Sekertaris Galakku

Sekertaris Galakku
Bab 26. Kembali Bekerja


__ADS_3

Setelah perdebatan diantara Ibu dan anak di ruang keluarga akhirnya Rena bisa bernafas lega setelah masuk kedalam kamar yang sudah dipersiapkan oleh Mom Laura untuknya.


Rena memperhatikan setiap area kamarnya dengan begitu kagum. "Luas banget, ini sih sepuluh kali lipatnya kamarku di panti," ucap Rena saat selesai mengelilingi kamar yang akan dia tempati malam ini.


Rena berjalan menuju balkon kamarnya, sangat indah matanya memandang mengagumi langit yang penuh dengan bintang yang berkilap kelip.


Ingatan Rena melayang jauh saat dirinya masih bersama kedua orang tuanya, dimana mereka selalu menikmati langit saat malam hari. Berkemping dimalam hari walaupun hanya dihalaman rumahnya saja.


Rena mengatur nafasnya lalu menghembuskan secara perlahan, mengatur emosinya agar tidak keluar menjadi air mata yang bisa saja keluar tanpa dia inginkan. Rena tidak ingin menangis lagi setiap kali mengingat memori indah bersama Ibu dan Ayahnya.


"Semua indah, Ibu dan ayahnya juga pasti bahagia melihatku bahagia. Aku bahagia, yah sangat bahagia." Rapalnya terus, tanpa permisi, air mata yang sejak tadi ditahan, akhirnya meluncur bebas di kedua pipi mulusnya.


Rena menundukkan kepalanya menangis sambil memegang teralis besi balkon itu dengan kuat. Dia terus mencoba menghentikan tangisnya yang entah mengapa tidak kunjung berhenti, rasa sakit karena hinaan Nathan membekas di relung hatinya.


"Apa salahku padanya, mengapa semua yang aku lakukan selalu jelek dimatanya? Sebenarnya aku salah apa? Dimana letak kesalahanku!!" Teriak Rena tanpa dia sadari, ruangan yang bersampingan dengan kamarnya adalah kamar milik Nathan.


Yeah, Nathan mendengar semuanya dengan sangat jelas, disaat dirinya baru keluar dari kamar mandi. Dirinya terkejut mendengar suara seseorang yang menangis tersedu-sedu dari arah balkon miliknya, Nathan kaget, ternyata itu adalah Rena, karena sebelumnya dia tidak mengetahui kalau kamar yang Mom Laura siapkan berdampingan dengan kamarnya.


"Apakah aku terlalu kasar padanya?" Batin Nathan saat melihat Rena menahan tangisnya.


Keesokan harinya..


Mom laura sudah menunggu Nathan dan Rena dimeja makan. Rencananya Rena akan diantar Mom Laura ke kantor, sudah lama sejak dirinya berkunjung disana, sekalian jalan-jalan pikirnya.


Didalam kamar, Rena terlihat bingung ketika baju yang dia pakai semalam sudah tidak ada di atas tempat tidurnya. "loh, kemana pakaianku? Seingat ku, tadi aku meletakkannya disini." Ucap Rena yang berada didepan tempat tidur yang berukuran king size itu.


Rena bolak balik dengan masih memakai jubah mandinya. Dia ingin ke kamar Mom Laura dan bertanya padanya, namun diurungkannya saat Rena membuka pintunya kamarnya, dia melihat Nathan yang baru saja keluar dari kamarnya.


Rena yang kaget, menutup pintunya tergesa-gesa hingga menimbulkan suara gaduh. Nathan yang sempat melihat sekelebat bayangan Rena dibalik pintu dan suara pintu yang tertutup dengan keras membuat dirinya terusik. Awalnya Nathan akan menegurnya secara langsung sepertinya, namun dia urungkan saat mengingat kejadian di balkon semalam.


"Aku akan bersikap baik padamu, yeay.. bersikap baik namun hanya hari ini." Gumam Nathan sembari melihat pintu kamar Rena.


"Pagi, Mom." Sapa Nathan yang terlihat sudah rapi. Nathan menelisik pakaian yang dipakai Mom nya lalu bertanya padanya, "Mom ada acara hari ini?".


"Acara?" Ulang Mom Laura yang terlihat bingung dengan pertanyaan anaknya.

__ADS_1


"Iya acara, bukannya Mom berpakaian rapi seperti ini saat akan pergi kesatu acara?!" Jelas Nathan.


"Oh, ini. Hem, nggak kemana-mana kok, hanya saja Mom akan mengantarkan Rena ke kantor hari ini, sekalian berkunjung ke perusahaan." Ucapnya.


Nathan hanya mengangguk sambil terus memakan makanan yang sudah diberikan Mom nya.


