Sekertaris Galakku

Sekertaris Galakku
Bab 23. Ciuman Hot


__ADS_3

Rena yang mendengar perkataan Nathan, awalnya dia mulai luluh karena ucapan permintaan maafnya terdengar tulus, namun saat Nathan kembali berbicara, Rena dibuat makin kesal "Dasar manusia nggak ada akhlaknya!! Umpat Rena dengan wajah merahnya yang sedang menahan rasa marahnya.


Nathan yang mendengar umpatan Rena, akhirnya membalikkan badannya dan terkejut saat melihat Rena berjalan kearahnya dengan wajah yang menyeramkan.


Namun karena badannya yang masih lemas dan kepalannya masih terasa pusing, akhirnya Rena terjatuh dan menindih tubuh Nathan dengan posisi Rena yang berada diatas tubuh Nathan.


Kedua netranya saling menatap satu sama lain. Rena yang melihat mata biru keabuan milik Nathan membuatnya tak ingin melepaskan pandangannya dari sana, sedangkan Nathan, pun merasakan hal yang sama, dari awal bertemu, warna mata Rena memang sangat membekas di ingatan nya.


Seperti terhipnotis, dirinya membelai wajah putih milik Rena, dimulai dengan matanya, lalu turun mengusap bibir ranum Rena, tanpa berkata apapun, matanya seakan berbicara pada Nathan.


Nathan berkata pada Rena "Warna matamu begitu indah dan mampu membuatku mabuk dan tenggelam di dalamnya, tanpa ba bi bu be bo, bibir Nathan menyentuh bibir Rena yang sangat menggoda imannya, lalu di lumatnya dengan lembut, Rena pun tak percaya dirinya bwgitu menikmatinya. Ini alah pengalaman pertamanya.


Ingin rasanya dia menahan gejolak yang entah mengapa, semakin dirinya menahan, rasa itu semakin kuat hingga Rena tak kuasa menahannya lagi, dirinya membalas ciuman Nathan, hingga tidak terasa, mereka berdua saling bertukar saliva tanpa menyadari bahwa pintu kamar Rena masih terbuka dengan sangat lebarnya.


Hawa panas menjalar dari dalam tubuh Nathan hingga dirinya membalikkan tubuh Rena dengan tangannya sebagai bantalan. Mereka saling bertatapan dengan nafas yang memburu, hasrat mereka sudah di ubun-ubun, rasanya ingin kembali mengulang ciuman mereka tadi.


Namun saat Nathan hendak mencium Rena, tiba-tiba terdengar teriakan Mom Laura yang memekikkan telinga yang mendengarnya "NATHAAAAAAAAAN.."


Nathan dan Rena menoleh bersamaan saat mendengar teriakan Mom Laura. Mata Rena membulat ketika merasakan sesuatu yang menghimpit tubuhnya.


"Pak, Nathan!!" Seru Rena saat melihat posisi Nathan yang berada diatasnya.


Nathan yang menyadari posisinya yang salah segera bangun tanpa memperdulikan kepala Rena yang terbentur lantai keramik saat Nathan menarik tangannya. "Auuch, keluh Rena saat kepalanya terbentur."


"Hei, sakit tahu!! Kepalaku sudah sakit, sekarang makin sakit lagi, pelan-pelan kek tadi nariknya!" Ucap Rena sembari mengelus kepalanya yang terasa nyut-nyutan.


Nathan tidak menjawabnya, dia lebih fokus pada tatapan tajam Mom nya. "Tamat sudah riwayatku!" Gumam Nathan pelan.


"Kalian apa-apa sih, dan kamu Nathan, kenapa nggak bantuin Rena yang jatuh!" Ucap Mom Laura berjalan mendekat dan membantu Rena bangun.


Mom Laura begitu malu dengan kejadian ini, sebenarnya dia sangat senang karena ini bisa jadi alasannya untuk membuat Nathan dan Rena bersatu, namun tetap saja, dirinya malu karena Ibu Rahma pun melihat kejadian yang memalukan tadi. "Dasar ceroboh! bukannya menutup pintu dulu, batu nyosor, kamu benar-benar bikin malu Mom." Omel Mom Laura saat sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


"Mom, sudah berapa kali Nathan katakan kalau itu tuh tidak disengaja Mom, Rena jatuh karena dia masih pusing lalu jatuh da-ann, ya terjadilah kejadian tadi!" Jelas Nathan.


Intinya Mom nggak mau tahu, kamu sudah buat Mom malu, keputusan sudah kami ambil. Bulan depan kamu akan menikahi Rena, titik." Ucap Mom Laura lalu membuang mukanya menghadap jendela.


Yeah, dirinya takut kalau Nathan tahu kalau dirinya sedang berpura-pura marah dan kesal. "Hufft, ya Tuhan, semoga rencanaku nggak ketahuan, apa lagi gagal!" Rapal doa Mom Laura.


Flashback on


"NATHAAAAAAAAAN.." ucap Mom Laura sembari menghampiri Nathan yang tampak kaget karena ketahuan sedang mencium Rena.


Apa yang kalian berdua lakukan? Tanya Ibu oanti yang terlihat kaget melihat kejadian yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Apa-apaan sih kamu, bikin malu Mom saja." Ucap Mom Laura sembari menepuk pundak Nathan dengan keras.


