Sekertaris Galakku

Sekertaris Galakku
Bab 21. Penyesalan Nathan


__ADS_3

Ponsel Rena memang tidak pernah aktif setelah dirinya meminta izin sakit melalui Ayyura, sahabatnya. Sehingga Mom Laura yang sejak kemarin menghubungi nomor Rena menjadi cemas, hingga akhirnya dia berencana menemui Rena secara langsung di Raharja Corp.


"Pak, antar saya ke perusahaan sekarang!" Ucap Mom Laura pada sang supir.


"Baik, Nyonya." Jawab Sang supir yang langsung melajukan mobil berwarna merah milik Mom Laura.


Raharja Corp


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih tiga puluh menit, akhirnya Mom Laura tiba di lobby Raharja Corp. Mom Laura segera memasuki lobby perusahaan miliknya, lalu naik dengan menggunakan lift menuju ruangan Rena dan Nathan di lantai paling atas.


Ting'


Di saat pintu lift terbuka, Mom Laura segera melangkahkan kakinya menuju ruangan sekertaris yang jaraknya tidak jauh dari pintu lift, bahkan terkadang dirinya bisa melihat apa yang sedang lakukan Rena di dalam ruangannya karena lantai atas memang terbuat dari kaca tebal, namun entah mengapa hari ini meja yang biasa ditempati Rena kosong, yang membuat Mom Laura bertanya-tanya. "Ngg, apakah dia ada di ruangan Nathan!" Batinnya.


"Sudahlah, aku langsung masuk saja kedalam dan memberikan mereka berdua kejutan!" Ucap Mom Laura dengan semangat.


Saat sudah sampai di depan ruangan Nathan, Mom Laura berpapasan dengan Bram. Bukan hanya Nathan saja yang dekat dengan Bram, Mom Laura pun sudah menganggap Bram seperti anaknya karena saking dekatnya dia dengan anaknya, Nathan. Dulu, setiap kali mereka pulang sekolah, Nathan dan Bram pasti selalu menghabiskan waktunya bermain bersama di rumah jadi tidak heran jika Bram juga memanggil Mom Laura dengan sebutan Mom.


"Mom!! Bram yang terkejut melihat kedatangan Mom Laura yang secara tiba-tiba.


"Kejutan!! Ucapnya bersemangat. Kenapa??" Tanyanya saat melihat ekspresi wajah Bram saat melihatnya.


"Nggak apa-apa, Mom. Tumben Mom kesini, ada apa Mom? Dan apa Nathan juga sudah tahu kalau Mom ada disini?!" Tanya Bram.

__ADS_1


"Issh kamu ini, Mom nya datang bukannya di sambut dengan pelukan, malah ditanya ini itu." Kesal Mom Laura.


"Maafkan, Bram ya Mom!" Ucapnya sembari memeluk Mom Laura dengan erat.


"Iya iya, terus, apa Nathan ada di dalam!" Tanya Mom Laura, yang diangguki oleh Bram. "Apa dia lagi sibuk? Sambungnya.


"Nggak kok, Mom. Hari ini kebetulan nggak ada meeting, jadi dia hanya mengecek beberapa laporan saja." Jawabnya.


"Loh, kalau nggak ada sibuk, ngapain Rena ada didalam? Kirain mereka berdua lagi sibuk!" Ujar Mom Laura.


"Rena? Ucapnya ulang yang diangguki oleh Mom Laura. "Rena tidak ada di dalam kok Mom, Rena kan lagi izin sakit!" Sambungnya.


"Sakit? Sakit apa?? Dan, kenapa dia tidak memberi kabar pada Mom!!" Kaget Mom Laura mengetahui kalau Rena sedang sakit.


"Memangnya kamu tahu dia sakit apa??" Tanya Mom Laura.


"Katanya sih demam," jawabnya. "Tapi kayaknya karena kejadian waktu itu deh!" Gumamnya yang tertanya masih bisa di dengar oleh Mom Laura.


"Apaaaaa!! Maksud kamu apa?? Kejadian apa??" Tanya Mom Laura beruntun dengan ekspresi wajah kaget dan matanya sedikit melotot.


"Mati aku!!" Ucap Bram dalam hati.


"Kenapa? Kenapa kamu diam, Bram. Sebenarnya kenapa Rena bisa sakit? Pasti kamu tahukan penyebabnya! Jangan sampai kamu bohong pada Mom." Selidik Mom Laura.

__ADS_1


"Emm, sebenarnya waktu ituuuuu..." Ucap Bram.


Setelah mendengar penjelasan dari Bram, Mom Laura dengan hati yang masih kesal setelah mendengar penjelasan tentang Rena yang diturunkan dari mobil ditengah jalan dan disaat hujan deras pula, sehingga membuat Rena jatuh sakit karena kehujanan ketika sedang menunggu kendaraan untuk pulang ke panti.


"Nathaaaaaaaan!!" Teriak Mom Laura yang membuat Nathan terlonjak kaget karenanya.


"Mom! Ada apa? Kenapa teriak begitu? Lalu sejak kapan Mom ada disini? Kenapa tidak memberi tahu Nathan?!" Tanya Nathan beruntun yang terlihat kaget dengan kedatangan Mom Laura dan ditambah lagi dengan teriak tidak jelas.


"Itu tidak penting, Mom butuh penjelasan darimu soal Rena!" Ucap Mom laura yang membuat Nathan melirik tajam pada Bram.


Yeah, dia tahu pasti Bram sudah menceritakan tentang perlakuannya terhadap Rena saat itu. "Sial*n kau, Bram!!" Umpat Nathan dalam hati.


Gleg'


Bram menelan salivanya dengan kasar saat melihat tatapan membunuh Nathan. "Baru keluar dari kandang macan, sekarang malah masuk kandang harimau!" Gerutunya dalam hati.


"Mom, aku tak tahu kalau saat itu akan turun hujan, dan mana aku tahu kalau dia akan sakit hanya karena terkena hujan!" Ucap Nathan sembari mengangkat kedua bahunya keatas.


"Mom nggak percaya perkataan mu, karena Bram sudah menceritakan kejadian yang sebenarnya!" jelas Mom Laura yang lagi-lagi membuat Bram menelan salivanya berulang kali. Bukankah kamu tahu kalau Mom sangat peduli padanya, kenapa kamu tidak memperlakukannya dengan baik sayang!" Ucap Mom Laura.


Asal kamu tahu, Rena itu anak yatim piatu, dia sangat haus akan kasih sayang orang tua, sejak usianya tujuh tahun, dia harus berjuang seorang diri untuk bisa berdiri dikakinya sendiri, dia bertahan dan membuat dirinya mandiri, walaupun dia tinggal di panti asuhan, tapi selama dia bersekolah, dia tidak pernah menyusahkan Ibu panti yang sudah menganggap Rena sebagai anaknya, biaya sekolah tidak sekalipun dia membebankan pada pihak panti, dia belajar siang dan malam agar dirinya berprestasi dan bisa mendapatkan beasiswa, buktinya dia menjadi lulusan terbaik saat mendapatkan gelarnya di bidang bisnis." Sambung Mom Laura.


Nathan yang mendengarnya pun tidak menyangka jika Rena sempat mengalami itu semua. Nathan merasa salah karena selama ini, beranggapan kalau Rena memanfaatkan Mom nya untuk bisa masuk ke perusahaannya untuk bekerja.

__ADS_1


***


__ADS_2