Shadow Girl

Shadow Girl
Eps. 6 Bayangan Yang Mengejar


__ADS_3

Inspektur Lucca berhasil menjalankan tugasnya terakhir kali tepat saat bertemu dengan Livia Neve. Setidaknya ia tahu nama dari wanita yang selalu membayangi tidurnya di tiap malamnya dan juga membuatnya risau.


Setelah mengetahui nama wanita bukannya pria itu tenang namun malah membuatnya semakin penasaran.


“Livia Neve... siapa kau sebenarnya ?” gumamnya mencari data wanita tersebut. “Ah... kenapa ada nama tersebut di manapun aku mencarinya ?”


Inspektur Lucca mengerutkan keningnya setelah duduk satu jam lamanya untuk mencari identitas wanita itu yang tidak tercantum dalam database warga Milan.


Baru kali ini dia tak bisa melacak identitas seseorang yang biasanya merupakan perkara yang mudah baginya juga aku tuh waktunya untuk menemukan nya.


“Apa dia bukan warga Milan ?” gumamnya menduga-duga sendiri. “Baiklah aku akan mencari identitasmu di tempat lainnya.”


Inspektur Lucca tentunya mempunyai koneksi juga rekan yang berada di luar daerah yang bisa ia mintai tolong untuk membantunya.


“Sherif Dave tolong bantu aku mencari identitas seseorang di daerahmu.” ucap pria itu dalam sambungan telepon dengan rekannya yang berada di sektor kepolisian San Marino.


“Inspektur Lucca apa dia seorang residivis, mafia atau sejenisnya ?” balas Sherif Dave paling bertanya dan baru kali ini seorang Inspektur Lucca meminta bantuan padanya. Apa pria itu tak bisa mengatasi targetnya kali ini dan salah membuatnya penasaran seperti apa sosok yang dicari oleh sang Inspektur.


“Bukan. Dia adalah seorang wanita, Livia Neve.”


Sherif Dave terkejut mendengar identitas yang harus dicarinya ternyata seorang wanita dan bukanlah target operasi Kepolisian. “Siapa wanita itu ?” batinnya penasaran kenapa Inspektur Lucca mencari wanita biasa. “Baik Inspektur, aku akan mencarinya dan segera mengabari mu nanti.” jawab Sherif Dave sebelum panggilan mereka berakhir.


“Semoga saja Sherif Dave bisa menemukan identitas Livia.” gumamnya menaruh gagang telepon berwarna hitam itu kembali ke tempatnya.


Belum sempat Inspektur Lucca menyandarkan bahunya seseorang mengetuk pintu ruangannya.


“Aiptu Daniel, apa ada sesuatu yang ingin kau sampaikan padaku ?” tanyanya pada pria yang selalu menemaninya dalam bertugas sekaligus menjadi tangan kanannya dalam kurun waktu tiga bulan ini.

__ADS_1


Pria itu membawa berkas dan segera menyerahkannya pada atasannya. “Inspektur pelaku pembunuhan berantai Carson Blank gagal di tangkap oleh agen kepolisian sektor dan menyerahkan kasus Penangkapan nya pada anda.”


“Oh...” pria itu membaca berkas yang ada di meja dan mempelajarinya. Sedikit banyak ia mengetahui setiap pelanggar hukum di Milan meskipun bukan ranahnya.


Ya, Inspektur Lucca bertugas di sebuah kantor Kepolisian sektor kecil yang ada di salah satu kota Milan. Namun meskipun sektor kecil, kantor sektor pusat sering melimpahkan kasus yang susah mereka tangani pada Inspektur Lucca yang membuat karirnya cemerlang dan naik pangkat dengan cepat.


“Bukankah ada laporan sebelumnya jika pria itu akan beraksi untuk menghabisi keluarga James ?” Inspektur Lucca ingat dengan jelas sepak terjang pelaku pembunuh berantai itu juga kapan prediksi pria itu akan menjalankan rencananya.


“Benar Inspektur Lucca. Tim intel saat ini sudah bergerak untuk memata-matai pergerakan Carson Blank.”


“Kirim tim untuk memberikan pengamanan pada keluarga James dari kejauhan dan ingat Jangan sampai ada yang mengetahuinya termasuk keluarga itu sendiri.” Inspektur Lucca memberikan perintah segera sebelum menjalankan misinya.


