Shadow Girl

Shadow Girl
Eps. 13 Target Bertambah Kuat


__ADS_3

Inspektur Lucca segera kembali ke tempat tidurnya saat melihat Livia sudah selesai bicara dengan sosok pria yang juga tak diketahuinya itu.


“Sebaiknya aku pura-pura tidur saja agar dia tak curiga padaku jika tadi aku mendengar pembicaraannya meskipun sedikit.”


“klik.” Inspektur Lucca sudah memejamkan mata saat kembali masuk ke rumah dan mengunci pintu.


Ia berhenti sejenak di tepi ranjang Inspektur dan menatapnya intens. “Semoga saja aku bisa menjaga mu, Lucca.” ucapnya lirih sambil mengusap pipi pria itu selama beberapa detik.


Livia kemudian menuju ke kamarnya yang berada tepat di samping kamar Inspektur.


“klak.” Inspektur Lucca membuka matanya setelah pintu kamar Livia tertutup.


Pria itu beralih menatap pintu kamar Livia dengan intens sembari menyentuh pipinya yang masih terasa dingin bekas sentuhan Livia dengan banyak pertanyaan yang muncul dalam pikirannya.


“Siapa sebenarnya pria tadi dan apa hubungannya denganku hingga Livia harus melindungi aku darinya ?” kalimat terakhir yang diucapkan oleh Livia masih terngiang dengan jelas dalam benaknya.


“Kenapa di belakang ku dia hanya memanggil nama tanpa titel ku, apa dia mengenal ku ?” pekiknya dalam hati semakin bertambah penasaran saja pada Livia.


Karena merasa pusing dengan banyaknya pertanyaan yang tak bisa dijawabnya maka Inspektur memutuskan untuk tidur saja.


Beberapa hari kemudian Inspektur sedang menjalankan sebuah misi bersama timnya untuk menangkap seseorang yang diduga sebagai *******, Thom Hawk yang juga merupakan sindikat narkoba. Mereka menuju ke sebuah pantai yang diperkirakan sebagai tempat target kepolisian itu melarikan diri.


Di sebuah pantai terlihat seorang pria berkulit coklat akibat berjemur selama beberapa hari yang tengah menikmati waktunya di tepi pantai duduk bersama seorang lelaki.


“Thom Hawk aku akan memberimu kekuatan setelah kau melakukan perjanjian dengan ku.” ucap seorang pria dengan kulit pucat dan terlihat serius bicara padanya.


“Tuan Samuel Neve aku hanya akan melakukan perjanjian dengan mu setelah kau memberikan kekuatan kepadaku.”


“Baiklah aku akan memberikan kekuatan padamu sekarang.” pria itu kemudian menyentuh tangan Thom Hawk kemudian memberikan kekuatan padanya. “Sekarang tanda tangani ini.”

__ADS_1


Setelah selesai memberikan kekuatan, Samuel Neve menyerahkan selembar kertas bermaterai pada pria tersebut yang langsung ditandatanganinya.


“Baiklah ingat tugas mu untuk membunuh Inspektur Lucca Salvatore.” ucap pria tadi kemudian menerima kembali berkas yang sudah ditandatangani tadi dan menghilang dari sana.


Thom Hawk mencoba kekuatannya setelah Samuel Neve pergi. “Aku merasakan kekuatanku bertambah menjadi tiga kali lipat.” gumamnya sambil tersenyum setelah berhasil memecahkan batu karang yang ada di dekatnya hanya dengan sekali pukulan saja.


Dua jam setelahnya rombongan tim Inspektur Lucca tiba di pantai yang di maksud. Tentu saja mereka tidak memakai seragam polisi kali ini namun memakai pakaian preman seperti yang dipakai oleh warga sipil pada umumnya selama bertugas untuk menyamarkan identitas mereka dan membaur dengan mudah.


“Semuanya sekarang menyebar dan segera kirim kode setelah menemukan target.” perintah Inspektur Lucca dalam penyamaran memakai kacamata hitam dan juga kumis palsu pada para anggota sebelum masuk ke area pantai.


