
“Mom! Mas Rayyan!” ucap Nathan dan Rena bersamaan. Mereka sungguh kaget melihat keduanya ada di sini bersamaan, bukannya ini acara makan malam keluarga? Batin Nathan yang melihat Rayyan dengan tatapan tajam, sedang Rena terlihat bingung dengan situasi saat ini, keberadaan Momy dan Rayyan disini dan satu sosok lagi yang baru dilihatnya, siapa itu? tanya Rena dalam hati.
“Sayang, Rena, ayo sini masuk!” ajak Laura. Setelah mereka duduk, posisi Rayyan dan Nathan saling berhadapan sedang Rena memilih duduk tepat di samping Nathan yang kini terlihat sangat menakutkan.
“Mom!” panggil Nathan, dirinya ingin menanyakan maksud dari pertemuan ini, kenapa Rayyan dan Bibi Mery ada di sini. Laura yang tahu arti tatapan Nathan, langsung mulai berbicara, “Maksud Momy dan Bibi Mery mempertemukan kalian berdua adalah untuk menyelesaikan masalah di antara kalian berdua, rasanya sudah cukup kami biarkan kalian diselimuti rasa benci satu sama lain 5 tahunan ini,” lirih Laura.
“5 tahun? Benci? Bibi Mery? Apa maksud semua ini!” Rena terus bermonolog di hatinya.
Mery yang melihat anaknya Rayyan yang terus memandang Rena dengan penuh cinta langsung mengelus punggung tangan Rayyan dengan lembut sembari menggeleng. “Jangan, Nak, “wanita itu milik sepupumu, jangan sampai kau mengulang kesalahan yang sama untuk kedua kalinya, ucap Mery dengan menatap mata Rayyan, seolah ingin mengatakan hal itu padanya.
“Momy! Bibi!” bukankah ini kekanak-kanakan mempertemukan kami seperti ini! Kami bisa menyelesaikan masalah ini berdua.” Terang Nathan sembari memijit keningnya. “Berdua! Berdua katamu! Ini sudah 5 tahun lebih Nathan, dan kalian tidak pernah bertegur sapa bahkan tatapan kalian serasa ingin membunuh satu sama lain, itu yang kalian pikir bisa menyelesaikan masalah berdua saja!!” jelas Laura dengan suara keras.
__ADS_1
“Sudahlah, Nak. Bukankah wanita yang kalian perebutkan waktu itu sudah mengakui kesalahannya? Dia sudah mengakui bukan, kalau dia memang sengaja memperdaya kalian semua dengan mencintainya secara bersamaan tanpa kalian berdua tahu!” kali ini Mery yang beraksi, sejak pertengkaran mereka berdua, hubungannya dengan kakaknya Laura menjadi kurang harmonis karena mereka bersepakat untuk saling menghindar satu sama lain untuk menghargai perasaan anaknya masing-masing.
Nathan dan Rayyan menghembuskan nafasnya panjang, memang benar apa yang dikatakan Momy mereka tadi. Mereka terlalu bodoh dan dibutakan oleh cinta waktu itu, sehingga membuat hubungan persaudaraan mereka renggang hingga saat ini.
“Momy dan Mery juga tahu kalau lagi-lagi kalian menyukai wanita yang sama.” Ucap Laura menghembuskan nafasnya berat, kami tak menyalahkan kalian karena kami yakin kalau hubungan darah memang kental, terkadang sifat dan kesukaan pun akan sama, termasuk dalam urusan wanita.” Tutur Laura menatap kedua anaknya, satu anak kandungnya dan satunya anak susunya.
“Momy menyuruh Kak Laura membawa serta Rena kemari untuk menanyakan langsung kepadanya juga tentang bagaimana perasaannya padamu dan Nathan,” ucap Mery yang membuat Rena menunduk. Rupanya ini maksud pertemuan hari ini, apakah ini yang ingin dikatakan Mas Rayyan padanya waktu itu! Dan apakah ini yang pernah Momy ceritakan sebelumnya soal pertengkaran Nathan dengan sepupunya. Artinya Mas Rayyan dan Nathan adalah saudara!” ucap Rena yang mulai mengerti situasi saat ini, dirinya mencoba mengurutkan satu persatu kepingan puzzle yang selama ini membuatnya penasaran. Sikap Nathan yang berubah dingin dan datar serta pengakuan yang ingin di katakan Rayyan padanya.
