpa mau turun ke bawah entah apa yang ia inginkan namun sikap nya berubah drastis setelah mendengar ia akan di jodohkan oleh keluarga nya.


Hari ini di rumah Aki sangat banyak orang karena mereka mempersiapkan perlengkapan untuk pernikahan Ara besok, tidak tahu kenapa mereka ingin sekali menjodohkan mereka berdua, mungkin ada wasiat terpendam (dan lupakan itu:().


Mama Ara yang merasa khawatir dengan perubahan anaknya pun langsung menengok anak nya yang berada di dalam kamar, karena dari tadi pagi sampai siang Ara belum sempet makan satu suap pun.


Setelah sampai di depan pintu kamar anaknya Mama pun langsung mengetuk pintu kamar anaknya.


Tok tok tok.


Beberapa detik hening lalu Ara membuka suara nya.


"Masuk" ucap Ara lemas.


"Nak kamu kenapa nggak turun ke bawah?" tanya Mama.


"Malas ma Ara pengen di kamar aja toh besok Ara menikah kan" ucap Ara.


"Tapi kan kamu sendiri yang minta untuk 6 bulan tidak bertemu suami mu dulu, jadi kamu kan bisa tidur sepuasnya di kamar ini" jawab Mama.


Di saat itu Ara baru ingat kalau dia membuat perjanjian itu, karena Ara terlalu banyak pikiran jadi dia tidak ingat sama sekali tentang syarat itu.


"Astaghfirullah HALASIM Ara lupa ma" ucap Ara.


"Nah kan makanya jangan banyak pikiran toh suami kamu mau nunggu kamu sampai kamu siap nak" jawab Mama.


Ara pun hanya mengangguk kan kepalanya.


Tiba tiba Ara lemas.


Mama nya yang melihat anaknya tiba tiba lemas pun langsung bertanya.


"Nak kamu kenapa?" tanya Mama Ara sambil mengecek suhu tubuh anaknya.


"Ma Ara laper, mau makan" ucap Ara lemas.


"Astaghfirullah HALASIM makanya kalo waktu nya makan itu makan jangan di dalam kamar terus kayak orang di pingit aja" ucap Mama Ara.

__ADS_1


Ara pun hanya tersenyum malu.


"Ya sudah kamu tunggu di sini dulu Mama mau ambil makanan buat kamu" ucap Mama Ara lalu bangkit dari tempat duduk nya.


Beberapa menit kemudian Mama nya pun datang dan memberi makanan kepada anaknya setelah anaknya selesai makan ia pun turun ke bawah melanjutkan aktivitas nya.


____________________


Keesokan harinya.


Ara sudah bersiap menggunakan gaun pengantin nya yang berwarna putih dengan hiasan di atas kerudung nya.


Beda dengan Akmal ia sekarang masih gugup walaupun dia sudah siap ingin menikah dengan Ara namun kegugupan pasti ada.


Beberapa saat kemudian.


Akmal sudah duduk di depan penghulu dan Papa nya Ara, mereka akan melaksanakan Ijab Kabul nya sekarang.


Setelah itu Pak penghulu pun menyuruh mereka untuk saling berjabat tangan.


"Insyaallah siap pak" jawab Akmal lantang.


"Ya sudah, ayo saudara Akmal berjabat tangan dengan Pak Zaki selaku orang tua saudari Ara" ucap Pak penghulu.


Setelah itu mereka pun berjabat tangan.


Setelah itu Papa Ara pun mulai berucap.


"Saudara Akmal Fatih Fauzan Bin Adam Fauzan Fikri SAYA NIKAH KAN ENGKAU DAN KAWIN KAN ENGKAU DENGAN Ara Nabila Basyir Binti Zaki Amran Basyir DENGAN MASKAWIN EMAS 100 GRAM dan SEPERANGKAT ALAT SHOLAT di bayar tunai" ucap Papa Ara.


Akmal pun menjawab.


"SAYA TERIMA NIKAH NYA Ara Nabila Basyir Binti Zaki Amran Basyir DENGAN MASKAWIN EMAS 100 GRAM dan SEPERANGKAT ALAT SHOLAT di bayar tunai" jawab Akmal.


Lalu Pak penghulu pun mengungkapkan kata SAH lalu semua pun menjawab SAH.


Setelah itu Akmal dan Ara sudah sah menjadi sepasang suami istri.

__ADS_1


Setelah itu Akmal dan keluarga nya pun pulang karena Ara belum bisa bertemu dengan Akmal.


Setelah Ara mendengar kata-kata sah tadi Ara pun menangis dan meratapi nasibnya.


Selang beberapa waktu ada pun di jemput oleh Mama nya agar keluar dari kamar dan berjumpa oleh saudara.


Setelah Ara sampai di luar kamar Ara pun di sapa sepupu kembar nya biasa mau menggoda sepupu nya.


"Weh adik kecil kita bang udah nikah aja, kita berdua sampe di loncatin" ucap Fikri.


"Iya nih udah gede aja bocil kita ini" ucap Fakhri sambil mencubit gemas pipi Ara.


"Apaan sih Abang mah orang aku aja belum mau ketemu sama suami aku" ucap Ara.


Kedua sepupu Ara sebenarnya sudah tau mengapa ia tidak mau bertemu dan mereka juga sudah tau siapa suami adik sepupu nya itu.


"Kenapa emang?" tanya Fikri.


"Ya aku mau lulus dulu terus aku mau cari kerja dulu baru deh habis itu aku ketemu sama suami ku" jawab Ara.


"Oh" ucap mereka bersamaan.


"Terus nanti kalo mau kerja, kamu kerja di mana?" tanya Fakhri.


"Em sedapat nya aja sih, tapi kalo umpama Abang tau lowongan kerja bilang sama aku ya biar aku bisa langsung kerja soalnya waktu aku cuma sedikit" jawab Ara.


"Iya deh nanti kita cariin" jawab Fikri.


"Oh iya kamu udah tau belum siapa suami kamu?" tanya Fakhri pada sepupu perempuan nya.


"Belum tahu, aku nggak mau tahu dulu sebelum waktunya" jawab Ara.


Setelah mendengar kata-kata Ara Fakhri dan Fikri pun muncul satu ide yang sama dalam otak nya.


"Ya sudah kalo gitu kita pergi makan dulu ya bay" jawab Fikri lalu menarik tangan Abang nya itu.


Jangan lupa tinggalkan vote dan like 🙂

__ADS_1


__ADS_2