Shadow Girl

Shadow Girl
Eps. 39 Penglihatan Mother Theresa


__ADS_3

Livia tiba di negeri vampir. Dia segera menuju ke kastil tua dan berlari secepat bayangan.


“Mother... ! Mother Theresa !” panggil Livia begitu masuk ke kastil itu masih dengan berjalan tergesa-gesa.


“Itu seperti suara Livia ?” gumam Mother Theresa di dalam kastil saat sedang berdoa.


Ia kemudian keluar dari ruang doa dan menuju ke ruang depan.


“Livia ? Kau datang lagi akhirnya.” wanita tua itu tergopoh-gopoh menghampiri Livia.


“Mother, bantu aku.” ucapnya tiba-tiba terlihat sangat cemas juga serius.


“Ada apa ?” Mother Theresa yakin pasti ada sesuatu melihat dari sikap Livia yang tidak senang biasanya.


“Mother ini tentang Lucca. Dia hilang.”


“Apa maksud mu ? Mother tidak mengerti. Bicara pelan-pelan.” wanita itu kemudian menarik Livia dan mengajaknya duduk terlebih dulu agar bisa bicara lebih jenak. “Sekarang bicaralah.”


Livia Kemudian menceritakan pada Mother Theresa jika sebelumnya dirinya dan Inspektur Lucca ada di sebuah makam keramat untuk mencari pedang Phormosa. Namun setelah Inspektur mendapatkan pedangnya terjadi ledakan dahsyat beruntun dan pria itu tiba-tiba hilang tanpa jejak.

__ADS_1


“Tenanglah, tenanglah mother akan membantumu.” ucap wanita itu setelah mendengarkan cerita dari Livia.


Wanita yang memang bisa melihat masa lalu atau pun masa depan dari penglihatannya itupun segera membuka penglihatannya.


“Kemari kan tangan mu.” ucap Mother Theresa dan Livia segera menyerahkan tangan kirinya.


Wanita itu merapal satu mantra yang tak dimengerti oleh Livia namun itu sudah biasa baginya karena sering melakukannya dengan mother.


“Astaga... !” pekik Mother Theresa melihat dengan penglihatannya jika Inspektur Lucca saat ini sedang di tawan di suatu tempat.


"Mother, ada apa ?” kali ini ganti Livia yang panik melihat ekspresi ibu baptisnya. “Kuharap itu bukan sesuatu yang buruk.”


“Kekasihmu itu saat ini sedang bertarung melawan kutukan karena hubungan kalian.”


“Tidak, tolong jangan katakan jika dia...” Livia tak sanggup melanjutkan perkataannya sekaligus terlihat terguncang. Ia belum siap lokasinya itu meninggalkannya untuk yang kedua kalinya.


“Tidak, dia masih hidup tapi... Tapi kondisinya parah.” ucap ibu baptis Livia sembari memejamkan mata dan seketika itu juga penglihatannya berakhir.


“Mother, mother katakan padaku dimana Lucca berada sekarang ?” Livia tampak histeris sembari berulang kali mengguncang bahu mother Theresa. “Aku harus cepat menyelamatkan dia. Aku tak mau kehilangan dia, mother.”

__ADS_1


Baru kali ini wanita itu melihat Livia sampai sepanik ini. Padahal sebelumnya wanita itu selalu tampak dingin dan tenang.


“Istana Vampir. Dia ada disana.” ucap Mother Theresa sempat melihat penampakan istana dan beberapa pengawal tadi dalam penglihatannya.


“Istana ? Apakah itu ayah ku yang melakukan semua ini ?”


Mother menggeleng, “Bukan Theodore. Aku tidak bisa melihat siapa karena penglihatanku seperti dibatasi ketika aku mencarinya.”


Informasi dari Mother Theresa di rasanya sudah cukup dan ia harus bergegas mencari keberadaan Inspektur Lucca.


“Mother terima kasih, aku akan pergi mencari Lucca sekarang.” Livia segera berpamitan lalu memeluk wanita itu.


“Bawalah ini sebagai pelindung mu.” Mother Theresa mengeluarkan kalung salib kecil lalu mengalungkannya ke leher Livia.


Livia pun segera bergegas keluar dari kasti yang sudah menuju ke istana vampir.


“Ku harap kau bisa kembali dari sana dengan kekasih mu dalam kondisi baik.” Mother Theresa menatap kepergian Livia dengan rasa sedih dan iba.


“Jika benar ayah yang melakukan ini pada Lucca, maka aku tak akan memaafkannya.” gumam Livia dengan mengepalkan tangannya erat.

__ADS_1


“Lucca tunggu aku.”


Livia dengan tatapan penuh amarah kemudian segera menghilang dari sana.


__ADS_2