
Momy, ini aku. Bangunlah dulu, ada yang ingin Nathan tanyakan,” ucap Nathan sembari duduk di sisi kanan kasur miliknya. “Nathan?? Kamu sedang apa di sini sayang!! Tanya Laura yang terlihat mengerjap-ngerjapkan matanya.
“Apa Momy sakit? Kenapa tidak turun sarapan? Aku menunggu Momy, ” ucap Nathan khawatir.
Laura bangun dari tidurnya lalu mendudukkan tubuhnya di sandaran tempat tidur. “Momy baik-baik saja, apa kamu tahu sayang, semenjak semalam, entah mengapa rasa kantuk Momy terus saja datang setelah mendengar kejelasan hubungan kamu dan Rena, Momy sangat bahagia hingga rasanya tak ada lagi beban di hati dan pikiran Momy.” Ucapnya sembari mengelus rahang milik anaknya yang ternyata sudah tumbuh menjadi pria dewasa yang sebentar lagi akan menikah.
“Momy kenapa menangis?” tanyanya saat melihat mata Laura berkaca-kaca. “Enggak apa-apa, Momy hanya terharu saja, sebentar lagi kamu akan menikah dan sebentar lagi Momy bisa menggendong seorang cucu,” ucap Laura dengan mata berbinar.
Nathan tersentak dengan ucapan Laura yang ternyata sudah berpikir begitu jauh tentang rumah tangganya nanti. “Sudahlah, itu masih lama Momy. Kami saja baru akan mempersiapkan segala keperluan dan surat-suratnya, malah Momy sudah bicara cucu.” Ucap Nathan menggelengkan kepalanya. “Kalau begitu, Nathan langsung berangkat kerja,” ucapnya lalu mencium pipi Momy-nya dan beranjak turun ke lantai 1 di mana Bram sudah menunggunya dari tadi.
Di sepanjang perjalanan menuju kantor, hati Nathan tak menentu, begitu bahagia dirinya saat melihat ekspresi wajah Momy-nya saat mengatakan menyetujui akan menikahi Rena.
Pernikahan seperti apa yang akan mereka jalani bersama saat tak ada cinta di antara mereka. Apa lagi dengan keinginan Laura yang ingin secepatnya memiliki seorang cucu untuk di ajaknya bermain di rumah Nathan berkali-kali menghela nafasnya, seakan ada beban berat yang sedang di pikulnya.
Sementara di tempat Rena, dirinya baru selesai sarapan dengan Ibu Panti dan adik-adik yang sudah di anggapnya sebagai adik kandungnya. Dia menatap satu persatu adik-adik yang selama ini sudah menemaninya hingga membuat hidupnya berwarna, “Apakah saat menikah nanti, aku akan tetap bisa seperti ini!” batinnya.
Ibu Panti yang melihat tatapan Rena, langsung menggenggam tangannya, seakan tahu apa yang sedang dia rasakan. “Semua akan baik-baik saja sayang,” ucapnya yang dibalas senyuman oleh Rena.
Raharja Corp
__ADS_1
Setiba Rena di kantor, dirinya berpapasan dengan Ayyura saat akan memasuki pelataran kantor. “Hai, Ren. Entar siang makan bareng yuk, ada yang ingin aku bicarakan padamu!” ajak Ayyura.
“Hem, boleh, boleh,” ucapnya cepat namun, tiba-tiba Rena mengingat kalau siang nanti, dirinya dan Nathan serta Momy Laura akan ke Butik untuk melakukan fiting gaun pengantin serta jas untuknya dan Nathan. “Aduh maaf Ay, aku lupa kalau sudah ada janji,” ucapnya dengan raut menyesal.
“Janji! Janji sama siapa hayo?!” goda Ay. “Ada pokoknya, nanti pasti aku ceritakan sama kamu tapi, setelah semuanya pasti, kamu orang pertama yang aku kasih tahu, oke!” Rayu Rena dengan memperlihatkan mata sayu-nya.
Lift CEO dengan lift karyawan di Raharja Corp memang di pisahkan, jadi tak heran saat setiap kali Rena masuk kantor, dirinya jarang berpapasan dengan karyawan lain-nya. Saat dirinya masih asyik memikirkan kehidupannya nanti setelah menikah akan seperti apa, tiba-tiba suara bariton yang sangat di kenalnya memecah lamunan Rena. “Masih pagi, awas kesambet,” ucap Nathan sinis.” Sembari masuk ke dalam lift.
Rena masih tertegun melihat Bos-Nya yang tampak lebih gagah dari biasanya. “Kenapa? Ada yang salah dengan penampilanku?!” tanya Nathan saat melihat tatapan Rena yang terus menatapnya.
Rena kelabakan saat ketahuan menatap bos nya, “E..eh? Aku nggak apa-apa kok Pak,” ucap Rena tanpa menurunkan pandangannya.
Kali ini Rena yang di buatnya bingung dengan tingkah Nathan saat ini. “Dia kenapa? “ Gumam Rena saat melihat gerakan kepala Bosnya bergerak naik turun.