“Siap Inspektur.” jawab para anggota yang juga mengenakan pakaian santai yang terlihat seperti pengunjung pada umumnya yang berlibur.


Para anggota kemudian masuk ke area pantai dan menyebar untuk mencari target. Sementara Inspektur Lucca sedang bersama Livia menunggu di sebuah kursi pantai, duduk berdua menikmati lemon juice yang mereka pesan.


“Intan berhasil ditemukan di titik lintang 38 Bujur Selatan.” seorang anggota mengirimkan kode pada Inspektur.


Ya, kode itu merupakan kode jika ada target yang ditemukan.


“Livia target di temukan. Kita ke lokasi sekarang.” Inspektur beralih menatap Livia yang kali ini menampakkan dirinya dengan menyamarkan diri mengenakan sebuah topi juga wig rambut keriting.


Mereka berdua kemudian segera mengambil posisi di arah yang ditentukan.


“Agen satu cepat dekati target.” ucap Inspektur memberikan perintah pada salah satu agennya mulai menjalankan rencananya.


Anggota kepolisian tadi kemudian menyamar sebagai pelayan yang mengantarkan wine yang dipesan oleh target.


“Tuan ini wine pesanan anda.” Agen satu menyerahkan dua botol wine besar pada Tom Hawk.


“Tuangkan segelas penuh untuk ku.”

__ADS_1


Agen satu segera menemukan segelas penuh wine dan tanpa sepengetahuan pria tersebut, agen satu memasukkan serbuk racun tak berwarna juga tak berasa ke dalam wine tersebut.


“Ini, tuan.” agen satu kemudian menyerahkan wine tadi pada target dan segera pergi dari sana setelah melihat target menenggak habis wine tadi.


“Target sudah minum bomb wine.” Agen satu kembali mengirimkan kode pada Inspektur Lucca.


Inspektur Lucca menerima kembali kode yang masuk dan meneruskannya pada anggota lainnya.


“Semuanya sehingga pada posisi masing-masing.” Inspektur Lucca kembali memberikan perintah dan tiba di lokasi.


“Wine apa inin yang kau minum kenapa rasanya keras sekali ?” Thom Hawk merasakan kepalanya pusing dan tubuhnya terasa tidak nyaman. “Sial ! Apa aku minum racun ?” pekiknya saat merasakan tubuhnya mulai terbakar namun anehnya beberapa detik setelahnya tubuhnya kembali bugar.


“Kekuatan dari tuan Samuel memang luar biasa.” Thom Hawk Mas mengambil segala semuanya lagi dan memegangnya sampai habis.


“dor !” sebuah tembakan memecahkan gelas wine dan membuat wine di tangan Thom Hawk berceceran.


“Itu pasti Inspektur Lucca. Aku tak menyangka dia akan menemukan ku secepat ini.” pria itu sedikit pun tidak takut dan malah terlihat santai saat Inspektur Lucca menodongkan senjata ke arahnya.


“Aneh sekali harusnya target akan menunjukkan reaksi setelah minum racun tadi. Tapi dia sepertinya baik-baik saja.” Inspektur Lucca terpaksa harus minta bantuan pada Livia karena tak sesuai prediksinya, target masih baik-baik saja.


“Tenang, inspektur.” Livia bergerak cepat dan saat ini sudah berada di belakang kaca sebelum melihat tersebut melakukan serangan.


“Tembak.” ucap Livia hanya dengan menggerakkan bibirnya yang bisa dimengerti oleh Inspektur dan menembakkan pelurunya seketika itu juga.


“dor.” Sepuluh peluru besar yang ditubuh Thom Hawk namun pria itu belum juga tumbang.


“Aneh sekali, kenapa dia masih hidup setelah terkena racun dan juga tembakan ?” gumam Livia. Maka ia pun sudah beraksi dan menancapkan belati kecilnya.


Livia menyingkir setelah terjadi ledakan yang menghancurkan tubuh target.

__ADS_1


__ADS_2