
“Kau...” Inspektur Lucca sampai berdiri dari tempat duduknya dengan kedatangan pria yang tak Diundang nya itu dengan mendadak. “Siapa kau ?”
Sosok pria tadi berjalan kembali dan berhenti tepat di depan Inspektur.
“Kau lupa padaku ?” jawabnya dingin. “Atau pura-pura lupa padaku ?” kembali tersenyum lebar sembari menatap ke arah meja dan mengetukkan jemarinya di sana.
Inspektur Lucca menerapkan keningnya karena sekeras apapun ia mengingat sama sekali ingatan tentang pria itu tak muncul dalam benaknya.
“Apa kau masih belum jera juga mengejar Livia ?” ucap pria itu lagi dan Inspektur masih diam saja menatapnya.
“Sebenarnya apa yang ingin dia lakukan padaku ?” batin Inspektur Lucca masih menatap tajam pria yang duduk di hadapannya.
Ia mengamati sosok pria tersebut yang berbeda dengan sosok lainnya yang biasa dia temui. Sosok itu terlihat elegan berbeda dengan para sosok yang sudah dibasminya. “Dia bukan orang biasa tapi aku udah tahu siapa sebenarnya dia.”
Pria tadi mencoba menyentuh bahu Inspektur.
__ADS_1
“Mau apa kau ?!” namun Inspektur Lucca segera menyingkirkan tangan pria itu dari bahunya dengan kasar.
“Aku kesini untuk memperingatkan mu. Jangan sekali-kali kau mendekati Livia lagi. Tinggalkan dia !” ucapnya dengan nada tinggi dan warna matanya mulai memerah.
“Tidak akan !” jawab Inspektur Lucca tegas meskipun dia masih belajar untuk mencintai kembali wanita yang ternyata adalah kekasihnya itu karena ia tak rela saja juga harus berpisah kembali dengan Livia mengingat perjuangan yang sudah dilakukan oleh wanita itu.
“Aku sudah bicara baik-baik padamu. Maka jangan salahkan aku jika kau akan kembali mendapatkan serangan mematikan untuk yang kedua kalinya.”
Inspektur Lucca sama sekali tidak takut dengan ancamannya bahkan boleh berpikir dengan kata yang dimaksud serangan kedua oleh pria tersebut.
“Jadi serangan pertama itu dari mu ?” Inspektur Lucca bersikap siaga dan bersiap untuk menyerang jika pria itu sewaktu-waktu akan menyerang dirinya.
“Jadi kau yang menghapus Ingatanku ?” Inspektur Lucca semakin menatapnya dengan tajam. Beruntung sekali dia bisa bertemu dengan orang yang dicarinya yang menghapus ingatannya dengan sengaja karena Livia tak pernah memberitahunya siapa yang menghapus ingatannya.
“Kau tak pantas bersama Livia. Jika bukan karena dirimu maka wanita itu sudah akan menikah denganku.”
__ADS_1
Tiba-tiba Livia muncul dari belakang pria tersebut.
“Samuel kau ini bicara apa ?” Livia terlihat tak suka dengan apa yang diucapkan pria tersebut sembari menarik bahunya ke belakang. “Kau adalah sepupuku tidak mungkin aku akan menikah denganmu. Ingat itu !”
Ya, di dunia vampir tak ada larangan menikah dengan siapapun seperti di dunia manusia. Termasuk menikahi sepupu atau family lainnya. Mereka menikah berdasarkan kekuatan yang mereka miliki. Seorang yang terhormat akan menikahi pria atau wanita yang kuat untuk membuat mereka menjadi lebih terpandang.
“Pergi kau dari sini. Jangan sampai kau menyentuh Lucca ! Jika sampai aku melihat Lucca terluka sedikit saja, aku tak akan pernah memaafkanmu meskipun kau masihlah sepupuku.” ancam Livia yang tak segan-segan langsung menyerang pria tersebut di hadapan Inspektur Lucca.
“Tenang Livia. Aku baru kali ini melihatmu marah seperti ini dan itu membuatku semakin tertantang saja.”
Samuel Neve, sepupu Livia itu menahan serangan Livia.
“Kau.... berani melawanku.” Livia kembali menyerang Samuel bahkan sampai Inspektur Lucca pun ikut turun tangan.
“Menarik sekali duel bersama pasangan kekasih.” Samulel kembali tersenyum tipis yang membuat mereka berdua marah terlebih Inspektur setelah pria itu mengetahui jika pria yang tidak banyak saat ini adalah rivalnya dalam mendapatkan Livia.
__ADS_1
“Argh.” Samuel berhasil melukai Inspektur Lucca dengan sekali serangan saja yang membuat pria itu jatuh terjengkang ke lantai.
“Lucca !” Livia pun segera berlari menghampiri pria itu dan membiarkan Samuel kali ini lolos dari tangannya.