Sekertaris Galakku

Sekertaris Galakku
Bab. 50 Tubuhmu Hanya Milikku Seorang!!


__ADS_3

Nathan membuka tangan Rena yang menutupi seluruh wajahnya. “Apa yang kau lakukan, hem!! ucap Nathan yang memiringkan kepalanya mengintip Rena dibalik jemarinya.


"Aku malu,” sahut Rena.


Nathan tertawa kecil, “Apa yang kau malukan lagi? Kita sudah suami istri, jadi tak ada yang perlu kamu malui. Dengar, seluruh tubuhmu adalah milikku jadi di hadapanku, kau tak perlu malu seperti ini, kamu pun demikian, apa yang ada di tubuhku ini adalah milikmu seutuhnya, jadi bukalah tanganmu, biarkan aku memandang wajah cantik istriku malam ini.” Ucap Nathan sembari menurunkan tangan Rena yang menutupi wajahnya.


“Wajah Rena saat ini bak tomat merah yang begitu tersanjung akan perkataan Nathan barusan padanya.


Nathan semakin takjub melihat kecantikan alami istrinya, tanpa riasan pun, Rena tetap terlihat sangat cantik. Nathan mendekatkan wajahnya ke wajah Rena, semakin dekat dan dekat, hingga tak ada jarak sedikit pun di antaranya, embusan nafasnya pun saling bersahutan, Rena yang malu menundukkan wajahnya namun sayang, tangan Nathan terlebih dahulu mengangkat dagunya. Di ciumnya bibir berwarna merah muda itu dengan lembut dan singkat, di pegangnya lalu berkata pada Rena, “Bibir ini adalah milikku, jangan ada orang lain yang menyentuhnya selain aku. Paham!” ucap Nathan dengan nafas berat, dirinya masih terus mencoba menahan hasratnya sedari tadi.


Rena tersenyum sembari mengangguk kecil, membuat Nathan semakin gemas dengan tingkah istrinya itu. Tiba-tiba Nathan meraih tengkuknya, membuat bibir mereka menyatu. Awal Rena tak merespons, dirinya kurang mahir dalam hal berciuman, maklumlah, Nathan merupakan pria pertama yang mengambil first kiss-nya.


Nathan terus memagut bibir Rena dengan lembut namun menuntun, “Balas ciumanku, decap bibirku, tarik lidahku.” ucap Nathan disela-sela ciumannya.


Rena terkena dengan gerakan yang dilakukan oleh Nathan, terlebih dengan arahan yang dikatakan tadi padanya, Rena mencoba semuanya dan membalas ciuman Nathan dengan lembut dan menuntun. Gairahnya semakin menggebu saat Nathan membuka selimut yang memperlihatkan lekuk tubuh Rena. Begitu indah di pandang mata, tak sabar ingin menikmatinya secara langsung, Nathan menarik baju laknat itu dengan sembarangan yang membuat Rena membulatkan matanya.


Tatapan mata Nathan tertuju pada 2 bukit kembar milik Rena. Serasa menantang dirinya untuk mendakinya, tak lupa dengan hutan yang ada d Awah sana, yang meminta pula untuk dijelajahi.

__ADS_1


Tangan Nathan meremas bukit kembar milik Rena dengan lembut, sementara bibirnya menyusuri perut bawah Rena yang membuatnya menggelinjang tak karuan karena permainan lidah Nathan yang menyusuri semak-semak miliknya.


Nathan kembali menghujani ciuman di bibir Rena yang kini sudah terlihat bengkak karena ciuman brutalnya. Nathan turun menciumi leher Rena, mencium dan menghisap leher Rena bak seorang drakula, memberikan beberapa tanda merah di beberapa bagian lehernya.


Nathan mengangkat kedua tangan Rena ke atas kepalannya, menahan tangannya, agar mulut dan lidah Nathan bisa menjelajah di seluruh bagian tubuh wanita yang sekarang sudah berstatus sebagai istrinya.


Nathan kembali turun ke bukit kembar milik Rena, dua buah Cerry merah pun tak lepas dari santapannya, dihisap dan dijilatnya secara bergantian, membuat Rena semakin membusungkan dadanya, membuat Nathan semakin tertantang memasukkan kedua Cerry merah milik Rena ke dalam mulutnya secara bersamaan, membuat Rena semakin mengeluarkan suara erangan, “Sa-saya-sayang, Ah ... Ah ....”