“Tunggu apa lagi, cepat keluar!” ucap Nathan yang keluar dari lift dan tanpa sengaja menyenggol bahu Rena yang dalam posisi tidak fokus hingga keseimbangannya hilang dan nyaris terjatuh kalau saja Nathan tidak menariknya.
Makanya, kalau kerja itu harus fokus, biar enggak teledor seperti ini,” ucap Nathan yang berbalik dan tiba-tiba ⁰± yang baru selangkah namun tiba-tiba saja dirinya hilang keseimbangan dan berakhirlah dengan posisi Rena di bawah kungkungan Nathan.
Ke-dua netra mereka saling bertemu dan saling mengagumi satu sama lain. Suasana yang tenang seakan memberikan waktu pada keduanya menikmati pemandangan indah yang ada di hadapan mereka saat ini. Kalau saja Bram saat itu tidak datang, mungkin saat ini Nathan sudah mencium bibir tipis Rena yang begitu menggoda dengan lipstik berwarna merah.
__ADS_1
“Hehem,” tegur Bram saat melihat Nathan yang akan mencium Rena di hadapannya. “Woi bos, jangan mengotori mata suciku ini dengan adegan kalian!! Pekiknya dalam hati.
“Ehehm...” dehem Nathan dan Rena bersamaan. Rena yang malu, segera menuju toilet dengan harapan agar dirinya bisa bersembunyi di sana. Sedangkan Nathan langsung berlalu masuk ke dalam ruangannya.
Waktu makan siang sudah tiba, Laura sudah berada di lobi perusahaannya untuk menjemput anak dan calon menantunya. Setelah sampai di ruangan Rena, Laura dan Rena masuk ke dalam ruangan Nathan yang ternyata sedang berbicara via sambungan telepon. Setelah selesai, mereka berempat turun bersamaan, Rena dan Laura berjalan di depan dengan posisi tangan Laura yang menggandeng lengan Rena yang membuat beberapa mata yang berada di lobi siang itu menjadi geger. Tak terkecuali Ayyura yang membola saat melihat kedekatan antara Rena dan K utama Raharja Corp.
Butik
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit, mereka berempat turun dan memasuki Butik yang begitu mewah dan terkenal di kalangan atas, termasuk para selebriti. Nathan dan Bram menunggu di lantai bawah, sedangkan Rena langsung di bawah ke ruangan fiting untuk mencoba beberapa gaun yang sudah di persiapkan oleh Desainer butik tersebut sesuai dengan keinginan Laura.
Rena begitu kagum dengan semua gaun yang berjejer rapi di hadapannya. Rena akui, dirinya sama dengan semua wanita di luaran sana yang pasti menginginkan pernikahan yang meriah karena akan merayakan hari spesial sekali seumur hidupnya. Dirinya ingin menjadi yang paling cantik bak ratu sehari di pesta resepsinya nanti, bersyukur Rena memiliki Laura sebagai calon mertua yang begitu menyayangi dirinya layaknya putri kandungnya sendiri.
“Ya Tuhaaaaan, Rena, kamu cantik sekali sayang!! Pekik Laura saat tirai di buka oleh salah satu pegawai butik tersebut. Nathan yang sedang menerima telepon pun kaget dengan pekikan Momy-nya hingga mengalihkan pandangannya ke arah Rena. Matanya tak berkedip saat melihat perubahan Rena, entah mengapa, semua yang di pakai Rena terlihat indah saat memakainya.
Bram tidak kalah mengagumi kecantikan Rena yang sebentar lagi akan menjadi Nyonya Mudanya. Namun hatinya tetap pada cintanya, yakni Ayyura, gadis lamban yang selalu membuat hari-harinya berwarna.
Nathan kembali fokus saat sudah memberikan pendapatnya tentang gaun yang dikenakan Rena. “Nathan, ini sudah 10 gaun yang di coba Rena, dan semua gaun kamu bilang bagus, bagus dan bagus saja. Sebenarnya di antara semuanya, yang menurutmu cocok untuk Rena itu yang mana?!” kesal Laura saat melihat Nathan yang masih dingin dengan Rena, padahal dari yang di lihatnya, Nathan sudah mulai tertarik pada Rena namun, Nathan masih terus menyangkalnya.
Nathan menghela nafasnya pelan, beli saja semuanya. Kan tadi aku bilang bagus, ya artinya memang bagus,” ucapan Nathan barusan membuat orang-orang yang berada di sana tercengang. Bukan soal harga gaunnya, melainkan untuk apa membeli 10 buah gaun pengantin, toh nanti yang dipakai pun hanya 1 gaun saja.
__ADS_1
Akhirnya Rena yang memilih 1 dari 10 pilihan gaun yang di cobanya tadi. Gaun putih panjang dengan leher berbentuk V di belakangnya yang membuat dirinya terkesan seksi yang membuat kecantikannya semakin terpancar.
Setelah Rena, saatnya Nathan yang mencoba beberapa Tuksedo yang akan dia kenakan di acara Resepsinya. Warna hitam menjadi pilihannya, begitu memancarkan kulit putihnya dan akan membuat Nathan menjadi pria yang sangat tampan dan bersinar di Resepsinya nanti yang akan berdampingan dengan mempelai wanita yang juga bersinar.