
NOVEL TERBARU
Info Novel Baru
MANTAN jadi MANTEN!!
Cassandra Atmaja wanita cantik dengan sejuta pesonanya, berusia 23 tahun.
Memiliki seorang mantan yang bernama Satrio yang merupakan seniornya di Kampus. Ia harus putus lantaran sang mantan sangat tidak menyukai kepribadiannya yang katanya berisik.
Setelah putus, Satrio kembali menjalin kasih dengan seorang wanita cantik yang memiliki kepribadian yang anggun hingga membuat Satrio tertarik namun kedua orang tuanya, khususnya sang mama yang tidak menyetujui hubungan keduanya hingga saat Satrio memutuskan untuk menikahi kekasihnya, Luna.
Insiden kecil terjadi sesaat sebelum acara ijab qobul, karena tak ingin membuat orang tuanya malu di depan para kolega bisnisnya. Akhirnya Satrio menarik seorang wanita dengan asal yang baru dia sadari jika wanita tersebut adalah Cassandra, mantan kekasihnya yang dulu.
Bagaimanakah akhir dari pernikahan mereka?
Ikuti kisah selengkapnya..
Terima kasih banyak atas dukungan kalian semua selama ini, semoga Karya keduaku JERAT CINTA WANITA MALAM bisa menjadi hiburan untuk kalian semua.
Terus dukung Othor ya agar terus bisa berkarya dan membuat karya yang lebih baik setiap harinya🙏❤️❤️❤️
...…CUPLIKAN BAB…...
"Kamu! Ngapain kamu disini? Dan.. dimana wanita itu?" tanya Satrio dengan pelan namun dengan penuh penekanan setiap katanya. Kaget, satu kata yang tepat menggambarkan rasa keterkejutan Satrio pagi ini. Setelah dengan terpaksa menikahi wanita yang bukan kekasihnya, ia malah dibuat kaget saat menyadari wanita dihadapannya saat ini adalah mantan kekasihnya yang dulu, Cassandra.
"Wanita yang mana? Justru aku yang seharusnya bertanya padamu disini, karena seseorang menarik dan—"
Satrio menatap tajam Cassandra, "Jangan bilang wanita yang aku tarik tadi itu.. kamu!" seru Satrio menyadari rentetan peristiwa pagi tadi.
"Jadi.. pria asing yang menarik ku tadi itu.. kamu, dan yang menyuruh orang-orang itu merias ku dan menyuruhku mengisi data diri dan menandatangani dokumen itu juga kamu!" lagi-lagi keduanya terkesiap dengan penuturan mereka masing-masing.
__ADS_1
Satrio tak menyangka setelah 2 tahun tak bertemu, mereka akhirnya dipertemukan di tempat dengan suasana seperti ini.
"Kalian ini apa-apaan sih, nggak malu tuh dilihat para tamu!" kata Mama Nuri sedikit berbisik, seraya melirik para tamu yang melihat ke arah mereka. "Kita bisa membahasnya setelah acara ini selesai, Mama minta kalian berdua diam, oke!" Imbuh Mama Nuri dengan tegas.
"Shut up and be a good boy and girl, okay!" sambung Mama Nuri mengingatkan dengan mata memicing disaat keduanya akan bersuara. Hingga membuat keduanya kesusahan menelan salivanya.
"Tante Nuri gak berubah ya dari dulu.. tetap galak!" ucap Cassandra pelan.
"Diam lah kalau kau tak ingin mendapatkan omelan nya seperti dulu. Lihat! dia sedang menatap kita disebelah sana." ucap Satrio menunjuk dengan ekor matanya.
Cassandra tak lagi bersuara, kini keduanya menjadi anak yang baik seperti perintah mama Nuri. Mereka berdua tersenyum begitu bahagia menyalami satu persatu tamu yang hadir di acara pernikahan mereka. Dan tanpa mereka sadari, sepasang mata menatapnya dari depan pintu masuk ballroom hotel penuh dengan linangan air mata, pergi dengan membawa perasaan kecewa dan sakit hatinya.
-o0o-
Acara ijab qobul akhirnya selesai tepat setelah jam makan siang. Kini mereka sudah berada di dalam kamar pengantin, ya.. mereka, Sakti, Cassandra, Mama Nuri dan Papa Radit, Bambang dan Dani serta istrinya, Sofia dan anaknya Soni yang masih berusia 2 tahun.
Hingga sore menjelang, mereka masih saja belum mengucapkan sepatah kata pun. Mereka hanya saling menatap satu sama lain tanpa ada yang memulai obrolan.
Satrio masih memandang isi pesan terakhir yang dikirimkan Luna, kekasihnya, ralat, calon istrinya dengan datar tanpa ada niat membalasnya. Rasa marah dan kesal berkecamuk menjadi satu.
Cassandra melirik Satrio yang masih fokus dengan ponsel di tangannya tanpa berniat memulai pembicaraan.
"Dasar.. manusia salju!" umpat Cassandra dalam hati.
"Maaf, Tante sebelumnya. Mungkin, Satrio harus menjelaskan semuanya sama Tante karena dialah dalang dari semua peristiwa hari ini." ucap Cassandra mencebikkan bibirnya seraya menatap tajam pria yang baru beberapa jam menjadi suaminya.
