Sekertaris Dingin Idaman CEO

Sekertaris Dingin Idaman CEO
83


__ADS_3

Kak Faish pun menanggapi nya pun dengan menggunakan kepala nya saja.


"Oh ya Pa, kalo semisalnya Faish jadi menerima perjodohan ini apa gadis itu mau di suruh keluar dari tempat dia berkerja demi Faish?, tanya Faish pada Papa nya.


"Lihat saja nanti, kamu apa dia yang menginginkan nya untuk keluar dari pekerjaan tersebut?, ucap Papa.


Kak Faish pun mengerutkan keningnya pertanda bingung.


"Kenapa bisa gitu ya?, tanya Kak Faish pada dirinya sendiri.


Sedangkan Papa sekuat tenaga untuk menahan tawa nya agar tidak tertawa melihat wajah putra nya yang yang makin bingung.


Ini mau nikah atau tebak-tebakan sih buat aku mati kebingungan saja. Pikir Faish.


"Siapa pun gadis yang akan aku pilih semoga kau cocok dengan kriteria ku, agar kau tidak terlalu kecewa dengan ku karena sudah menerima perjodohan ku, gumam Kak Faish dalam diam.


Sedangkan Di Sisi Lain


Azka yang sedang minum es sirup sambil mendengarkan apa yang sedang di omongkan sama Papa dan Mama nya pun tiba-tiba tersedak dengan air sirup nya sendiri.


Uhuk uhuk uhuk uhuk uhhhhuuukkkkkk


"Astaghfirullah Azka minum nya pelan-pelan dong sayang, ucap Mama sambil mengusap punggung anaknya dan juga sambil ngomel juga hahahaha.


"Iyaa Ka orang nggak ada yang minta juga, sahut Papa.


"Enggak tau Pa, tiba-tiba aja pengen batuk, apa jangan-jangan ada yang ngomongin Azka ya?, tanya Azka pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Husss, nggak boleh suudzon gitu sama orang, jawab Mama.


"Heheh iya Ma maaf, sahut Azka dengan cengengesan.


"Oh iya kapan calon mantu dan calon besan kita akan kemari Pa?, tanya Mama.


"Tadi calon besan kita sempat menelfon Papa, katanya bak'da Ashar mereka kemari, jawab Papa.


"Ohh gitu, ucap Mama.


"Kok cepet banget ya Ma Pa mereka kesini nya?, tanya Azka bingung.


"Iya lah sayang mau bagaimana lagi, keluarga kita dan keluarga mereka itu mempunyai kepentingan masing-masing kalo kita mengulur waktu, lama-kelamaan kamu dan anaknya tidak jadi menikah, jawab Papa.


Azka pun hanya mengangguk kan kepalanya saja.


Dia mungkin sudah pasrah bagaimana nasibnya nanti setelah menikah.


Di Sisi Lain


Setelah selamat sampai tujuan Mama, Papa, Ara, dan Kak Faish langsung melanjutkan perjalanan menggunakan mobil pribadi milik keluarga Basyir ke hotel milik Papa.


Beberapa saat kemudian akhirnya mereka pun telah sampai di hotel milik Papa.


Lalu mereka pun di sambut hangat dengan manager.


"Berarti Ara tidur sendirian di kamar dong?, tanya Ara.

__ADS_1


"Iya lah dek, apa kamu mau tidur bareng sama Mama Papa, malu dek sama si kembar yang ada di dalam perut kamu hahahahah, jawab Kak Faish sambil meledek adiknya.


"Paan sih gak seru banget kamu Kak, ucap Ara sambil cemberut.


Tanpa mereka semua tau ternyata ada yang sedang melihat mereka di dalam hotel tersebut, seseorang tersebut sedang mengintip di balik tembok.


"Cantik, gumam orang tersebut.


"Kenapa enggak ketemu beberapa hari kamu tambah chubby sih, jadi pengen cepet-cepet nyamperin terus peluk, gumam nya lagi.


Tiba-tiba pundak seseorang tersebut di tepuk dari belakang oleh seseorang.


Puk


"Astaghfirullah, ucap seseorang tersebut terkejut.


"Ada apa?, tanya seseorang tersebut dengan tegas.


"Maaf Pak saya mengagetkan anda, ucap seseorang tersebut tidak enak.


"Itu Pak meeting nya sudah mau mulai, ucap nya lagi.


Sedangkan seseorang tersebut pun langsung masuk ke ruangan untuk melanjutkan meeting.


______


Siapakah seseorang tersebut.

__ADS_1


Apakah pengagum rahasia Ara atauuuuuu apa yaaaaa?🤔.


Simak terusss kelanjutan novel ini terimakasih semuaaa.


__ADS_2