"Tapi Rena mana ya? Kok masih belum turun juga? Apa dia masih tidur!" Tanya Mom Laura pada Nathan yang dijawab dengan jawaban singkatnya "entahlah".


"Mom keatas dulu, mungkin saja dia terlalu lelah karena semalam kami bercerita hingga larut." Ucap Mom Laura lalu berlalu menaiki tangga menuju lantai dua kamar Rena.


"Menyusahkan saja wanita itu." Decak Nathan.


Tok..tok..tok


"Sayang, Mom boleh masuk?" Ucapnya. Lalu mendapat sahutan dari dalam kamar Rena, "ya Mom, masuk saja, pintunya tidak dikunci kok."


Mom laura membuka pintu kamar milik Rena dan melihat Rena yang masih berbalut jubah mandi sedang berdiri menggigit kuku-kukunya.


"Kamu kenapa sayang? Kok belum ganti pakaian? Bukannya hari ini kamu mulai masuk kerja kembali!" Ucap Mom Laura saat menelisik Rena dari atas sampai bawah yang terlihat belum siap sama sekali.


"Mom Laura tertawa kecil sembari beranjak dari tempatnya berdiri menuju walk-in closet yang ada dikamar ini. "Sini sayang, kemari lah." Panggil Mom Laura.


"Iya, Mom. " sahutnya lalu berjalan menuju Mom Laura berada.


"Disini pakaian mu begitu banyak sayang, kenapa tidak kamu pilih satu lalu berpakaian. Natha paling tidak suka jika ada karyawannya yang terlambat." Ucap Mom Laura mengingatkan.


Rena yang kaget dan ingin bertanya pada Mom Laura kenapa begitu banyak pakaian wanita disini, namun diurungkannya saat mendengar perkataannya soal bos nya yang mang tidak menyukai orang yang terlambat. Dan itu sudah Rena ketahui saat penandatanganan kontrak.


Setelah membantu Rena memilihkan setelan baju kantor lengkap dengan tas dan sepasang sepatu, dan sebelum turun, Rena juga sudah di rias dengan make up natural, riasan yang cocok untuk ke kantor.


Tak, tak, tak, bunyi hells menggema di sekitar ruang makan. Nathan melihat ke arah sumber suara, matanya berputar malas saat mengetahui keributan yang terjadi pasti selalu ada hubungannya dengan Rena.


"Cantik." Ucap pelan Nathan dan Bram bersamaan saat melihat Rena sudah ada dihadapan mereka.


Nathan dan Bram tak berkedip saat memandang Rena yang terlihat jauh lebih cantik dan anggun dari sebelumnya. Itulah mengapa kualitas dan pemilihan dari pakaian yang kita kenakan juga bisa membawa perubahan bagi yang memakainya.

__ADS_1


"Hei, kok kalian bengong? Rena makin cantik ya?!" Ucap Mom Laura yang membuat Nathan dan Bram menapak lagi setelah hanyut terbang terbawa suasana.


"Ayo sayang, kita sarapan lalu segera berangkat." Ajak Mom Laura yang diangguki pelan Rena.


Rena duduk tepat dihadapan Nathan yang berdampingan dengan Bram yang baru saja selesai menghabiskan sarapannya.


"Kita berangkat sekarang." Ucap Nathan yang beranjak dari kursinya dan diikuti Bram dibelakangnya.


Di waktu yang bersamaan, Mom Laura dan Rena juga menuju pintu. Saat mereka sudah sampai didepan mobil, terlihat Sang supir sedang membuka kap mobil milik Mom Laura.


"Ehh, kenapa, Pak mobilnya?" Tanya Mom Laura pada Sang supir.


"Nggak tahu, Nyonya, tiba-tiba saja mogok." Ucapnya binggung.


Rena melihat jam tangannya, "aduh, kalau aku tungguin, bakalan telat beneran jadinya." Gumamnya.


Mom Laura melihat kegelisahan Rena saat melihat jam tangan yang melingkar di lengan kirinya.


"Hemm, tunggu sebentar," ucapnya tiba-tiba. Mom Laura mengambil ponsel yang disimpan didalam tasnya, terlihat dirinya menekan layar ponselnya.


"Halo, Bram. Apa kamu sudah jauh dari rumah?"


[...]


"Mobil Mom mogok, nggak tahu karena apa. Bisa nggak Mom meminta tolong padamu.


[...]


"Tolong Mom, anterin Rena juga ke kantor, tujuan kalian sama kan. Jadi tidak akan menggangu perjalanan kalian."


[...]


"Baiklah, Mom tunggu didepan." Ucapnya lalu memutuskan sambungan teleponnya.


"Tunggu Bram disini, dia segera datang." Ucap Mom Laura yang diangguki oleh Rena.

__ADS_1


***


__ADS_2