"Sakti.. jelaskan pada kami semua, sebenarnya ada apa ini? Kenapa tiba-tiba pengantin wanitanya berubah? Dan dimana Luna? Lalu.. kenapa Cassandra yang—"
"Maaf, Ma.. Satrio terpaksa melakukannya demi menyelamatkan reputasi dan nama baik keluarga kita," tutur Satrio dengan lugas.
"Maksud kamu! Memangnya ada apa? Mama masih tak mengerti, coba jelaskan dengan rinci."
"Setengah jam sebelum acara dimulai Luna memberikan kabar padaku jika dia tak bisa datang, dia ragu dan meminta pernikahan kami ditunda," jelas Satrio pada semuanya.
__ADS_1
"Kenapa bisa begitu, apa kalian bertengkar? Dan.. kenapa harus disaat detik-detik terakhir, dia baru berubah pikiran, Sak! Apa dia sengaja membuat kita malu, huh!" tanya mama Nuri dengan geram. Sejak awal ia memang tak suka dengan sikap Luna yang sangat dingin pada keluarganya, ia hanya akan berbicara saat ditanya, sifatnya hampir sama dengan anak keduanya, Sakti.
"Karena semuanya sudah jelas, kalau begitu aku permisi pulang sekarang, temanku pasti sudah menungguku di kost-an sejak tadi," ucap Cassandra pamit pada semuanya.
Ia tak tahu harus memulai dari mana, ia sungguh dibuat bingung dengan situasi saat ini. Rasa keterkejutannya yang tadi saja belum hilang saat tiba-tiba seseorang menariknya dengan paksa lalu dibawa masuk oleh beberapa wanita yang baru diketahui adalah tim MUA profesional serta belum lagi saat dirinya harus mengisi beberapa data diri serta membubuhkan tanda tangannya sembari dirinya dirias. Bukannya Cassandra tak menolak, namun setiap kali dirinya berbicara, ia selalu diminta menutup mulut karena akan mengganggu tugas mereka dalam merias.
Lalu sekarang setelah mendengar penjelasan dari mantan kekasihnya itu, akhirnya dia mengerti dan memutuskan untuk pulang karena masalah ya sudah selesai.
"Pulang? Kamu mau pulang kemana, Sayang!" ucap mama Nuri menatap heran kearah menantu barunya. "Kamu akan pulang tapi bukan ke kost-an mu, tapi kerumah kita," imbuh mama Nuri membuat mulut Cassandra menganga.
"Ma-maksud, Tante! Pulang kerumah siapa?" pertanyaan polos Cassandra membuat semuanya tergelak kecuali Sakti, ia masih diam tanpa ekspresi.
"Ya.. pulang ke rumah kita! Kerumah suami kamu, Sakti, bukannya kamu pernah ke rumah waktu itu!" jawab mama Nuri tersenyum melihat tingkah polos menantunya.
"Ayo, kita pulang.. kalian bulan madunya di rumah saja!" seru mama Nuri seraya mengapit lengan Cassandra dan berjalan menuju pintu. Satu persatu ikut bangkit dari duduknya dan mengikuti langkah kaki mama Nuri keluar dan menuju lift. Dan meninggalkan Satrio seorang diri di dalam kamar tersebut.
"Bang Sat.. ayo pulang, dipanggil mama tuh!" panggil Bambang seketika mendapat tatapan tajam dari Satrio.
"Sekali lagi aku mendengar memanggilku bangsat.. kartu kredit mu akan ku bekukan saat itu juga," ancam Satrio, membuat Bambang seketika mendelik, ia langsung meminta maaf dengan membentuk huruf V pada jari tangannya.
"Maafkan adikmu yang tampan ini, Bang Rio." ucap Bambang menampilkan wajah imutnya.
Satrio melenggang pergi meninggalkan adiknya Bambang dengan tingkah konyolnya dan menyusul keluarganya yang sudah menunggunya di depan lift.
Mereka pulang memakai 2 mobil. Satu mobil yang dikendarai Dani, dinaiki Sofia, Bambang, Soni dan kedua orang tuanya, sedang di mobilnya satunya dikendarai oleh Satrio dan Cassandra.
Mobil Satrio melenggang membelah jalan raya meninggalkan hotel tempat acara ijab qobul pernikahannya menuju kediaman papa Radit.
Ini bukan pertama kalinya Cassandra menginjakkan kakinya di rumah itu. Rumah yang beberapa kali ia kunjungi saat masih berpacaran dengan Satrio dulu.
Sepanjang perjalanan, Cassandra menatap ke arah kaca jendela pintu mobil dengan tatapan kosong, ia hanya menatap papan reklame yang terpampang jelas, lampu jalanan yang terbentang di sepanjang jalan. Gadis itu merenungkan nasibnya yang entah ia harus bahagia atau bersedih karena statusnya yang sudah berubah dalam sekejap, padahal niatnya datang hanya ingin menghadiri pernikahan mantan kekasihnya karena tak ingin diejek oleh teman kampusnya jika dirinya belum move on, namun jalan takdir membawanya menjadi mempelai pengantin wanita yang membuatnya kini menjadi nyonya Satrio.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1