
Dirumah Sakit
Tok..tok..tok
"Ya masuk," terdengar sahutan dari dalam ruangan VVIP yang di tempati oleh Rena. Mom Laura membuka pintu dan melihat Rena tampak sudah rapi dan tentunya terlihat lebih segar.
"Wah sudah rapi saja, sepertinya kamu lagi menunggu seseorang ya sayang?" Tanya Mom Laura yang ditanggapi Rena dengan senyuman.
"Iya, Mom. Aku lagi nunggu seseorang, seseorang yang spesial buat Rena." Balasnya yang membuat kerutan di dahi Mom Laura, dia tidak tahu kalau Rena sudah memiliki kekasih.
"Apa yang kamu maksud adalah kekasih mu sayang?" Tanyanya.
"Bukan Mom, aku belum punya kekasih, hidupku sudah cukup sibuk tanpa seorang kekasih. "Aku hanya sedang menunggumu Mom." Ucap Rena tanpa mengalihkan perhatiannya pada Mom Laura.
Mom Laura merasa tersentuh dengan perkataan Rena, begitu manis. "Nih lihat, Mom membawa apa untukmu." Ucap Mom Laura sambil meletakkan beberapa rantang dan bungkusan yang dibawanya dari rumah.
"Ini semua buatan bik Ros, karena Mom tidak tahu memasak jadi hanya bisa bantu menghias saja agar menggugah selera makanmu nanti." Sambungnya.
"Terima kasih dan maaf kalau Rena sudah merepotkan Mom." Ucapnya tulus dari dalam hatinya.
"Iya sayang, sama-sama. Mom juga berterima kasih kepada Tuhan karena mengabulkan permohonan Mom waktu itu.
Dan juga untukmu, Mom sangat berterima kasih juga padamu karena tetap bisa bertahan, padahal waktu itu kamu sempat kehilangan banyak darah. Kamu terus berjuang untuk hidup sampai saat ini, dan untuk itu Mom sangat bersyukur sayang." Ucap Mom Laura sembari menggenggam tangan Rena lalu menepuknya dengan lembut.
Rena merasa sangat bersyukur dengan kejadian kemarin, dia dapat bertemu dengan Mom Laura, seorang Ibu yang penuh perhatian dan cinta kasih. Rena tidak merasa sial atau merasa ini sesuatu yang buruk di hidupnya, karena berkat kejadian kemarin, dia bisa dipertemukan dengan Mom Laura.
"Yuk makan, biar Mom yang suapi kamu." Ucap Mom Laura yang sudah siap dengan semangkuk bubur ayam yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
__ADS_1
Laura makan dengan sangat lahap, bukan cuma karena rasa buburnya yang enak namun lebih karena suapan yang diberikan Mom Laura. Rasanya begitu nikmat, hingga tak ada yang lebih nikmat dari momen ini.
Setelah memakan semangkuk bubur, Rena merasa sudah sangat kenyang, namun bukan Mom Laura namanya jika tidak bisa membujuk Rena memakan kudapan lainnya yang sudah dibawanya dari rumah. "Biar cepat sembuh jadi kamu harus makan banyak," ucap Mom Laura yang baru saja selesai menyuapi dirinya satu buah apel yang berukuran besar.
Setelah ini, kamu minum obatnya. Sudah diberi obat minum bukan?" Tanya Mom Laura.
"Iya, Nya. Ini!" Tadi subuh, suster memberikan ini untuk Non Rena. Jawab pelayan yang ikut menjaga Rena di rumah sakit sembari memberikannya pada Mom Laura.
Setelah meminum obat, Rena kembali tertidur, cukup lama hingga Mom Laura masih sempat shopping terlebih dahulu di Mall yang memang tidak terlalu jauh dengan lokasi rumah sakit miliknya.
Rena baru bangun saat Mom Laura sudah selesai menyiapkan semua perlengkapan Rena selama dirinya di rawat. Rena mengedarkan pandangannya ke segala arah, ruangan yang sama namun terlihat berbeda.
Mom Laura memang sudah menyulap isi kamar perawatan Rena agar dirinya merasa nyaman tinggal beberapa hari di rumah sakit.
Ceklek'
"Kamu sudah bangun sayang, bagaimana perasaanmu." Tanya Mom Laura setelah melihat Rena yang sudah bangun.
"Mom juga tidak tahu sayang, kita tunggu dokter Ridwan saja ya, katanya sebentar lagi dia akan mengunjungimu." Ujar Mom Laura yang dibalas anggukan kecil oleh Rena.
