Shadow Girl

Shadow Girl
Eps. 38 Inspektur Menghilang


__ADS_3

Livia dan Inspektur Lucca kini berlari keluar dari makam keramat tersebut.


Ledakan masih terjadi di sana. Dan sumber ledakan berasal dari kubah kristal yang tadi meledak kemudian merantakkan berbagai penjuru yang membuat semua makam di sana hancur luluh lantak.


“Livia, apa yang sebenarnya terjadi ?” tanya Inspektur di tengah ia berlari sembari menengok ke belakang. “Astaga Kenapa ledakan itu seolah merambat dan mengejar kita ?”


Livia tak menjawab dan ikut menoleh ke belakang. Benar saja ledakan itu seperti mengikuti mereka.


“Coba sekarang bergerak ke kanan.” ucap Livia tiba-tiba.


Inspektur Lucca pun tanpa bertanya segera bergerak ke kanan.


Livia menengok ke belakang dan benar saja ledakan itu mengikuti mereka ke kanan.


“Sekarang bergerak ke kiri.” ucap ucap Livia lagi untuk mengetes dan lebih meyakinkan.


Kembali Inspektur Lucca bergerak ke kiri. Dia pun ikut menoleh ke belakang, “Astaga !” pekiknya melihat katakan itu pindah ke sisi kiri.


Tak ada waktu berpikir terlebih berhenti. mereka berdua terus berlari hingga keluar dari area makam.


“haah.” Inspektur Lucca berhenti dengan nafas yang terengah.


Ia mencoba untuk mengontrol ritme nafasnya selama beberapa saat sebelum kembali berlari.

__ADS_1


Sementara itu Livia menengok ke belakang dan melihat semua makam beserta pintu masuk makam keramat itu sudah rata menjadi puing-puing.


“Apa yang sebenarnya terjadi ? Apa ada gempa di bawah sana ?” batin wanita itu menautkan kedua alisnya sembari mempertajam pendengarannya.


Hening, tak ada suara apapun dari dalam tanah di belakang mereka.


“Sepertinya kita sudah aman. Kita harus keluar dari sini secepatnya.” Livia kembali melangkah begitu pula Inspektur yang masih terengah-engah dan mengikuti wanita itu berjalan dengan peluh yang mulai menetes.


Baru satu meter mereka berjalan tiba-tiba telinga Livia berdengung.


Ngung


Tepat di saat ia menoleh ke belakang sebuah ledakan dahsyat kembali terjadi. Untung saja dia segera menghindar.


Livia batuk terkena kepulan debu akibat ledakan barusan.


“Lucca, kau tak apa ?” ucapnya mencoba membersihkan kepulan debu itu dengan kekuatannya sembari mencari sosok lelakinya.


Udara di sana menjadi bersih dalam hitungan menit namun wanita itu malah tampak cemas.


“Lucca, kau dimana ?” ulangnya dengan ada lebih tinggi.


Tak ada reospon meski Livia kembali memanggilnya berulang kali.

__ADS_1


“Tidak, kemana dia ?” ia pun terlihat sangat cemas dan khawatir terjadi sesuatu pada Inspektur.


Livia mencoba untuk tenang agar bisa berpikir dengan jernih. Ia pun mempertajam penglihatannya juga pendengarannya untuk mencari Inspektur.


“Dimana dia ?” Livia dengan mata merahnya menyasar setiap area yang ada di sana untuk mencari sosok Inspektur. “Aneh sekali dia tidak ada dimanapun.” ia pun beralih menatap ke dalam tanah barangkali saja pria itu ada di sana.


“Dia juga tak ada disana.” ucapnya semakin panik dan khawatir apa yang dipikirkannya akan terjadi.


Livia melihat sosok berkilau dari kejauhan. “Itu...” dia pun segera berlari ke sana. “Ini jam tangan Lucca.” memungutnya.


Livia mencari Inspektur di sekitar jam tangan itu terjatuh. “Nihil.”


Ia pun berlari secepat bayangan kembali menyisir semua area makam tadi dan tetap saja tak menemukan pria itu.


“Lucca dimana kau sebenarnya ?” gumamnya begitu panik berhenti sejenak setelah memeriksa seluruh area.


Berbagai macam pikiran terlintas dan membuatnya ngeri.


“Apa seseorang membawanya ke negeri vampir ?” tiba-tiba ikan itu terlintas begitu saja dan ia yakin akan hal itu.


“Mother Theresa...” gumamnya di saat teringat pada ibu baptis nya. Entah Kenapa di tengah kalutnya pikirannya ia terpikirkan pada wanita itu. “Mungkin saja mother bisa membantuku.”


Tanpa pikir panjang lagi Livia segera menghilang dari sana dan menuju ke negeri vampir.

__ADS_1


__ADS_2