Sekertaris Galakku

Sekertaris Galakku
Bab 25. Datang Sebagai Anak


__ADS_3

Nathan yang tidak enak hati meninggalkan Mom nya makan malam sendirian dirumah, akhirnya dengan ego yang ditahannya, Nathan memutuskan untuk pulang dengan cepat agar bisa menemani Mom nya makan malam.


Awalnya Nathan memang ingin menghindari Mom nya untuk sementara waktu, dia tak ingin permasalahan ini menjadi berlarut-larut karena satu sama lain masih bersikukuh dengan keputusannya masing-masing. Namun karena rasa cinta dan kasihnya, akhirnya Nathan pulang kerumah dengan diantar Bram.


Bram sangat bahagia karena Nathan bisa menekan egonya. Disepanjang jalan menuju rumah, dia terus berpikir kalau hanya Mom nya lah satu-satunya yang dia miliki, setelah daddy nya meninggal dunia. Hari-harinya dilalui hanya dengan Mom nya, dan begitupun sebaliknya, bagi Nathan, dunianya adalah Mom nya dan bagi Mom nya, Nathan adalah segalanya.


Saat sudah sampai di pelataran rumah, kening Nathan berkerut, suasana rumahnya tampak berbeda sore ini. Saat masuk pintu rumah, Nathan mendengar suara riuh tawa yang menggema di seluruh ruangan.


"Suara siapa itu?" Tanyanya dalam hati, karena selama ini, dirinya tak pernah melihat Mom nya membawa teman, biasanya mereka berkumpul di suatu tempat, seperti restoran hingga hotel berbintang.


Nathan masuk seperti biasanya, tampak ruang tamu kosong, begitupun dengan ruang makan. Nathan berjalan terus hingga dirinya berhenti saat mendengar gelak tawa Mom nya yang semakin nyaring di ruang keluarga.


Nathan melihat sosok wanita berambut panjang sedang duduk di sofa berdampingan dengan Mom nya. Nathan melihat dua wanita yang berbeda usia dengan intens mengobrol dan terkadang mereka tertawa, entah apa yang mereka bicarakan hingga mereka tak menyadari keberadaan Nathan dibelakangnya, "Baru kali ini aku melihat Mom tertawa lepas." Batinnya.


Rena terdiam saat menyadari keberadaan Nathan yang saat ini sedang menatapnya dengan tajam. Mom Laura terdiam saat melihat ekspresi wajah Rena yang terlihat kaget. Mom laura pun menoleh kearah Rena memandang, ternyata Nathan yang sudah pulang.


"Hai sayang, kamu sudah pulang? Bukannya kamu akan pulang terlambat malam ini?" Ucap Mom Laura saat mengingat pesan yang disampaikan oleh asistennya tadi pagi.


Nathan terdiam, entah harus berkata apa. Tidak mungkin bukan, dirinya mengatakan kalau sengaja pulang karena merasa bersalah pada Mom nya!! Bisa-bisa Mom nya nanti akan berfikir kalau dirinya sudah setuju dengan keputusan Mom nya, terlebih lagi Rena ada disini, bisa malu dirinya kalau berkata jujur.


"Emm, ada berkas yang aku lupakan di ruang kerjaku. Ya-yah aku kesini hanya untuk mengambilnya saja, ada Bram yang menunggu ku di luar." Jelas Nathan.

__ADS_1


"Oh, baiklah, hati-hatilah dijalan." Ucap Mom Laura singkat lalu kembali dengan obrolannya bersama Rena.


"Hah, hanya itu reaksinya?!" Batin Nathan. Akhirnya Nathan pun melenggang pergi dari ruang keluarga yang membuatnya muak, niatnya pulang untuk bisa bercengkrama bersama Mom nya pun gagal karena kehadiran Rena.


Nathan terdiam di kursi kerjanya saat sudah mendudukkan bokongnya. Dan, sejak kapan Rena berada di rumahnya? Terlebih lagi dia heran melihat mom nya mengundang Rena, lebih herannya lagi saat melihat Milky sang kucing kesayangan milik Mom nya pun terlihat nyaman berada di pangkuan Rena tadi. Mungkin itulah beberapa pertanyaan-pertanyaan yang berputar di kepalanya.


Lamunannya terhenti saat mendengar ketukan dari luar. Permisi Tuan, apakah Tuan akan kembali ke kantor? Atau.." belum sempat Bram melanjutkan perkataannya, Nathan sudah memotongnya terlebih dahulu.