Erangan dan panggilan sayang yang baru di dengar Nathan, makin membuat dirinya semakin liar menyusuri setiap inci tubuh istrinya itu dengan ganas. Nathan masih menikmati dua buah bongkahan milik Rena bak es krim yang terus dijilati dengan sesekali menghisapnya bak bayi yang sedang kehausan.


"Argh!! sa..sakit! Ucap Rena pelan karena menahan bibirnya agar tak berteriak.


"Nathan mengeluarkan pusaka miliknya yang membuat Rena kesakitan, “Maafkan aku sayang! Ucap Nathan yang menciumi kening Rena dan menghapus air mata Rena yang mengalir saat merasakan rasa sakit di inti tubuhnya.


Nathan mencoba kembali menjelajah hutan milik Rena, jari jemari Nathan pun tak tinggal diam, masuk dan semakin memasukkan tangannya semakin dalam lalu menggerakkannya dengan tempo yang semakin cepat hingga membuat tubuh Rena bergetar hebat, “Sa-say-sayang, aku mau pipis dulu, lepas!” ucap Rena yang mulai menarik tangan Nathan yang sedang asyik bermain-main dengan lubang gua yang ada di bawah hutan miliknya.


Makin tak tahan, namun sekuat tenaga di tahannya agar tidak terlalu menyakiti Rena, dia tak ingin Rena terlalu merasakan sakit karena dirinya memaksakan juniornya masuk. “Keluarkan saja sayang.” Ucap Nathan yang berbisik ditelinga Rena lalu dengan gerakan yang tiba-tiba, Nathan membenamkan kepalanya di antara kedua paha milik rena.

__ADS_1


Lidah Nathan bermain pada benda kecil di bawah sana, yang membuat Rena makin tak tahan, ada perasaan aneh yang dia rasakan, ada sesuatu yang ingin keluar, namun tak bisa keluar saat Nathan menghentikan aksinya di bawah sana.


Tahu Rena yang merasakan kenikmatan yang setengah-setengah, dirinya pun makin membenamkan wajahnya ke hutan yang gelap, menghisap, menjilati, dan bermain-main dengan benda kecil yang membuat Rena semakin gila, Rena tak malu lagi, dirinya menarik rambut Nathan lalu semakin menahannya agar tidak berhenti melakukan aksinya di bawah sana.


Dirasa sudah cukup, Nathan mulai menghunjam miliknya pada lubang milik Rena dengan sekali sentakan, yang membuat Rena berteriak, namun tak lama, karena setelah milik Nathan terus memompa miliknya, Rena tidak lagi merasakan sakit yang terlalu, kini malah merasakan rasa nikmat yang luar biasa. Rasa yang membuatnya semakin ingin dan ingin lagi rasanya.


Entah sudah berapa kali mereka melakukannya, tak terhitung jumlahnya. Semakin melakukannya, rasa nikmat itu semakin membuat mereka ingin dan ingin lagi mengulanginya.


Nathan menatap Rena yang terlihat kelelahan karena, dikecupnya kening Rena lalu berkata padanya dengan lembut "Terima kasih istriku, terima kasih untuk sesuatu yang kau jaga selama ini, aku bangga padamu karena bisa menjaganya hingga akhir.”


Nathan menarik lembut Rena ke dalam dekapannya, membawanya ke dalam pelukannya, menciumi bibirnya dengan lembut. Entah kapan Rena menutup matanya, namun mendengar ucapan terima kasih Nathan padanya, membuatnya tersenyum dan semakin membenamkan wajahnya ke dada bidang milik suaminya itu. Nathan tersenyum melihat tingkah istrinya, Nathan memeluk erat Rena hingga mereka tertidur dengan tanpa busana, hanya selimut yang menutup tubuh polos mereka berdua.


Pukul 1 malam Rena terbangun, dia lupa kalau sejak malam mereka belum makan apa pun hingga mereka melakukan hubungan suami-istri.


Rena membangunkan suami yang baru beberapa jam lalu yang mengubah dirinya menjadi Nyonya Nathan Raharja.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2