Rena tersenyum lalu menundukkan kepalanya ke bawah. Rena mengambil nafas lalu kembali mengangkat kepalanya dan menatap wajah wanita paruh baya di hadapannya saat ini, wajah yang sudah dipenuhi kerutan di beberapa bagian wajahnya namun masih terlihat sangat cantik, tidak jauh berbeda dengan Momy Laura.
“I-iya, Bi.” Ucap Rena ragu-ragu. Sungguh hatinya saat ini sedang bergemuruh, mengapa Nathan dan Rayyan tak pernah mengatakannya secara langsung, bukankah mereka sudah beberapa kali bertemu langsung! Dan mereka bersikap layaknya seperti orang lain yang baru bertemu satu sama lain.
__ADS_1
Rena merasa di bohongi dan merasa dibodohi oleh keduanya. Rena merasa, pertemuan ini bukan untuknya karena dia sama sekali tak tahu menahu soal ini, “Maafkan saya sebelumnya, sungguh saya tidak tahu menahu soal ini, baik Pak Nathan atau pun Mas Rayyan tidak pernah mengatakan apa pun padaku, memang kami beberapa kali bertemu, namun mereka selayak dua orang asing yang tidak saling mengenal.
Secara pribadi, saya dan Mas Rayyan hanya berteman saja, beliau baik padaku, sedang Pak Nathan, beliau adalah bos saya dan ca—maksud saya, kami semua mengenal secara tak langsung dan berhubungan pun secara tak langsung. Jadi di sini saya mau meluruskan saja, kalau saya tidak punya niat menghancurkan keadaan yang sudah hancur sebelumnya. Saya rasa, kehadiran saya di sini tidak begitu di perlukan karena yang harus menyelesaikan permasalahan di sini adalah Pak Nathan dan Mas Rayyan sendiri.” Ucap Rena panjang lebar dengan menahan sesak di dadanya. Saya pamit kalau begitu, saya berharap masalah di antara saudara ini bisa terselesaikan dengan baik-baik saja.
“Rena!!” pekik Nathan dan Rayyan bersamaan. “Mereka tak ingin Rena merasa tersinggung dengan perkataan Mery. Mereka tahu kalau Rena memang tak mengetahui siapa Rayyan dan Nathan sebenarnya karena mereka tak sekalipun memberitahukan padanya.
“Maaf Pak, Mas, saya harap kalian bisa dewasa dalam menyikapi hal ini. Benar kata Momy, 5 tahun bukan waktu yang singkat untuk saling memaafkan satu sama lain, toh kalian juga tahu siapa dalang dari permasalahan kalian bukan!! Tegas Rena sembari berpamitan pada semuanya, “saya permisi.” Ucapnya sembari keluar dari ruangan yang membuatnya ingin menangis.
“Momy, Bibi Laura, saya mohon beri saya kesempatan untuk menjelaskan pada Rena yang sebenarnya, dia sungguh tak tahu menahu soal jati diri kami berdua, apa lagi permasalahan kami. Aku baru ingin memberitahu Rena yang sebenarnya besok Momy. Dia pasti membenci Rayyan sekarang dan merasa kalau Rayyan sudah membohonginya selama ini.” lirih Rayyan, saat Rayyan akan beranjak, tangannya dicekal oleh Nathan lalu berkata, “Biarkan aku yang menyusulnya, tunggulah di sini.” Ucap Nathan dengan lembut. Ya, kali ini Nathan mencoba berbaikan dengan egonya, mencoba melupakan rasa sakit saat melihat Rayyan dan Mala berciuman di Apartemen Mala. Dia berusaha menghilangkan kenangan buruk itu, memang benar kata Bibi Mery, Rayyan tak sepenuhnya bersalah karena dirinya juga korban dari wanita ular itu.
Saat Nathan berdiri, Rayyan langsung menggenggam tangan Nathan kuat, “Aku mohon Nath, hanya satu kali. Aku harus menjelaskan semua padanya, aku sangat merasa bersalah karena tak pernah jujur tentang kita padanya, kita sudah membodohinya secara tak langsung, please! hanya sekali, aku mohon.” Ucap Rayyan memohon.
__ADS_1
...****************...