"Makan malam lah disini Bram!" Titah Nathan yang berlalu keluar dari ruang kerjanya menuju meja makan yang sudah tersedia beberapa sajian makanan dan minuman.


Terlihat Rena sedang membantu salah satu pelayan yang bekerja pada Nathan, sedangkan Mom Laura hanya duduk diam di kursi kebesarannya melihat Rena dengan tersenyum sembari mengelus-elus kucing piaraannya.


"Nathan, Bram, ayo kita makan malam bersama," ajak Mom Laura saat melihat Nathan dan Bram keluar dari ruang kerja Nathan.


Akhirnya mereka makan bersama dengan tenang, walau beberapa kali Mom Laura heboh sendiri saat mencicipi makanan yang dimasak oleh Rena.


"Kamu memang wanita yang luar biasa sayang," puji Mom Laura yang membuat Rena tersipu malu. Bram pun mengakui kelezatan makanan yang dibuat Rena, namun tidak mungkin bukan dirinya memberi komentar! Bisa habis dirinya nanti.


Tanpa mereka sengaja, netra keduanya saling beradu pandang, namun tidak lama Nathan memutus kontak matanya dan meneruskan kegiatan makan malamnya.


Dalam hati Nathan pun memuji masakan yang dibuat Rena, namun tidak mungkin bukan, dirinya mengiyakan apa yang dikatakan oleh Mom nya, bisa besar kepala nanti dia." Pikirnya.

__ADS_1


Melihat sikap Nathan sejak dirinya berada di ruang keluarga hingga saat ini mereka makan malam bersama pun, ekspresi wajah Nathan tetap sama saat melihat dirinya diruang keluarga. Rena akhirnya menyadari kalau keberadaannya tidak di inginkan oleh bosnya itu.


Setelah makan malam, Rena berinisiatif membuatkan minuman sembari mereka duduk santai diruang keluarga. "Mom, Pak Bram dan Pak Nathan mau minum apa? Biar Rena buatkan dibelakang." Ucap Rena dengan lembut.


"Aduh sayang, nggak usah repot-repot. Ada pelayan kok yang akan membuatkannya untuk Kita," ucap Mom Laura tersenyum. "Ayo, sini. Duduk di samping Mom." Sambung Mom laura dengan menepuk sofa disampingnya.


Nathan merasa jengah dengan tingkah Rena barusan yang di anggapnya hanya ingin mencari muka didepan Mom nya. "Apa pekerjaanmu sebagai sekertaris belum cukup? Hingga kamu berniat juga menjadi pelayan disini!! Ucap sarkas Nathan.


Mom membulatkan matanya kearah Nathan, dengan maksud agar Nathan berhenti berbicara. Namun tetap saja Nathan semakin menyudutkan Rena dengan segala niat baiknya, hingga Nathan berhenti berbicara saat Mom Laura memanggil Nathan dengan lantang.


"Ada apa denganmu? mengapa kamu seolah-olah tidak bisa melihat ketulusan apa yamg dilakukan Rena! Apa mata hatimu sudah tertutup?!" Ucap Mom Laura penuh penekanan.


Nathan diam saat melihat Mom nya sudah mulai berbicara dengan nada lantang, itu artinya dia sudah marah padanya. Dada Rena sudah sangat sesak sejak Nathan mulai mengejek dan merendahkan dirinya, dia mencoba berusaha tetap tenang dan membesarkan hatinya sendiri agar dirinya tidak mengeluarkan air mata.


Rena memecah keheningan yang terjadi diruang keluarga dengan perkataannya "Kalau begitu, Rena pamit pulang ya Mom. Ibu pasti sudah menunggu Rena di Panti."


"Loh, kok mau pulang sayang? Ini sudah cukup larut malam loh, bagaimana kalau kamu menginap saja disini. Kebetulan rumah Mom mempunyai banyak kamar kosong." Ucap Mom Laura semangat.


"Tapi..." Ucap Rena dan Nathan bersamaan.


"Tapi kenapa Nathan, apa kamu tidak setuju lagi, hah!! Ucap Mom Laura dengan sinis. "Rena Mom culik kesini sebagai anaknya Mom, bukan sebagai tamu biasa, atau pun sebagai sekertaris mu, paham!! Sambungnya.

__ADS_1


"Dan, jangan sampai benci mu itu menjadi cinta untukmu kelak." Bisik Mom Laura ditelinga Nathan lalu berlalu dan menarik lembut tangan Rena menuju lantai dua rumah ini.


***


__ADS_2