Sekertaris Galakku

Sekertaris Galakku
Bab 37. Usaha Rayyan jilid dua


__ADS_3

“Baiklah, anggap malam sedang berpihak padaku hari ini, tidak akan aku sia-siakan kesempatan ini.” Batin Rayyan sembari berjalan menuju mobilnya yang diparkirkan di pelataran Hotel.


Sembari berjalan santai menikmati suasana malam kota B pada malam hari, Rayyan tak membuang kesempatannya yang tidak mungkin datang kedua kalinya. Dia ingin lebih dekat dengannya, mengenalnya lebih jauh. Mungkin saja dia bisa membuat Rena mempertimbangkan keputusannya kembali untuk menikah dengan Nathan, toh janur kuning pun belum melengkung!!


“Ren, Mas boleh tanya enggak sesuatu? Tapi kamu jangan marah!” ujar Rayyan sembari berjalan beriringan dengan Rena di sampingnya. Dahi Rena mengerut, “Apa mas, bicara saja, kalau Rena bisa jawab, pasti akanku jawab.” Ucap Rena yang menoleh ke arah Rayyan sekilas.


“Apa kamu mencinta Nathan?” ucap Rayyan tanpa basa basi. Rena berhenti sejenak saat mendengar kata sakral itu, lalu kembali melangkahkan kakinya sejajar dengan Rayyan yang berada dua langkah di depannya. “Cinta? Hem, jujur aku tak tahu, Mas!


“Tapi yang pasti adalah aku jatuh cinta pada Momy Laura. Jatuh hati pada ketulusan, kasih sayang dan perhatian yang dia berikan padaku. Mas tahu bukan, sejak usiaku 7 tahun, kasih sayang yang kudapatkan hanya dari Ibu panti saja, aku tak pernah merasakan ketulusan kasih sayang seperti itu lagi. Dari Ibu Pati dan Momy Laura aku bisa merasakannya lagi, kata Ibu, jika seorang anak lelaki begitu mencintai dan menghormati Ibunya, maka dia juga pasti akan memperlakukannya seperti yang dia lakukan pada ibunya, hanya kata itu yang aku pegang Mas. Ke depannya aku jujur tak tahu seperti apa Pak Nathan nanti kepadaku, aku jujur tidak yakin, karena selama ini dia terus saja dingin dan datar padaku.


Tapi.. lagi-lagi Momy Laura yang menguatkan aku Mas, katanya, Pak Nathan dulu tidak seperti itu, semua karena masa lalunya yang menyedihkan, jadi itu yang membuat dirinya tidak percaya lagi pada wanita dan sebuah hubungan!” ujar Rena yang membuat Rayyan hati Rayyan tersentak.


Rayyan yakin kalau yang dibicarakan Rena itu adalah ada sangkut pautnya dari permasalahan mereka dahulu. Ternyata dia juga punya andil dalam sikap Nathan yang berubah seperti ini!


“Jadi apakah kamu yakin akan tetap menikah dengannya? Walau kamu sendiri tahu bagaimana dingin dan perlakuannya padamu!!” ucap Rayyan sembari menoleh ke arah Rena.


“Hem,” jawab Rena sembari menganggukkan kepalanya berulang dengan pelan.


Rayyan menghentikan langkahnya saat mendengar jawaban Rena. Rena menghentikan langkahnya saat menyadari Rayyan berhenti. Rena lantas menatap wajah Rayyan yang terlihat sendu. “Mas Rayyan kenapa? Apa jawaban Rena salah?” tanya Rena.


“Rena, aku mencintaimu, aku akan membuatmu bahagia, pilih aku, jangan buat aku kembali menyakiti hati Nathan dengan merebutmu, cukup satu luka yang sudah kutorehkan padanya dulu!” ucap Rayyan namun hanya dalam hatinya saja. Sungguh ingin dirinya mengatakan itu, tapi entah mengapa mulutnya terasa kelu mengeluarkan semua isi hatinya.

__ADS_1


Rayyan menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Rena lalu kembali berjalan menapaki jalan yang menuntun mereka ke tujuan awal mereka. Rena terdiam, dia masih menatap punggung Rayyan dengan bingung.


“Ayo, sini. Ini tempatnya!! Teriak Rayyan saat melihat Rena diam membisu di tempatnya berdiri. “Ah, iya Mas, tunggu!” jawab Rena sembari berlari kecil menyusul Rayyan yang sudah berada di depan apotek yang mereka cari.