“Siap Inspektur !”


“Aiptu Daniel siapkan tim lainnya untuk misi penangkapan Carson Blank tujuh hari dari sekarang.” tambahnya sebelum Aiptu Daniel keluar dari ruangannya.


“Sebaiknya aku menyusun rencana sekarang.”


Ya, pria itu selalu membuat semuanya juga segala sesuatunya sesuai dengan rencananya yang penuh perhitungan yang meminimkan kegagalan juga minim korban pihak kepolisian yang jatuh saat bertugas dan tak ada waktu baginya untuk bersantai.


Tujuh hari kemudian Inspektur Lucca bersama timnya hari ini sedang bertugas, tepatnya menjalankan misi penangkapan Carson Blank di mansion Keluarga James.


Semua sudah berada pada posisi masing-masing, mengepung mansion keluarga James dan tinggal menunggu perintah saja dari Inspektur Lucca.


Inspektur Lucca berada di garis depan dan tengah memantau kondisi sekitar. Ia melihat sosok bayangan cepat melintas di belakangnya.


“Siapa itu ? Apa itu anak buah Carson Blank ?” batinnya seketika siaga dan mengangkat senjata laras panjangnya mengarahkan pada sosok tadi yang ternyata menghilang. “Apa itu Livia ?” ia kembali menurunkan senjata laras panjangnya karena pergerakannya tak terbaca dan ia menduga jika itu adalah Livia yang mengikutinya.

__ADS_1


Lima detik berikutnya Inspektur Lucca memimpin pergerakan dengan memberikan sebuah kode pada timnya yang terdiri dari 20 orang yang segera bergerak.


Lima menit berikutnya beberapa polisi sudah berada dalam mansion Keluarga James dan benar saja aset mereka ada di sana.


“dash.” seseorang menembakkan pistol peredam suara saat Inspektur Lucca juga tengah membidik target dengan senapan laras panjangnya.


Untungnya pria itu mempunyai insting tajam meskipun tak bisa mendengarnya dan menoleh ke belakang tepat di saat peluru itu akan menembus dadanya.


“Sial.” pekiknya menghindar dengan menunduk dan tetap menekan kokangnya, membuat dua peluru meluncur ke arah Carson Blank. Namun peluru misterius tersebut menembus tubuh target lebih dulu dan membuatnya ambruk, sedangkan pelurunya menembus tembok di belakang Carson Blank.


“Argh !” teriak salah satu keluarga James bukan karena melihat Carson Blank ambruk, namun karena beberapa orang misterius tiba-tiba muncul dari sana yang diduga adalah sindikat Carson yang menyandera putrinya.


Di saat bersamaan saat Inspektur Lucca bangkit ia kembali melihat sosok hitam melintas dengan cepat ke arahnya.


“Kenapa sosok itu seperti mengejar ku ?” gumam Inspektur Lucca saat kembali melihat sebuah peluru yang meluncur dari pistol peredam suara tepat ke arahnya.


“Aiptu Daniel kau urusi sandera itu.” pria itu menyerahkan sisanya pada tangan kanannya karena ia sangat percaya pada kemampuan Aiptu Daniel. “Aku akan mengurusi lainnya.” lanjutnya sambil menahan peluru tadi dengan tembakan nya.


“Siap.”


Aiptu Daniel membereskan para komplotan Carson Blank, sedangkan Inspektur Lucca keluar dari sana mengejar bayangan yang menyerangnya, menuju ke luar kediaman James.


“dash !” tiga butir peluru dari senapan peredam suara kembali meluncur ke arah dirinya.


“Siapa kau, keluar dan tunjukkan diri mu !” bentak Inspektur Lucca menatap ke area sekitarnya dan tak ada siapapun di sana sembari menghindari peluru tadi yang nyaris saja menembus jantungnya.


Muncul lagi sosok bayangan dari arah lain. "Tunggu !” entah kenapa ia mengira itu adalah Livia namun ternyata ia salah. Ia kembali mendapatkan serangan beruntun. Bukan selongsong peluru lagi yang menyerangnya kali ini, namun sebuah anak panah.

__ADS_1


“Anak panah ?” pria itu mengerutkan keningnya setelah menangkap satu anak panah yang akan menancap ke matanya.


__ADS_2