Shadow Girl

Shadow Girl
Eps. 30 Mimpi di Makam Keramat


__ADS_3

Livia menatap pria di sampingnya yang tampak kecewa dan sejujurnya ia pun sama kecewanya dengan Inspektur Lucca, tapi ia tak ingin mengecewakan ibu baptis nya.


“Lucca nanti kita bisa mencarinya.” Livia mencoba membesarkan dan menghibur Inspektur meskipun sebenarnya kata itu lebih cocok diucapkan untuk dirinya sendiri.


Mereka berdua kemudian beristirahat di sana selama kurang lebih 2 jam lamanya dan akhirnya memetuskan untuk pergi dari sana setelah tak ada yang merekah ucapkan lagi.


“Livia, seringlah kemari dan jenguk mother mu ini.” ucap Mother Theresa mengantar kepergian Livia dan Inspektur sampai ke depan sembari memeluk putri baptis nya dengan alat untuk yang terakhir kalinya.


“Ya, mother lain waktu aku akan kemari lagi untuk mengunjungi mu.” sungguh Livia pun sebenarnya ingin tinggal di sana lebih lama tapi ia tak bisa karena juga berada di sana lebih lama tak pelak lagi pasti akan banyak vampir yang berdatangan dan menyerang mereka.


“Kami pergi dulu, mother Theresa.” pamit Inspektur Lucca kemudian berlalu dari sana sambil menggenggam erat tangan Livia.


Livia membalas lambaian tangan mother Theresa sambil tersenyum kecil kemudian beralih menatap kekasihnya dengan mesra.


“Setelah ini apa masih ada tempat yang ingin kamu kunjungi lagi atau kau tunjukkan padaku ?” tanya Inspektur Lucca Yang penasaran dengan destinasi mereka berikutnya.

__ADS_1


“Tidak, tak ada lagi tempat yang ingin ku tunjukkan padamu. Sebaiknya kita pulang saja.”


“Ya, tunggu sebentar jika kau memang ingin pulang.”


Inspektur Lucca kemudian menghentikan langkahnya dan mengeluarkan sebuah alat pemanggil heli jarak jauh.


Whir


“Lucca kau memanggil heli untuk kita pulang ?” tanya Livia yang baru mengetahui alat apa tadi yang dikeluarkan oleh kekasihnya itu, sembari menatap heli yang mendarat di depan mereka.


“Aku tak ingin membuatmu lelah.” pria itu terlihat damai melihat senyum yang berkembang di bibir merah Livia.


Malam harinya di rumah Inspektur. Pria itu masuk ke kamarnya setelah memasang perangkap dan bom di sekitar rumahnya seperti biasanya, untuk antisipasi jika ada banyak vampir yang kembali menyerang mereka meskipun dalam 3 hari terakhir ini tak ada sama sekali vampir yang datang ke sana.


“Selamat tidur.” ucap Livia yang kini berpindah tidur di kamar pria tersebut dan berbaring di sampingnya sembari mengecup bibirnya.

__ADS_1


“good night, cherry.” Inspektur Lucca mencium bibir merah wanitanya kemudian memejamkan matanya sembari menarik selimut menutupi tubuh mereka tengah dinginnya cuaca malam itu.


Dalam tidurnya Inspektur bermimpi. Dia berada di sebuah tempat di dunia manusia yang tak pernah ia kunjungi atau kalian ketahui selama ini.


Tempat itu penuh dengan cadas dan bebatuan besar yang mengelilingi sebuah makam dan makam tersebut terkesan dikeramatkan terlihat dari pembangunan yang tampak berbeda dari makam lain di sekitarnya.


“Dimana Livia ?” ia berdiri di depan sebuah makam mencari keberadaan kekasihnya yang baru beberapa detik saja berpisah karena ada semua angin lebat yang membuat mereka berpisah dan membuat Inspektur terdampar di sebuah makam keramat.


“Makam siapa ini ?” pria itu melihat ke sekitar dan menatap makam di depannya dengan sebuah pedang yang tertancap di sana.


Ia merasa aneh sekali kenapa ada sebuah pedang tertancap di sebuah makam.


“Phormosa ?” gumam pria itu membaca nama yang tertulis di batu nisan di belakang pedang yang tertancap tadi.


Karena penasaran, pria itu menyentuh pedang tersebut dan mencabutnya.

__ADS_1


“Argh...” teriak pria itu terbawa ke alam nyata sampai membangunkan Livia yang tertidur pulas di sampingnya.


“Lucca, ada apa ?” Livia terlihat panik saat melihat Inspektur tubuhnya bergetar hebat.


__ADS_2