“Ayo masuk,” ajak Rayyan sembari membukakan pintu apotek untuk Rena. “Terima kasih, Mas,” ucap Rena sembari tersenyum.


Setelah mendapatkan obat yang disuruh kan Nathan, mereka kembali ke hotel, tadinya Rayyan ingin menemani Rena masuk bertemu Nathan, namun karena Rena tahu kalau Nathan paling anti berdekatan dengan orang baru, maka dari itu Rena menolaknya dengan cara halus, dia mengatakan kalau bosnya sedang sakit dan ingin beristirahat.


“Mungkin lain kali, Mas Rayyan berkenalan dengan bosku.” Ucap Rena sembari keluar dari lift. Ya, kamar Rayyan memang berada 1 lantai di atas dari kamar Rena yang berada dilantai 4.


*


*


*


“Mas Rayyan!! Ada apa, Mas? Bukannya tadi Mas sudah naik ya??” ucap Rena.


“Iya, aku sudah naik tadi lalu turun lagi kesini,” jawab Rayyan dengan cepat.


“Lalu, kenapa Mas turun? Apa ada yang tertinggal?” tanya Rena yang terlihat bingung dengan tingkah Rayyan yang tiba-tiba ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


“Ada yang ingin aku katakan padamu, mungkin ini salah, tapi aku tak bisa lagi menahannya sendiri. Jujur ini berat buatku, tapi kalau kau mengatakan aku boleh tetap berjuang, aku berjanji akan terus berjuang hingga akhir!!” ucap Rayyan dengan bersungguh-sungguh sembari menggenggam kedua tangan Rena dengan kuat.


Rena semakin bingung dengan arah pembicaraan Rayyan. “Maksud Mas apa? Mas mau berjuang untuk apa?” ucap Rena dengan menatap mata Rayyan. “Berjuang mendapatkanmu Rena!! Ucap Rayyan yang membuat Rena kaget.


“Mas! Mas tahu bukan, ketika kita berjuang, itu untuk hal yang belum orang lain perjuangkan, jika sudah ada yang sedang berjuang dan Mas juga ingin memperjuangkannya, itu sama saja kalau Mas ingin merebutnya!” tutur Rena yang mencoba melepaskan tangannya dari genggaman tangan Rayyan.


Rayyan tersentak mendengar perkataan Rena. Benar yang diucapkan Rena barusan, apakah dia akan mengulang kesalahannya yang dulu lagi! Tapi apakah dirinya sanggup melihat wanita yang dicintainya bersanding dengan pria lain!!


Tapi bukankah dalam hubungan kalian, hanya kamu yang sedang berjuang?!” ucap Rayyan yang membuat Rena tertunduk. Benar perkataan Rayyan, selama ini memang hanya dirinyalah yang selalu berjuang untuk hubungan mereka, tak sedikit pun Nathan yang terlihat berjuang.


“Beri aku satu kesempatan,” ucap Rayyan yang kembali menggenggam tangan Rena. Maksud Mas apa? Aku tak mengerti,” ucap Rena yang terlihat bingung.


“Biarkan aku berbicara dengan Nathan berdua, aku tak akan merebutmu dan memperjuangkanmu tanpa izin darinya. Kita lihat, apakah dirinya juga akan berjuang untukmu! Dan kalau misalnya dia tak ingin memperjuangkanmu, terimalah uluran tanganku, aku berjanji akan memberikanmu semua kasih sayang dan cinta tulus!” ucap Rayyan dengan bersungguh-sungguh.


Rena sebenarnya tersentuh dengan kesungguhan Rayyan, tapi entah mengapa ada rasa takut terbersit dihatinya. Bagaimana kalau Nathan memang tak ingin memperjuangkan dirinya!!


“Mas, nanti kita bicarakan lagi, aku harus segera mengantarkan obat ini untuknya. Dia pasti sudah menunggunya,” ucap Rena yang melepaskan tangannya dari genggaman tangan Rayyan.


Rayyan menghela nafasnya, “Kamu tak tahu saja Rena, obat itu bukan untuk kakinya yang bengkak. Itu hanya vitamin biasa, dia hanya mempermainkanmu saja. Andai kau tahu!!” ucap Rayyan sembari menatap punggung Rena yang mulai masuk ke dalam kamar Nathan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2