"Auch, sakit Mom." Keluh Nathan. Sebenarnya ini tidak seperti yang kalian lihat tadi, ini sebenar- " potong Mom Laura saat Nathan akan melanjutkan perkataannya.


"Kamu pikir Mom ini buta apa!! Jadi ciuman tadi itu hanya halusinasi Mom saja hah?!" Ucap Mom Laura.


"Mom sudah tidak punya muka lagi dengan Ibu Rahma." Ucap Mom Laura dengan wajah dibuat sedih.


Maafkan kelakuan anak saya ya, Bu Rahma. Nathan pasti akan tanggung jawab atas perbuatannya pada Rena tadi." Ucap Mom Laura yang langsung di hadiahi tiga tatapan terkejut dari Rena, Nathan hingga Ibu Rahma.


"Mom..!!" Ucap Nathan.


"Kenapa? Kamu nggak mau?! Apa itu ajaran Mom selama ini padamu? Menjadi pria yang tidak bertanggung jawab!!" Oh tidak, Nathan, kali ini kami harus nurut.


Kelakuan mu sudah sangat mempermalukan Mom." Ucap Mom Laura dengan takut, yeah dirinya takut kalau Nathan mengetahui kalau sedang berpura-pura marah.


"Mom sudah putuskan, bulan depan, kalian harus menikah. Titik, tidak pakai koma." Ucap Mom Laura dengan tegas sembari keluar dan menarik tangan Ibu Rahma yang meninggalkan Nathan dan Rena didalam kamar.


Rena masih tidak percaya dengan apa yang barusan didengarnya, mulutnya masih tertutup, dia mencoba menyambungkan rentetan kejadian tadi, mungkin ada hal yang salah disini, pikirnya.

__ADS_1


Nathan beralih melihat Rena yang tampak diam tanpa ada perlawanan kata apapun. "Kamu kenapa diam saja?? Kamu setuju dengan keputusan Mom tadi?!" Tanya Nathan beruntun.


Rena masih bingung, sepertinya kesadarannya masih dibawah lima puluh persen. "Maksudnya?? Akhirnya Rena membuka suara.


"Ooh, aku tahu. Jadiii, ini memang rencana mu bukan? Sekarang aku mengerti semuanya. Ternyata aku sudah alah dalam menilaimu selama ini!! Ucapnya dengan menatap tajam Rena yang terlihat terkejut.


"Ternyata kamu sama saja dengan perempuan yang luaran sana, yang mengambil kesempatan dengan keadaan!!" Tuduh Nathan.


"Hei, maksud bapak apa? Rencana? Rencana apa, rencana yang mana? Maaf, aku masih tidak mengerti apa yang bapak tuduhkan padaku!! Intinya saya tidak punya niat yang buruk. Ucap Rena dengan lantang. Yeah dia tidak terima sudah dituduh sembarangan oleh Nathan.


"Pokoknya, saya tidak mau tahu, kamu harus membujuk Mom dan Ibu panti untuk menarik kata-katanya kembali." Ucap Nathan berlalu meninggal kamar Rena.


Namun ketika sampai di depan pintu Rena, dia berhenti saat mendengar Rena berkata "bagaimana kalau aku tidak bisa meyakinkan mereka?!".


"Itu artinya, ini memang yang kau rencanakan selama ini. Dan, lihat saja apa yang akan aku lakukan padamu." Ucap Nathan lalu berjalan keluar dari kamar Rena dengan menutup pintu kamar miliknya dengan sangat keras, hingga Rena terlonjak kaget didalam kamarnya.


"Apa yang harus aku lakukan..." ucap Rena setelah menghela nafasnya dengan berat.


Flashback off


"Mom apa-apa sih, bukannya Mom tahu bagaimana Nathan!! dan mengapa Mom mengambil keputusan sepihak begitu?? ini hidup Nathan, cukup Mom dulu sudah menghancurkan cinta Nathan!" ucap Nathan saat mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti tepat di depan pintu depan rumahnya.


Mom Laura awalnya diam, namun setelah Nathan mengungkit kejadian dimasa lalu, akhirnya dia menoleh kearah Nathan dan berkata padanya "Bukankah, Mom pada akhirnya benar tentang wanita mu itu!!


Dia sungguh tidak baik untukmu maupun Rayyan. Dan, bukannya tadi kamu menikmati juga ciuman mu tadi, hingga ingin kau ulang lagi bukan!! ucap Mom Laura dengan ketus dan tertawa sinis sembari keluar dari dalam mobil menuju kamarnya setelah Sang supir membukakan pintu untuknya.


Nathan langsung membayangkan bagaimana tadi dirinya begitu menikmati ciuman mereka, rasa berbeda. Apakah karena bibir Rena yang terasa panas karena dia sedang demam atau hawa panas yang dia rasakan karena-." Nathan tidak melanjutkan perkataannya tadi sembari berkata pada dirinya sendiri "yah, itu pasti hawa panas dari demam Rena!"


Tadi dirinya memang begitu dekat hingga tak ada jarak dengannya tadi, jadi ini bukan hawa panas yang berasal dari dirinya.


***

__ADS_1


__ADS_2