Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
82


__ADS_3

Keesokan harinya setelah sarapan.


"Kita nanti nginap dimana Ma, Pa kalo udah sampai ke Solo?, tanya Ara.


"Kamu lupa ya sayang, Papa kan punya hotel di sana, yang pasti kita tidur hotel lah sayang, lebih tepatnya hotel punya sendiri hahah, jawab Mama sambil tertawa receh, padahal nggak ada yang lucu juga.


"Ohhh alah di hotel Papa toh, mana Ara tau, udah beberapa tahun belakangan ini Ara nggak pernah ikut Papa Mama ke Solo dan nginap di hotel punya Papa, jadi Ara lupaa hehe, ucap Ara sambil tersenyum manis.


"Ya sudah ayo cepat beresin semua baju mu, udah di tunggu Papa sama Kak di mobil tuh, sahut Mama.


"Iya Ma, ucap Ara.


Di Dalam Mobil


"Kita ini naik kereta ya Pa untuk perjalanan ke Solo nya?, tanya Ara pada sang Papa layaknya seorang anak yang akan di ajak liburan oleh Papa dan Mama nya.


"Iya nak, kan jadi lebih cepat, kalo pakek mobil kesannya pasti akan macet terus sampai nya juga lama, jawab Papa.


"Oh gitu, sahut Ara sambil mengangguk kan kepalanya.


Tanpa Ara dan para pembaca sadari suami (Akmal) nya juga berada di Solo sedang bekerja.


Mungkin dia lupa, saking senangnya mau punya Kakak ipar.


"Oya Pa setelah kita sampai Solo kita langsung ke tempat calon besan atau ke hotel dulu?, tanya Mama.


Karena sekarang mobil nya yang menyetir Kak Faish jadi Papa dengan leluasa untuk menjawab semua pertanyaan yang di ajukan oleh anak dan istri nya.

__ADS_1


"Pertama kita ke hotel dulu, ke dua kita mampir untuk membeli sesuatu dulu untuk buah tangan, kan tidak mungkin kalo kita tidak bawa buah tangan, setelah itu baru kita ke rumah besan kita, jawab Papa.


Mama pun hanya mengangguk mendengar jawaban Papa.


Stasiun Kereta Api


"Alhamdulillah akhirnya sampai juga di stasiun, ucap Papa.


"Iya Pa, sahut Mama.


"Ya sudah yuk kita turun bentar lagi kereta nya udah mau jalan, ucap Papa.


Yang lain nya pun hanya mengangguk kan kepalanya.


"Oh iya Pa terus mobil ini yang bawa siapa, masak kita tinggal di sini?, tanya Kak Faish.


"Sipp, kamu betul banget nak, ahahah, jawab Papa sambil tertawa receh.


"Ehhh alah ternyata di sini juga ada Bang Jo Papa toh, ucap Kak Faish.


"Oh iya ayo langsung masuk nanti kita ketinggalan kereta lagi, sahut Mama.


Mereka pun mengangguki omongan Mama, setelah itu mereka pun langsung masuk ke dalam kereta tersebut.


Di Dalam Kereta Yang Sedang Berjalan


Saat ini Papa, Mama, Ara, dan Kak Faish sedang duduk saling berhadapan dengan Papa dan Kak Faish duduk bersebelahan sedangkan Mama dan Ara ada di depan mereka.

__ADS_1


Sekarang Mama dan Ara sedang tidur dengan Ara yang menyandarkan kepalanya di pundak sebelah kanan sang Mama, sedangkan Mama nya tidur dengan memegang kepala anaknya agar tidak jatuh dan sesekali mengelus nya.


Sedangkan Kak Faish dan Papa sedang mengobrol-ngobrol ringan.


Setelah berbincang-bincang cukup lama pada akhirnya Kak Faish pun mengajukan pertanyaan kepada Papa nya.


"Pa gadis yang akan Faish persunting apa dia sudah bekerja?, tanya Kak Faish pada Papa nya.


"Iya sudah, posisinya juga lumayan bagus, jawab Papa sambil tersenyum penuh arti.


Kak Faish pun menanggapi nya pun dengan menggunakan kepala nya saja.


"Oh ya Pa, kalo semisalnya Faish jadi menerima perjodohan ini apa gadis itu mau di suruh keluar dari tempat dia berkerja demi Faish?, tanya Faish pada Papa nya.


"Lihat saja nanti, kamu apa dia yang menginginkan nya untuk keluar dari pekerjaan tersebut?, ucap Papa.


Kak Faish pun mengerutkan keningnya pertanda bingung.


"Kenapa bisa gitu ya?, tanya Kak Faish pada dirinya sendiri.


Sedangkan Papa sekuat tenaga untuk menahan tawa nya agar tidak tertawa melihat wajah putra nya yang yang makin bingung.


Ini mau nikah atau tebak-tebakan sih buat aku mati kebingungan saja. Pikir Faish.


"Siapa pun gadis yang akan aku pilih semoga kau cocok dengan kriteria ku, agar kau tidak terlalu kecewa dengan ku karena sudah menerima perjodohan ku, gumam Kak Faish dalam diam.


Lanjut 👉🏻

__ADS_1


__ADS_2