Sebenarnya jauh dilubuk hati Mom Laura, dirinya merasa tidak ikhlas kalau Rena cepat-cepat keluar dari rumah sakit ini, namun bukan berarti dirinya ingin Rena sakit terus namun dia merasa sedih karena sebentar lagi dirinya tidak akan sebebas seperti sekarang ini bertemu dengan Rena, entah kapan rasa sayang ini tumbuh dihatinya, dia begitu menyayangi Rena terlepas Rena bukan apa-apanya.
"Jadi bagaimana, Dok. Kapan Rena bisa keluar dari rumah sakit?". Tanya Mom Laura.
"Sebenarnya lusa juga sudah bisa pulang tapi untuk lebih jelasnya lagi, nanti saya akan membicarakannya dulu pada dokter yang menangani mu, berhubung dokter Hendra sedang ada di luar kota sekarang jadi kemungkinan senin depan baru bisa pulang.
"Tidak mengapa berlama-lama disini agar kita bisa memastikan betul bekas operasinya kering dan tidak terbuka lagi." Tutur dokter Ridwan lalu mengalihkan pandangannya ke arah Mom Laura.
__ADS_1
"Iya sayang, nggak apa-apa kok kamu disini saja dulu. Kan ada Mom disini yang menjagamu!" Ucap Mom Laura dengan senyum sumringah.
Yeah perkataan dari dokter Ridwan tadi sebenarnya adalah atas suruhan Nyonya Laura yang tidak mungkin di tolaknya, apa lagi dengan insiden kemarin yang membuat Nyonya Laura sedikit kesal karenanya.
"Apa Ibu panti mu sudah kemar, Nak?" Tanya Mom Laura.
"Iya, Mom. Pagi-pagi sekali Ibu sudah datang, tapi tidak lama karena harus menyiapkan semua keperluan adik-adik Rena yang lain. Kasian mereka kalau Ibu tinggal menemani Rena disini, dan tidak ada yang mengurusnya. Ucap Rena.
"Iya nggak apa-apa juga, toh disini kamu sudah ada Mom dan jangan lupakan para dayang-dayangmu yang masih setia menunggu mu pulih." Ucap Mom Laura yang di angguki juga oleh para pelayan yang di maksud Mom Laura.
"Iya Mom, Rena juga sangat bahagia karena Rena bisa bertemu dengan seseorang yang mempunyai hati yang baik bak Malikat seperti Mom." Ucap tulus Rena dari hatinya yang terdalam.
Betapa beruntung dirinya karena takdir mempertemukan keduanya di waktu yang tepat walau kondisi yang bisa bilang tidak baik.
Malam semakin larut, malam ini rencananya Mom Laura juga akan menemani Rena tidur di rumah sakit, tentunya lengkap beserta para dayang-dayangnya.
Keesokan harinya, infus Rena pun sudah dilepas, mengingat kondisi Rena yang semakin hari semakin memperlihatkan kemajuan. Terbukti dengan sehari sebelum Rena di izinkan pulang, tepatnya dua hari yang lalu Rena sudah bisa berjalan dengan normal, rasa nyeri disekitar perutnya pun sudah jarang dirasakannya.
"Walau sudah pulih, kamu harus tetap jaga kesehatan. Jangan lupa menghubungi Mom selalu." Ucap Mom Laura yang sudah berada di Panti Asuhan tempat Rena tinggal.
Yeah tadi dirinya lah yang mengantarkan langsung Rena pulang karena Nathan, anaknya terlalu sibuk untuk bisa mengantarkan Rena untuk pulang.
"Terima kasih banyak atas bantuannya selama ini Nyonya Laura. Saya pribadi mengucapkan banyak banyak terima kasih atas perhatian dan waktu yang diberikan untuk Rena, Nyonya pasti sangat sibuk tapi masih menyempatkan waktunya untuk mengurus Rena." Ucap tulus Ibu Rahma selaku Ibu Panti tempat Rena tinggal.
Rena tersenyum melihat Ibu sambung atau angkat, entahlah apa namanya. Yang jelas Rena merasa begitu di sayangi.
Tuhan mungkin mengambil satu Ibu yang melahirkannya namun dia tetap berbaik hati dengan mengirimkan dua sosok Ibu pengganti yang begitu luar biasa untuknya.
__ADS_1
"Terima kasih Tuhan!!" Batin Rena dengan mata berkaca-kaca.
🏵️🏵️🏵️