
Satu bulan kemudian di kantor polisi tempat Inspektur Lucca bertugas. Di depan kantor di pagi hari terlihat para anggota kepolisian berbaris rapi sedang apel pagi.
Apel kali ini tidak seperti apel biasanya karena dihadiri oleh pimpinan tertinggi, Brigadir Jenderal Polisi Marquis Miller.
Tak ada dari anggota kepolisian yang hadir kala itu terlihat santai. Mereka semua terlihat serius terlebih saat mendengarkan pengarahan juga pidato singkat dari Brigjend Marquis Miller.
“Selama 5 tahun terakhir ini kinerja agen kepolisian di Milan mengalami kemajuan yang signifikan. Tercatat jumlah data kriminalitas di daerah ini menurun 20 % dari 5 tahun yang lalu. Tak hanya itu jumlah yang tertangkap pun juga banyak. Keamanan meningkat di semua daerah, termasuk di jalan raya di mana jumlah kecelakaan juga mengalami penurunan 30%. Tentu saja semua ini berkat kinerja dan kedisiplinan dari seorang yang patut kita teladani.” pidato Brigjend Marquis Miller panjang lebar sembari menatap sesosok pria yang berbaris paling depan dan masih dalam keadaan siap.
“Terimakasih kami ucapkan pada sosok yang paling berjasa di sini. Beri sambutan dan tepuk tangan yang meriah pada Inspektur Lucca !” sambung Brigjend Marquis Miller.
Tepuk tangan meriah dan membahana terdengar di sana. Semua mata tertuju pada pria itu.
“Kita panggil Inspektur Lucca untuk maju ke depan sekarang.”
“Inspektur Lucca ! Inspektur Lucca !” ucap serempak anggota agen kepolisian yang lain berseru dan bersorak.
Inspektur Lucca kemudian segera maju ke depan dan kembali terdengar suara tepuk tangan meriah menyambutnya.
“Atas jasa mu yang besar juga kinerjamu yang baik maka kami memberikan penghargaan ini padamu.” Brigjend Marquis Miller mengambil brifet lencana penghargaan. “Dengan ini Inspektur Satu Lucca Salvatore akan naik jabatan menjadi Komisaris Polisi Lucca Salvatore.”
__ADS_1
Pria berkumis tebal itu pun kemudian turun dari podium dengan membawa lencana penghargaan sekaligus private kenaikan pangkat dan menyematkannya pada seragam Kompol Lucca Salvatore.
Brigjend Marquis Miller kembali ke podium untuk menutup acara kali ini.
“Beri penghormatan untuk Komisaris Polisi baru kita sekarang.”
Dor-dor-dor.
Terdengar tembakan beruntun di udara dari para anggota agen kepolisian yang hadir saat itu dan setelahnya mereka semua memberi hormat pada Kompol Lucca.
Satu jam berikutnya di ruangan Kompol Lucca Salvatore.
“Semua ini berkat mu, cherry.” pria itu langsung meraih pinggang Livia dan membawanya dalam pelukannya.
Ia pun menerapkan ciuman di bibir basah Livia yang menggoda.
“Kau masih kemana kan kalung pemberian Mother Theresa ?” tanya Kompol Lucca setelah tautan bibir mereka terlepas dan melihat liontin salib yang masih tergantung di leher wanitanya itu.
Livia memegang liontin salib tersebut dan menciumnya. “Berkat liontin ini kita selamat dan yang lebih terpenting lagi kutukan itu sudah hilang. Tak ada yang mengganggu lagi hubungan kita kali ini.” Livia tersenyum kecil kemudian mengusap lembut pipi Kompol Lucca dan mendaratkan ciuman di bibirnya.
__ADS_1
Tok-tok.
Dari luar terdengar suara ketukan pintu. Karena tak ada respon setelah tiga kali mengetuk pintu maka seseorang membuka pintu ruangan dan masuk.
“Astaga, aku masuk di saat yang salah.” ucap seorang pria yang segera berbalik saat melihat Atasannya itu sedang berciuman dengan seorang wanita.
“Aiptu Daniel ada apa ?” Kompol Lucca setelah mengakhiri ciuman mereka dan menatap pada bawahnya tersebut.
“Ada berkas untuk penangkapan target baru, Kompol Lucca.” jawabnya dengan gemetar takut pria itu akan marah padanya.
“Apa kata membaca apa yang tertulis di meja ku ?”
Aiptu Daniel kemudian membaca tulisan "saat ini sedang oof dari tugas"yang ada di meja sembari menelan salivanya.
“Ma-maaf Kompol Lucca.” tanpa banyak kata pun pria itu segera keluar dari ruangan sebelum kena marah.
“Lucca ambil saja misi kali ini dan aku akan membantumu seperti biasanya. Hitung-hitung kita sambil mencari tempat untuk honeymoon setelah acara pernikahan kita satu bulan ke depan.” ucap Livia masih memeluk dan menatap intens kekasihnya.
“Apa kata mu saja, Cherry.” Kompol Lucca kembali mencium bibir ranum Livia sebelum mereka kembali menjalankan misi penangkapan.
__ADS_1
--END--