Shadow Girl

Shadow Girl
Eps. 31 Mencari Informasi Phormosa


__ADS_3

“Lucca bangun.” Livia sampai duduk untuk memegangi Inspektur sembari menepuk ringan pipi Inspektur agar pria itu bangun.


“haah....” Inspektur Lucca kemudian membuka mata dengan keringat dingin membasahi wajahnya.


Ia pun kemudian beralih menatap tangannya yang terasa panas terbakar saat memegang pedang tadi sewaktu akan mencabutnya.


“Syukurlah hanya mimpi, tapi kenapa tangan ku sedikit merah ?”


“Lucca, sebenarnya ada apa ?” Livia yang panik tak tahu apa yang terjadi ikut menatap kedua tangan pria di sampingnya juga menyentuhnya. “Tangan mu panas.”


“Aku bermimpi berada di sebuah makam keramat di makam seseorang yang bernama Phormosa. Di sana ada sebuah pedang yang tertancap di depan batu nisannya lalu aku mencabutnya dan rasanya tubuhku seperti terbakar saat memegangnya” jelas pria itu panjang lebar menceritakan apa yang dimimpikannya.


“Minumlah dulu.” Livia mengambilkan segelas air yang langsung dihabiskan oleh Inspektur. “Kau bilang melihat makam seseorang bernama Phormosa ?” Livia bertanya setelah pria itu kondisinya terlihat lebih tenang daripada sebelumnya.


Inspektur Lucca mengangguk Karena mimpi itu serasa nyata baginya. Bahkan tangannya pun sampai sekarang masih terasa panas.


“Kita sedang mencari pedang itu dan kau bermimpi menemukan benda itu di sebuah makam. Menurut mu itu apakah suatu kebetulan ataukah sebuah petunjuk ?” kali ini ganti Livia yang penasaran dengan mimpi kekasihnya.


“Aku juga tidak tahu pasti. Tapi menurutku tak ada salahnya kita mencari tempat itu.” jawab Inspektur menatap intens Livia yang terlihat berpikir.

__ADS_1


“Apa kau tahu di mana tempat itu ?” tanya Livia lagi, namun Inspektur dengan cepat menggelengkan kepalanya. “Sial ! Lalu di mana tempat itu berada ? Aku sendiri bahkan sama sekali tak mengetahui ada makam keramat seperti itu.”


Livia terlihat sangat menyayangkan sekali hal tersebut karena mengira Inspektur akan melihat sesuatu dalam mimpi, atau petunjuk lainnya mengenai keberadaan makam kuno tersebut.


“Ini masih malam Livia. sebaiknya kita kembali tidur. besok pagi baru kita membahasnya lagi.” Inspektur Lucca melihat wanita itu penasaran dan mungkin saja akan mencarinya saat itu juga meskipun tidak tahu harus mencari kemana.


“Tidurlah.” karena Livia masih diantar menu maka pria itu pun menarik wanita itu dan melemahkannya di tempat tidur.


“Lucca.” Livia bermaksud menolak untuk tidur dan mau bangkit namun Inspektur memeluknya erat agar tak beranjak dari sana. “Aku masih mengantuk, please.” ucapnya sembari menguap kecil.


Terpaksa Livia pun menuruti permintaan pria itu dan ikut memejamkan mata meskipun sebenarnya ia masih terjaga.


“Dimana dia ?” ia mengedarkan pandangan ke sekitar mencari sosok wanitanya yang ternyata juga tak ada di sana.


“Livia !” Pria itu khawatir wanita itu keluar sendiri tanpa memberitahunya dan ia pun bergegas keluar dari kamar. “Livia !”


Ia pun berhenti mencari saat melewati ruang baca setelah mencarinya ke seisi rumah dan tampak seseorang duduk di sana.


“Livia, apa yang kau lakukan di sini ?” Inspektur Lucca masuk ke rumah baca dan menghampiri wanita itu.

__ADS_1


Livia duduk di depan sebuah meja dengan tumpukan buku sembari membaca sebuah buku tebal di hadapannya.


“Aku mencoba mencari tempat yang ada dalam mimpimu mungkin saja aku bisa menemukanmu dalam salah satu literatur di sini.” jawab Livia tanpa mengalihkan pandangan dari buku yang dibacanya.


“Oh...” Inspektur Lucca merasa lega wanita itu tak pergi tanpa pamit tapi juga resah karena mempercayai apa yang ada dalam mimpinya yang mungkin saja hanyalah sebuah bunga tidur tanpa makna.


“Lucca bantu aku mencari daripada kau berdiri saja dan terus menatapku.” Livia menarik pria itu, tepatnya memaksa Inspektur duduk di sampingnya. “Ini buku yang belum kubaca.” menyodorkan beberapa buku tebal ke arah pria tersebut.


Dengan terpaksa Inspektur pun mengambil satu buku di hadapannya dan mulai membuka halaman demi halaman.


“Livia aku rasa tempat itu hanya ada dalam mimpi saja.” ucapnya merasa lelah mencari. Sudah sampai tengah halaman namun tak menemukan informasi apapun hingga dia pun berhenti pada sebuah halaman.


“Cari saja, mungkin saja itu ada.” Livia menaruh buku yang dibacanya lalu beralih ke mana Inspektur Lucca.


Tak sengaja ia melihat buku yang tengah terbuka di depan Inspektur.


“Lucca, lihat ini kau menemukannya.” pekik Livia terkejut melihat halaman yang sedang terbuka dan menampilkan sebuah makam.


“Apa ?”

__ADS_1


Sontak pria itu ikut menatap buku yang ada di hadapannya.


__ADS_2