Shadow Girl

Shadow Girl
Eps. 14 Sibuk


__ADS_3

Inspektur Lucca kembali menjalankan sebuah misi menangkap target kepolisian di sebuah pesawat. Seorang residivis sekaligus pembunuh sepuluh anak.


Kali ini hanya Inspektur Lucca saja yang bertugas ditemani oleh Aiptu Daniel dan juga Livia yang kemanapun menemaninya bertugas dan mengikutinya seperti bodyguard-nya.


Inspektur Lucca kali ini tidak duduk di bangku penumpang tapi duduk di kursi kemudi sebagai co-pilot untuk berjaga-jaga jika target yang ditangkap akan membajak pesawat.


Sedangkan Livia menyamar sebagai pramugari yang bertugas di pesawat itu.


“Dimana dia ?” Livia mengedarkan pandangan ke sekitar mencari penumpang yang merupakan target operasi sembari memeriksa seatbelt para penumpang apakah sudah terpakai semuanya atau belum.


“Maaf tuan tolong kenakan seatbelt anda karena dikhawatirkan pesawat akan menukik tiba-tiba atau dalam keadaan tidak nyaman lainnya.” ucap Livia memberi peringatan pada seseorang penumpang pria yang terlihat acuh dan mengabaikan standard safety penumpang.


“Nona aku yakin cuaca hari ini bagus dan aku tak perlu memakai sabuk pengaman ini.” balas penumpangnya terlihat rapi namun berbau sedikit anyir itu bersikeras.


“Oh.” tiba-tiba penumpang lain berteriak saat pesawat berguncang mungkin karena menabrak awan dan pria tadi pun hampir jatuh dan berpegangan pada kursi penumpang di depannya untuk menahan tubuhnya.


“Bagaimana apa anda masih tak ingin memakai sabuk pengaman nya ?” Livia tersenyum dan kembali bertanya pada penumpang tadi.


“Ya, tentu saja aku akan memakainya sekarang juga.”


Livia pun kemudian kembali berjalan setelah penumpang tadi memakai sabuk pengaman nya. Ia pun kemudian mengirim kode pada Inspektur Lucca hanya dengan berkuman saja yang sudah dimengerti oleh pria tersebut jika pria tadi adalah target yang diburu.


Livia kembali berjalan ke belakang setelah memeriksa semua penumpang memakai sabuk pengaman. Ia berhenti di kursi belakang.


“Intan berlian di kursi timur.” ucapnya pada pria yang tak lain adalah Aiptu Daniel menyampaikan kode sembari mengelurkan tisu.


Jika kalian bertanya bagaimana Aiptu Daniel bisa melakukan kontak dengan Livia, jawabannya karena Inspektur Lucca sendiri yang memberi izin juga mandat pada Livia untuk menunjukkan dirinya pada Aiptu Daniel, hanya pria itu saja tidak dengan anggota lainnya.

__ADS_1


“Terimakasih.” Aiptu Daniel menerima kode tersebut dan segera bersiaga di tempatnya.


Satu jam kemudian apa yang diprediksi benar terjadi. Pria rapi yang sama sekali tidak terlihat seperti sosok pembunuh tadi berulah.


Pria tadi membajak pesawat dan membuat takut semua penumpang yang ada di sana.


“dor.” suasana semakin bertambah ricuh saat pria tadi mengeluarkan pistol dan terlebih menembakkannya.


“Berhenti. Aku agen polisi Aiptu Daniel.” Aiptu Daniel sengaja muncul dan menodongkan pistolnya tadi pada pria tadi sembari menunjukkan lencana identitasnya.


“Polisi ?” pria tadi terlihat santai dan tersenyum malahan menampik pistol itu dengan mudahnya dan membuatnya terlempar jauh.


Di saat Aiptu Daniel mengambil pistol pria tadi memanfaatkan kesempatan yang ada untuk kabur. Ia menuju ke kursi pilot.


“Hentikan pesawat sekarang di tempat terdekat !” pria tadi menodongkan pistol ke kepala pilot. Namun pilot malah menodongkan laras panjangnya pada pria tadi.


Pria itu pun kemudian kabur namun di belakangnya ada Livia yang datang dan menghalanginya.


“Anda mau ke mana tuan ?” tanya Livia melepas ikatan rambutnya kemudian mengeluarkan belati kecil dan memainkannya di ujung jari tangan kanannya.


“Minggir kau !” pria tadi menembakkan peluru ke arah Livia namun wanita itu menangkapnya dengan mudah.


“K-kau siapa ?” pria tadi terkejut melihat aksi Livia yang bisa menangkap pelurunya dengan mudah.


“Kau tak perlu tahu siapa aku.” Livia pun mengeluarkan pistol dan segera menembak pria tersebut. Namun rupanya pria tadi masih bisa berdiri meskipun dia sudah menembaknya tiga kali.


“dor !” tepat di saat pria tadi berdiri, Inspektur Lucca nembakkan laras panjangnya yang menembus kepala targetnya.

__ADS_1


Penumpang semakin ketakutan mendengar bunyi suara tembakan yang beruntung dalam pesawat.


“Tenang semuanya, keadaan sudah aman dan pembajak pesawat tadi sudah ditangkap.” Aiptu Daniel mencoba menenangkan semua penumpang pesawat.


*


*


Inspektur Lucca berada di rumah setelah menyelesaikan beberapa misi bersama Livia.


Suatu sore di saat pria itu sedang duduk santai di sofa, Livia datang menghampirinya.


“Inspektur ada yang ingin ku bicarakan padamu.” ucap Livia tiba-tiba sembari duduk setelah pria itu mempersilahkannya untuk duduk di sampingnya.


“Ya, Livia ada apa ?”


“Inspektur ini tentang--” belum sempat wanita itu menyampaikan maksudnya tiba-tiba ponsel Inspektur Lucca berdering.


“Maaf Livia aku akan terima panggilan dari kantor dulu.” pria itu kemudian berdiri dan sedikit menjauh dari Livia.


“Padahal aku ingin memberitahukan padanya tentang identitasku.” batin Livia menatap Inspektur.


Karena sepertinya Inspektur adalah serius terlihat dari namanya waktu bertelepon maka Livia pun pergi dari sana dan masuk ke kamarnya.


“Livia maaf membuatmu lama menunggu ku. Apa yang ingin kau bicarakan denganku ?” pria itu kembali ke kursi namun sofa sudah kosong. “Dia pergi rupanya.”


Inspektur Lucca termasuk menuju ke kamar namun membatalkannya dan memilih untuk duduk di sofa karena takut mengganggu waktu privasi wanita itu.

__ADS_1


“Setelah sekian lama bersamanya aku masih juga belum mengetahui identitasnya. Apa mungkin dia akan memberitahuku jika aku bertanya padanya ?” gumam Inspektur Lucca kembali menatap pintu kamar Livia yang tertutup.


__ADS_2